Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Bahayanya Penggunaan Bedak Tabur pada Bayi

Umumnya bedak bayi banyak digunakan oleh orangtua untuk menjaga agar area pantat bayi tetap kering dan harum. Hal ini dilakukan guna mencegah ruam popok. Selain itu, bedak bayi juga biasanya digunakan setelah si kecil dimandikan supaya tetap segar dan harum. Namun, bayi momy ternyata tidak membutuhk

Siapa ketika mengganti popok bayi, mungkin secara otomatis mom menggunakan bedak bayi. Atau sehabis memandikan si buah hati, mom tak lupa untuk memberi bedak bayi pada sekujur tubuh bayi momy. Bedak bayi memang baunya harum dan bisa membuat kulit si kecil jadi terasa lebih halus. Itulah mengapa kebiasaan memberikan bedak pada bayi atau anak kecil sudah menjadi tradisi yang diwariskan secara turun temurun. Namun, akhir-akhir ini muncul kekhawatiran soal bahaya bedak bayi. Risiko yang mungkin ditimbulkan pun cukup serius, mulai dari masalah pernapasan sampai kanker. Untuk menghindari berbagai risiko tersebut.   Apakah bayi sebenarnya butuh bedak bayi?   Umumnya bedak bayi banyak digunakan oleh orangtua untuk menjaga agar area pantat bayi tetap kering dan harum. Hal ini dilakukan guna mencegah ruam popok. Selain itu, bedak bayi juga biasanya digunakan setelah si kecil dimandikan supaya tetap segar dan harum. Namun, si bayi ternyata tidak membutuhkan bedak. Kulit si kecil yang masih sangat rentan justru sebaiknya dibiarkan dalam kondisi alamiahnya, tanpa diberi tambahan bahan-bahan kimia yang berisiko bagi kesehatannya. Dokter spesialis anak dan badan kesehatan di seluruh dunia seperti American Academy of Pediatrics juga sebenarnya tidak menyarankan penggunaan bedak bayi, khususnya pada bayi yang baru lahir. Ini karena bahaya bedak bayi lebih besar dari manfaatnya.     Bahaya bedak bayi untuk buah hati buat si bayi   Momy mungkin belum pernah mendengar anjuran dari dokter untuk rutin memberikan bedak bayi pada si kecil. Akan tetapi, penggunaan bedak bayi sangatlah populer. Ini karena sejak dulu bedak bayi diiklankan secara agresif oleh para produsen bedak. Karena sering melihat iklan tersebut, orang-orang pun jadi merasa bahwa menggunakan bedak bayi adalah hal yang wajar, bahkan menjadi sebuah kebutuhan. Jika mom sering menggunakan bedak bayi untuk si buah hati, baca dulu beberapa risikonya berikut ini sebagai pertimbangan.   Masalah pernapasan Bedak bayi terdiri dari partikel-partikel sangat halus yang mudah menyebar dan terbawa udara. Partikel tersebut bisa terhirup oleh bayi mom. Karena paru-paru dan sistem pernapasan bayi belum sekuat orang dewasa, partikel yang terhirup lebih berisiko menimbulkan masalah pernapasan, terutama jika sudah terlalu banyak partikel yang mengendap dalam sistem pernapasan buah hati mom.   Kulit kering dan iritasi Meski banyak orangtua menggunakan bedak bayi untuk melindungi kulit dari iritasi, ruam popok, dan keringat berlebih, bedak justru bisa memicu masalah-masalah tersebut. Kulit bayi masih sangat sensitif sehingga bahan-bahan kimia dalam bedak seperti talkum dan pewangi berisiko menyebabkan iritasi. Selain itu, bedak bayi akan menyerap kelembapan alami kulit bayi sehingga kulit si kecil bisa terasa kering dan gatal. Hati-hati juga saat menggunakan bedak bayi untuk mengobati ruam popok. Bedak yang dibuat dari tepung jagung berisiko memperparah ruam karena bisa menimbulkan infeksi ragi.   Kanker Mungkin Mom pernah dengar soal bahaya bedak bayi yang dibuat dari talkum. Bedak dari talkum mengandung bahan-bahan kimia seperti silikon dan asbestos yang bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker). Menurut American Cancer Society, bedak dari talkum bisa meningkatkan risiko kanker indung telur dan kanker paru pada orang dewasa. Saat ini memang belum diketahui kasus kanker pada bayi karena penggunaan bedak, namun sebaiknya Mom tetap waspada terhadap penggunaannya.   Yang harus diperhatikan saat menggunakan bedak bayi   Beberapa bayi lebih rentan terhadap bahaya bedak bayi. Hati-hati kalau bayi Momy lahir prematur, punya penyakit jantung bawaan, atau mewarisi masalah pernapasan seperti asma atau pernah terjangkit virus sinsisial pernapasan (RSV).   Jadi sebaiknya kita sebagai orangtua bisa stop menggunakan bedak pada anak agar anak kita juga terhindar dari penyakit dan dampak yang timbul disebabkan oleh bedak tabur.