Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Bolehkah Bayi dan Anak Mengkonsumsi Santan?

Santan sudah dikenal sebagai bahan memasak sejak dulu dan sangat sering digunakan terutama untuk makanan khas Indonesia. Penambahan santan pada makanan menjadikan makanan tersebut lebih gurih dan nikmat. Oleh karena itu sering terpikirkan bagi kita untuk menambahkan santan pada makanan anak, tapi se

Santan sudah dikenal sebagai bahan memasak sejak dulu dan sangat sering digunakan terutama untuk makanan khas Indonesia. Penambahan santan pada makanan menjadikan makanan tersebut lebih gurih dan nikmat. Oleh karena itu sering terpikirkan bagi kita untuk menambahkan santan pada makanan anak, tapi sering juga timbul keraguan karena mengingat dampak buruk mengkonsumsi santan yang berlebihan. Sebenarnya boleh tidak anak mengkonsumsi santan? Sebaiknya sejak usia berapa? Yuk kita bahas mengenai santan ini.   Santan atau santan kelapa adalah cairan berwarna putih susu yang didapatkan dengan memarut daging berwarna putih dari kelapa tua. Parutan daging kelapa dicampur dengan sedikit air untuk melarutkan lemak kemudian diperas dan disaring. Santan dari hasil perasan ada yang berupa santan kental dan santan cair.   Kandungan nutrisi pada santan diantaranya:   1. Kalori Satu sendok makan santan setara dengan 120 kalori (kandungan kalori yang cukup tinggi). Konsumsi satu sendok santan mampu memenuhi kebutuhan tubuh sehari.   2. Lemak Beberapa kandungaan lemak pada santan ada lemak jenuh, lemak tak jenuh ganda, lemak omega 3, lemak omega 6, dan lemak tak jenuh tunggal. Kandungan lemak pada santan cukup tinggi dan lengkap.   3. Gula Glukosa daa fruktosa juga terkandung dalam pada santan walaupun hanya 1-2 persen.   4. Kalsium Satu cangkir santan mengandung sekitar 200 IU kalsium.   5. Protein Berbagai kandungan protein yang ada pada santan diantaranya alanine, sistin, arginin dan serene dimana kadarnya rendah.   6. Berbagai mineral Santan mengandung cukup banyak mineral yaitu natrium, kalium, fosfor, zat besi dan tembaga.   7. Berbagai vitamin Beberapa kandungan vitamin pada santan adalah vitamin B, C, D dan E.   Kandungan lemak santan yang tinggi dipercaya mampu memenuhi kebutuhan lemak pada anak sehingga santan disebut juga sebagai bahan lemak tambahan alami pada MPASI. Pemberian santan pada MPASI tidak dibatasi usianya bahkan diijinkan sejak usia 6 bulan dengan catatan tetap memperhatikan kemampuan pencernaan anak dalam menerima santan tersebut. Pemberian santan pada anak usia 6 bulan sebaiknya diperhatikan takarannya (sekedar icip- icip) dan dalam bentuk santan encer (bahan tambahan bukan bahan utama).   Pemberian santan yang sudah lebih aman ketika anak berusia 9 bulan keatas karena biasanya pencernaan anak sudah lebih baik. Pemberian santan pada MPASI anak usia 9 bulan tetap memperhatikan porsi dan tidak berlebihan. Ketika anak berusia diatas 1 tahun pemberian santan sudah bisa mengikuti menu keluarga. Namun dalam pemberiannya tidak disarankan terlalu banyak karena kandungan kalori yang tinggi pada santan mampu menyebabkan anak cepat kenyang. Hal ini bisa berdampak pada porsi makan anak pada makanan lainnya sehingga nutrisi lain yang dibutuhkan tidak bisa tercukupi karena anak sudah kenyang.   Pemberian makanan bersantan pada anak disarankan hanya sebagai tambahan seperti pada nasi uduk, bubur kacang hijau, bubur sum- sum dan sebagainya. Pemberian santan dengan tujuan menggantikan susu sangat tidak disarankan karena kandungannya yang sangat berbeda.    Alvaro anak saya sudah saya berikan icip- icip masakan santan ketika berusia diatas 9 bulan. Responnya baik tapi tidak terlalu doyan sama seperti kedua orang tuanya yang kurang doyan dengan santan namun tidak menolak kalau diberikan. Pemberian makanan santan pada Varo bisa terhitung tangan sampai saat ini dan porsinya sangat sedikit. Hal ini karena menimbang berbagai dampak positif dan negative dari konsumsi santan itu sendiri.     Reff: Wikipedia www.sarihusada.co.id Hellosehat