Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Ketika Anak Menanyakan Perceraian

Setiap anak menginginkan keluarga yang utuh ada ibu dan ada ayah, tetapi ada beberapa keluarga yang memutuskan untuk bercerai tanpa memikirkan keadaan nanti si anak tersebut. 

Setiap anak menginginkan keluarga yang utuh ada ibu dan ada ayah, tetapi ada beberapa keluarga yang memutuskan untuk bercerai tanpa memikirkan keadaan nanti si anak tersebut.    Anak akan tumbuh semakin besar dan semakin mengerti, biasanya anak yang udah memasuki sekolah dia akan mulai mengerti, ada yang berbeda antara dia dengan temannya yang lain.    Contoh untuk yang tinggal bersama sang ibu mungkin ketika melihat temannya di antarkan sang ayah dia bertanya dalam hati kecilnya kemana sosok ayahku, atau untuk yang tinggal bersama sang ayah ketika melihat temannya di antarkan sang ibu ia akan bertanya pula kemana sosok ibuku, atau untuk yang tinggal bersama nenek dan kakek nya ketika melihat temannya di antarkan sang ibu/ sang ayah akan bertanya kemana sosok ibu dan ayahku. Itu pasti terjadi dan tak bisa di hindari.    Akan ada saatnya anak bertanya kemana orangtua yang tak ada itu?  Dan ibu/ayah bilang kita sudah bercerai bagaimana ibu/ayah akan menjelaskannya pada sang anak.    Ketika anak mulai bertanya sebaiknya tidak menghindar usahakan tetap menjawab.    Beri jeda ketika akan menjawab pertanyaan dari anak, at least dengarkan dulu pertanyaannya sampai selesai, kadang kita suka main jawab aja tanpa membiarkan apa yang akan dia tanyakan.    Saat akan menjawab ajak anak duduk bersama dengan senyaman mungkin.   Usahakan selalu tarik nafas agar emosi ibu/ayah selalu terkontrol. Dan perlihatkan wajah seteduh mungkin. Tapi jika dirasa suasananya masih hangat dari bercerai dan agak sulit mengontrol emosi usahakan tidak apa menangis satu kali di depan anak, supaya anak belajar berempati dan tahu bahwa keadaan ibunya sedang tidak baik-baik saja. Biasanya sang anak akan terbawa suasana dan akan ikut menangis disinilah moment afirmasi dari ibu bisa dijalankan.    Dalam keadaan sedang menangis ibu berikan pelukan yang erat, elus-elus dari kepala sampai ke punggung sambil berkata "tidak apa nak, segalanya akan baik-baik saja, ibu dan ayah sayang kamu".   Cari penbendarahaan kata yang ringan agar anak mudah paham.    Pancing juga si anak dengan pertanyaan, "kamu sedih ya nak?" atau "kamu maunya ibu dan ayah seperti apa?" atau pertanyaan-pertanyaan yang bisa memberikan kita gambaran bagaimana suasana hati si kecil.    Sebaiknya ajak sang mantan. 1kali untuk bertemu minimal untuk berkumpul bersama anak, dan membicarakan tentang perceraian ini. Dan yakinkan anak-anak bahwa orangtuanya selalu ada dan akan selalu menyayanginya.   Itupun yang perceraiannya secara baik-baik dan masih ada hubungan dengan mantan, apalagi sudah hilang kontak ceritakan aja pada yang telah terjadi.    Tapi memang jarang sekali ada yang bisa langsung berkomunikasi dengan baik dengan sang mantan, setidaknya dicoba saja berproses terus demi anak-anak.    Maafkan diri sendiri dan terus lakukan healing agar diri kembali move on. Percaya deh saat diri kita dan hati kita tidak baik energinya akan sampai ke anak bawaannya jadi rungsing terus.    Si anak di mata kita seperti berulah terus. Padahal sudah jelas justru kitanya yang tidak baik. Tapi saat diri mulai membaik maka kita akan lebih mudah menghadapi pertanyaan sang anak yang akan terus berulang itu.    Mungkin apa yang saya tulis ini belum mewakili semua kasus. Karena ini saya berbagi hanya yang saya alami disini. Jadi mohon maaf apabila ada yang tidak sesuai. Karena memang materi tak semudah prakteknya.    Intinya sebelum kita semua ingin baik (aku, mantan, keluarga)  baik-baik, obati diri sendiri dulu.    Perceraian bukan akhir dari segalanya tapi ini juga menjadi tantangan terbesar seorang single mom. Dalam proses mengasuh anak. Tetap positif dan jangan berhenti belajar ya mom. Kita sangat bisa berbahagia dengan anak. Karena ibu sumber adalah sumber cinta dan sumber kebahagiaan.   Semoga bermanfaat.