Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Mengenal Pengaruh Screentime untuk Anak

Sekarang ini banyak mommies yang mengiyakan pemberian gadget karena dianggap baik untuk mengatasi anak aktif. Dan seringkali Screentime pada anak mengantikan waktu bermain atau Playtime'nya..

Sekarang ini banyak mommies yang mengiyakan pemberian gadget karena dianggap baik untuk mengatasi anak aktif. Dan seringkali Screentime pada anak mengantikan waktu bermain atau Playtime-nya.   Faith termasuk salah satu anak yang jarang sekali terpapar gadget bahkan dia nggak bisa terlalu awet berlama-lama melihat youtube. Padahal sempat sekitar usianya 1,5 tahun, aku mau kasih gadget dengan harapan dia bisa anteng lama dan happy. Namun kenyataannya, dia malah jadi anak yang egois dan tantrum loh!! Sampai akhirnya aku kembali pada komitmen awal untuk stop screentime untuk Faith saat itu. Nah tapi aku nggak bilang "Say NO" sama sekali terhadap gadget ya moms.. Sekarang Faith makin besar makin aktif. Di tempat umum ada waktu dimana aku sangat amat lelah ketika Faith masih sangat banyak energi, ya barulah aku beri screentime dengan membatasi waktu tontonannya.   Moms, gadget untuk anak sering diperlakukan sebagai “digital babysitter” terutama agar anak lebih tenang. Setuju nggak?? Banyak aplikasi yang menarik, edukatif juga interaktif bagi anak menjadi pertimbangan kita sebagai mommu untuk memberikan tablet untuk anaknya. Tapi seringkali kita lupa bahwa ada beberapa efek negatif yang dapat terjadi kelak bila memberikan gadget untuk usia anak yang sedang dalam masa perkembangan.   Sebagai contoh: kita mungkin berpikir "Oh pintar anakku jadi bisa tracing" tapi lupa bahwa anak tracingnya di gadget dan belum tentu akhirnya bisa nulis di kertas atau bisa nulis tapi jadi nggak bagus tulisannya karena kita lupa bahwa tracing pada gadget meski kelihatannya mengedukasi tapi tidak mengajarkan bagaimana pen control yang baik.    Apa aja sih dampak negatif dari penggunaan gadget pada anak usia dini? 1. Kualitas tidur anak menjadi kurang baik. 2. Keterlambatan bicara. karena screentime pada gadget elektronik dapat mengurangi waktu bicara berkualitas antara orang tua dan anak, di mana itu sangat penting bagi perkembangan verbal anak. 3. Anak menjadi kurang aktif dan lincah untuk melakukan aktivitas fisik. karena pada dasarnya anak lebih membutuhkan obyek konkrit daripada lewat layar gadget dalam proses belajar dan perkembangan kognitifnya. 4. Kurang baik bagi perkembangan fungsi mata. 5. Radiasi Sebuah studi menyatakan bahwa otak anak yang berusia 5 tahun memiliki tulang tengkorak yang lebih tipis dan lebih banyak cairan daripada orang dewasa. Jadi kepala anak dapat menyerap radiasi 10kali lebih banyak daripada orang dewasa. Jadi bisa dibayangkan kalau bayi/balita yang berusia lebih muda dengan resiko yang lebih besar apabila terpapar radiasi dari gadget elektronik. Efek jangka panjang dari pemberian gadget untuk anak adalah sulitnya berkonsentrasi terutama dalam belajar. Perhatian anak semakin singkat terhadap suatu hal atau tugas yang dikerjakan. Ini dapat terjadi karena kinerja otak yang sering berpindah tugas (switching tasks) dengan cepat. Sedikit share, aku pernah berprofesi di bidang edukasi anak untuk usia SD dan mengatasi beberapa anak yang bermasalah dengan belajarnya. Ketika anak mendapat pelajaran yang lebih berbobot, anak tersebut sangat sulit berkonsentrasi. Untuk memahami apa yang dia baca pun dia sangat kesulitan (bukan tidak bisa membaca / disleksia). Bahkan lebih parahnya, hanya diberi 10 soal saja, dia bisa nangis histeris. Mengerjakan ulangan saja sering lupa apa materi yang sudah dihafalkan, padahal apapun yang dia tonton dari youtube bisa dia ingat semuanya. Singkat cerita, ketika aku cari akar masalahnya ternyata anak ini sudah kecanduan gadget karena dari usia balita dan dia diperbolehkan memegang gadgetnya sendiri setiap hari. Indikator anak kecanduan gadget bisa dilihat dari anak tersebut tidak begitu tertarik pada mainan atau buku dan lebih memilih bermain gadget. Jadi dia bisa berubah menjadi lebih mudah konsentrasi dan bisa fokus belajar saat anak ini benar-benar sudah nggak memikirkan gadget lagi.   Sebagai orang tua, kita bisa kok menekan kemungkinan dari efek negatif yang disebutkan di atas dengan memberikan batasan waktu yang jelas dan seimbang dalam penggunaan gadget termasuk tablet untuk anak. Kalau anak sudah terlanjur kecanduan, maka bisa kita atasi dengan menyembunyikan gadget yang biasa anak kita gunakan dan biarkan ia marah. Anak harus bisa mengelola emosinya tanpa bantuan gadget dan kita harus ekstra sabar moms. Mulailah mengganti kebiasaan bermain gadgetnya dengan menemani bermain sampai ia benar-benar lupa pada gadget. Lakukan itu dengan penuh komitmen dan konsisten ya moms. Dan perlu diingat bahwa anak tetap harus bersosialisasi dengan teman, saudara atau keluarganya dengan permainan yang melibatkan aktivitas fisik yang sangat berguna bagi perkembangan motoriknya. Semoga sharing ini bermanfaat..:)