Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Bolehkah Bayi Dibawah 6 Bulan Diberi Air Putih?

Banyak ibu baru yang mempertanyakan hal ini. Apalagi jika sang Ibu mengurus anak dengan orang tua. Kebanyakan orang tua jaman dulu (hehe) menganjurkan bayi diberi air putih setelah bayi minum susu. Nah, sebenarnya ini boleh ga ya? Kok rata – rata anak jaman dulu (termasuk saya) ga ada masalah jika d

Banyak Ibu baru yang mempertanyakan hal ini. Apalagi jika sang Ibu mengurus anak dengan orang tua. Kebanyakan orang tua jaman dulu (hehe..) menganjurkan bayi diberi air putih setelah bayi minum susu. Nah, sebenarnya ini boleh ga ya? Kok rata-rata anak jaman dulu (termasuk saya) ga ada masalah jika diberikan air putih?   Sebenarnya, setelah saya baca berbagai artikel dan juga saya tanya dengan dokter spesialis anak, tidak ada yang menyarankan untuk memberikan air putih pada bayi dibawah 6 bulan. Apalagi bayi dibawah 4 bulan. Nah, tapi kenapa kita dulu diberikan air putih ga ada masalah ya?   Setelah saya cari tahu, ternyata, air putih untuk bayi yang masih baru lahir itu dapat menyebabkan beberapa ancaman/ bahaya kesehatan pada bayi. Nah, namanya ancaman, ga semua bayi itu bakal mengalami gangguan kesehatan tsb, tapi, sebagai Ibu saya menganjurkan, alangkah baiknya kalau kita tidak mengambil resiko itu. Bisa jadi, anak kita ga akan masalah jika diberikan air putih. Tapi kita tidak tahu, kalau ternyata anak kita ternyata memiliki resiko kesehatan jika diberikan air putih. Lebih baik mencegah daripada mengobati kan?   Rekomendasi oleh WHO, semua bayi dibawah 6 bulan itu diberikan ASI eksklusif. Nah, itu artinya tidak perlu makanan atau minuman lain selain ASI. Karena kandungan air pada ASI sudah cukup untuk menghidrasi bayi kok Mommy, jadi tidak perlu khawatir bayi akan dehidrasi tanpa air putih. Jika keadaan tidak memungkinkan, ASI dapat diganti atau ditambah dengan susu formula sesuai usia bayi. Jadi, WHO pun tidak merekomendasikan air putih sebagai tambahan ASI. Bahkan, pengenceran susu formula dengan air putih (yang tidak sesuai dengan anjuran pembuatan susu tersebut) juga dapat membahyakan anak keracunan air (nanti saya jelaskan ya apa itu keracunan air).   Jadi, apa sih bahaya yang mungkin bisa terjadi bila bayi diberi air putih? Infeksi bakteri Pemberian air putih yang mungkin tercemar bisa saja membuat bayi terinfeksi oleh bakteri. Untuk melarutkan susu formula pun, disarankan menggunakan air mendidih ya Mommy, tentu saja untuk memastikan semua bakteri di air sudah mati. TIPS: jangan masak air terlalu lama atau mendidihkan air lebih dari sekali, karena ini bisa meningkatkan kadar mineral pada air dan bisa menganggu kesehatan bayi. Keracunan Air Keracunan air itu adalah kondisi dimana bayi yang ginjalnya belum berfungsi secara sempurna, meminum jumlah air diatas kemampuan bayi  menerimanya.Memang kasus ini jarang, tapi bisa saja terjadi pada bayi kita. Air putih yang diminum bayi membuat elektrolit (natrium dan sodium) terbuang dari tubuh bayi. Ini menyebabkan kadar garam dari tubuh bayi menurun drastis. Akibatnya, bayi dapat mengalami pembengkakan, pusing, mual hingga diare. Dalam kasus kadar garam yang turun sangat drastis, bisa sampai membuat bayi kejang hingga koma. Info: Menurut dokter kemampuan bayi minum air itu hanya 2ml (atau ¼ sendok teh). Nah, sedikit sekali kan Mommy.   So, Mommy, lebih baik berikan air putih kepada bayi setelah dia memulai MPASI ya. Minuman lain-lain selain ASI atau susu formula seperti teh, kopi (yang ini juga banyak yang ngasih katanya biar bayi tidak step), ataupun air tajin, juga sebaiknya diberikan setelah bayi 6 bulan ya. Just to make sure aja, ginjal bayi kita sudah sanggup nerima cairan lain selain ASI. Sekali lagi, lebih baik mencegah ya daripada mengobati Mommy.