Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Penanganan Anak yang Tertular Flu Singapore

Hallo mommy, saya mau sharing nih. Beberapa hari terakhir lagi sibuk ngurusin anak dua – duanya, yang besar dan kecil kena Flu Singapore. Rewel banget ditambah karena sakit ga mau makan, buat jadi cape dan sedih banget ngeliatnya. Ini anaknya sudah mulai pulih dan membaik, jadi segera nulis tentang

Hallo mommy, saya mau sharing nih. Beberapa hari terakhir lagi sibuk ngurusin anak, dua-duanya, yang besar dan kecil kena flu Singapore. Rewel banget ditambah karena sakit ga mau makan, buat jadi cape dan sedih banget ngeliatnya. Karena anaknya sudah mulai pulih dan membaik, jadi segera nulis tentang flu ini supaya bisa sharing sejelas-jelas dan selengkap-lengkapnya supaya mommy sekalian kalau sampai bingung dan ngalamin, sudah tahu dan ga panik lagi.   So, pertanyaan saya pas awal, apa sih sebenarnya flu singapore? Jadi, paling gampangnya, flu singapur ini penyakit pada kaki, tangan dan mulut (hand, foot and mouth disease) yang disebabkan oleh virus. Virus ini menular dan kebanyakan yang terjangkit ialah anak usia 1-5 tahun. Semakin besar usia, biasanya anak akan semakin kebal dengan virus ini, ini juga kenapa jarang sekali orang dewasa terkena flu singapur, atau yang sering disebut penyakit KTM ini.   Penularannya seperti virus pada umunya. Dari kontak air liur, tangan ke tangan, feses, cairan ruam pada kulit, udara pernafasan (dari bersin atau batuk) dari anak yang terinfeksi.    Terus, ciri-ciri anak kena flu Singapur ini bagaimana?   Anak saya yang kecil, kena lebih dahulu. Bersyukur anti body dia bagus, jadi dia ga demam sama sekali , karena kebanyakan anak akan demam saat kena flu Singapur. Nah, berhubung dia ga demam inilah yang menyebabkan saya tidak cepat mengetahuinya. Jadi saya baru mulai curiga di hari pertama pantatnya muncul bintik-bintik merah yang beberapa dari bintik merah itu berair.   Awalnya saya kira hanya ruam popok (agak sedikit bingung, kok tiba-tiba ruam popok, padahal si anak sudah biasa pakai merk popok tersebut), berhubung sedang traveling, saya hanya membawa salep Elocon yang biasa dipakai untuk alergy kulit anak saya, saya oleskan lah salep itu.   Keesokan harinya, bintik-bintik mengering, saya yakin karena efek dari si Elocon itu, tapi muncul lagi yang baru semakin bayak menjalar ke daerah paha dalam dan telapak punggung kaki anak saya. Berhubung si anak sibuk megang-megang (anak saya usia 1 tahun dan belom bisa bicara), jadi saya yakin itu antara gatal atau sakit. Saya khawatir dia kena campak. Saya juga merasa anak saya tidak mau makan, dan setiap mau makan selalu nunjuk-nunjuk mulutnya sambil nangis. Saya pikir karena ada sariawan, karena saya lihat ada sariawan besar di bibirnya. Jadi, saya pelan-pelan nyuapinya, tapi ya tetap aja si anak ga mau makan. Jadi, segera lah saya bawa ke dokter spesialis anak.   Dan ternyata, saat dokter memeriksa, di  dalam mulut anak saya, itu full bintik-bintik putih seperti sariawan. Dari rongga atas mulut, lidah, sampai bagian dalam bibir. Pantas saja anak saya ga bisa makan, pikir saya. Dan si dokterlah yang memberi tahu kalau anak saya kena flu Singapur.   Sebenarnya flu Singapur ini bukanlah penyakit yang berbahaya. Kebanyakan anak akan sembuh di hari ke-7 atau maksimal hingga 2 minggu. Namun, kita sebagai orang tua pastinya ga mau dong anak kita sampai sakit berkepanjangan.   Berikut obat yang diberikan ke anak saya untuk meringankan gejala sakit dan mempercepat penyembuhannya:   Jadi, untuk mengurangi rasa sakitnya, si dokter ngasih Norages Drop. Saya cek, ini Analgesik yang fungsinya emang buat memberikan anti sakit. Dan juga bisa untuk menurunkan demam jika si anak demam. Semenjak makan obat ini, anak saya jadi bisa makan, mungkin karena nyeri di mulutnya sedikit berkurang. Rasa obat: Jeruk.   Selain itu, juga diberi Intrizin. Kalau ini emang obat alergi anak saya. Cuma si dokter bilang ini juga berfungsi untuk mengurangi gatal di badannya. Rasa obat: Berry.   Untuk menghindari jamur di mulutnya, anak saya juga di beri Nyndia Nystatin, yang fungsinya untuk mencegah adanya infeksi oleh jamur lagi, agar kebersihan rongga mulut dan tenggorokannya terjaga. Obat ini buat di kulum si anak, rasanya manis dan kental seperti susu kental manis.   Trus, untuk sariawannya, dokter suruh olesin Aloclair, buat mempercepat penyembuhan sariawan di mulutnya. Ini gel aloevera gitu dan rasanya manis.   Untuk ruam di badannya, hanya diberikan Caladin bedak cair itu. Sepertinya ada sensasi dingin, jadi dia ga gatal, karena anak saya suka saat saya olesin di bagian ruam-ruamnya. Ohya, menurut dokter biar sedang flu, tetap harus mandi seperti biasa ya, supaya semakin dijaga kebersihannya dan lebih cepat bersih ruamnya.   Nah, selain obat, ini yang bisa kita lakukan untuk membantu anak – anak mempercepat penyembuhannya:   1. Pastikan anak banyak istirahat 2. Berikan minuman yang dingin atau es krim untuk melegakan sariawan dan sakit tenggorokannya 3. Kemungkinan besar anak tidak bisa makan, jadi jangan paksa makan, cukup berikan banyak cairan (baik susu, juice atau air putih) agar anak tidak dehidrasi   Flu singapur juga bisa berulang loh mommy. Jadi virus ini bisa saja menginfeksi anak lebih dari sekali. Setelah saya baca – baca pencegahannya hanya dengan menjaga kebersihan tubuh dan juga menjaga daya tahan tubuh anak. Jadi, pengalaman buat saya, saat traveling, anak seharusnya diberikan suplement yang menaikkan daya tahan tubuhnya supaya lebih kuat melawan virus – virus berbahaya.   Jadi, mommy, sekian sharing dari saya. Semoga dapat membantu ya...