Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Metode "Finish at the Breast" untuk Bayi Bingung Puting

Salah satu metode yang bisa dipakai untuk membiasakan bayi menyusu di payudara lagi adalah "Finish at the Breast". Metode ini dianjurkan oleh dokter sekaligus konsultan laktasi internasional, Christina Smillie. Menurut Christina, jika menyusui saat bayi sedang benar2 lapar maka akan membuat bayi tid

Salah satu metode yang bisa dipakai untuk membiasakan bayi menyusu di payudara lagi adalah "Finish at the Breast". Metode ini dianjurkan oleh dokter sekaligus konsultan laktasi internasional, Christina Smillie. Menurut Christina, jika menyusui saat bayi sedang benar-bener lapar maka akan membuat bayi tidak sabar dan rewel sehingga sulit melakukan pelekatan. Maka tidak ada salahnya memberikannya sedikit susu melalui botol terlebih dahulu.   Cara melakukan metode ini adalah sebagai berikut: * Sebelum menyusui langsung, berikan bayi susu melalui botol dengan takaran 7-15 ml kurang dari porsi biasa ia minum. Setelah susu di botol habis, coba susukan secara langsung. * Jika bayi keburu tidur atau tidak mau lanjut untuk menyusu di payudara, untuk sesi berikutnya kurangi lagi porsi di botolnya sebanyak 15ml. Moms jangan lupa pumping untuk mengosongkan PD ya.   * Namun jika setelah bayi disusui langsung dan masih lapar, Moms lanjutkan dengan memberinya susu melalui botol lagi. Dan untuk sesi berikutnya, Moms tambah porsi di botolnya sebanyak 15ml.   * Jika bayi menolak susu dari botol, coba tawarkan untuk menyusu langsung di PD. Setelah itu berikan ia susu melalui botol dengan porsi yg dikurangi 15ml dari biasanya. Lalu lanjutkan dengan menyusu langsung lagi.   * Dengan metode ini, Moms harus bisa membaca tanda bahwa bayi sudah kenyang ketika menyusu melalui botol (biasanya bayi terlihat lebih relax). Walaupun susu di botolnya belum habis, namun ketika bayi terlihat mulai kenyang, segera arahkan bayi untuk menyusu langsung.   * Metode ini membutuhkan sejumlah trial dan error dalam menentukan porsi susu botol yang pas untuk bayi sehingga bayi dapat menyusu langsung dengan baik (bayi dapat menyedot lama, relax setelah kenyang, payudara menjadi lembek setelah menyusui, dsb).   * Moms harus memperhatikan frekuensi BAK bayi tiap harinya ketika menggunakan metode ini. Tanda bayi cukup ASI adalah BAK minimal 6 kali sehari. Jika BAK bayi kurang dari 6 kali, tandanya ia masih belum mendapat ASI yang cukup saat menyusu langsung, jangan kurangi porsi di botolnya terlebih dahulu hingga BAK nya mencapai minimal 6 kali sehari.   *Jika BAK dan kenaikan berat badannya baik, Mom bisa kurangi porsi di botolnya secara bertahap. Misal di hari 1-3 dikurangi 15ml per sesi, di hari 4-6 dikurangi 30 ml per-sesi.   * Ketika susu yang perlu diminum bayi melalui botol hanya tinggal sebanyak 15ml per sesi, Moms sudah bisa mulai untuk menyusui langsung saat bayi lapar (tidak perlu diawali dengan susu botol lagi). Tidak masalah jika bayi minta untuk menyusu lebih lama atau sering karena hal tersebut dapat merangsang produksi ASI lebih banyak lagi.     Sekian sharing kali ini. Semoga bermanfaat