hamil
menyusui
hamil minggu
anak sakit
ASI
MPASI
Resep mpasi
GTM
review

Orang Tua Wajib Lakukan 12 Hal Sederhana Ini Agar Anak Bahagia

Siapa sih orang tua yang gak mau liat anaknya bahagia dan ceria terus? Pasti cita-cita setiap orang tua ya Mom memberikan kebahagiaan pada anak mereka.

Siapa sih orang tua yang gak mau liat anaknya bahagia dan ceria terus? Pasti cita-cita setiap orang tua ya Mom memberikan kebahagiaan pada anak mereka.   Ternyata membuat anak bahagia dan ceria itu gak sesulit yang kita bayangkan kok Mom. Banyak hal sederhaa untuk membuat anak bahagia dan ceria. Meskipun memang ada momen-momen dimana kita “drama” sama anak. Anak lagi super rese dan keras kepala gak bisa dikasih tahu, tentu kita pun naik darah ya Mom. Ada momen anak lagi manja banget sedangkan kita lagi cape dan mumet banyak hal yang harus dikerjakan, yang ada kita sewot juga. Hal-hal seperti itu kadang-kadang memicu timbulnya drama, orang tua membentak anak alias marahin anak, dan anak menangis kejer.   Tapi tenang Mom. Mom suka memarahi anak dan anak suka menangis bukan berarti anak gak bahagia kok dan Mom gagal menjadi orang tua yang baik untuk si anak dalam memberikan kebahagian dan keceriaan.   Kebahagian dan keceriaan anak di sini maksudnya ialah anak memiliki self esteem atau harga diri yang baik, dimana ia merasa dan tahu bahwa dirinya disayangi, dihargai, dan dihargai oleh lingkungannya, khususnya orang tuanya sendiri.   Membuat anak bahagia dan ceria itu penting loh Mom. Kenapa? Karena dengan membuat ia bahagia dengan merasa disayang, merasa diutamakan atau dispesialkan, akan menunmbuhkan rasa percaya dirinya. Dengan begitu, secara tidak langsung akan membentuk pribadi anak menjadi menyenangkan, anak akan mudah bersosialisasi atau berinteraksi dengan orang lainnya, terutama teman seumurnya. Selain itu, anak jadi tidak murah murung, tidak pemalu, dan tidak keras kepala.   12 hal sederhana berikut wajib orang tua lakukan setiap harinya untuk membuat anak bahagia:   1. Matikan handphone Yuk ciptakan quality time dengan anak sesering mungkin, agar bonding Mom, ayah, dan anak menjadi lebih erat. Tapi jangan asal sekedar quality time ya Mom. Cobalah buat komitmen bersama ayah untuk menjauhkan diri dari gangguan handphone saat bersama si kecil. Bila memungkinkan bahkan matikan handphone sejenak, misalnya saat menemani anak sebelum tidur dengan membacakan buku cerita. Atau Mom dan ayah bisa juga membuat komitmen untuk mematikan handphone pada jam-jam tertentu. Misalnya jam pulang dari kantor sampai si kecil tidur, agar perhatian penuh untuk si kecil.   2. Jauhkan diri dari sosial media Sekarang ini sedang menjadi “fenomena” ya Mom untuk selalu mengupload atau memposting apa-apa saja. Banyak orang tua selalu memposting foto atau video kegiatan bersama anaknya, misalnya anaknya sedang mewarni, difoto atau divideo kan untuk diposting di akun sosial medianya. Secara tidak sadar sebenarnya fokus orang tua bukanlah pada anak, namun lebih pada memposting foto atau video tersebut.   Untuk itu, Mom dan ayah perlu untuk menjauhkan diri dari sosial media saat bersama anak. Bila memang Mom ingin mengabadikan momen lucu dan gemas anak, Mom bisa mengambil foto atau videonya, namun mempostingnya nanti ketika kegiatan bersama anak sudah selesai. Hal ini agar fokus perhatian Mom tidak teralihkan pada sosial media namun pada anak.   3. Jadikan momen sebelum tidur berharga Ketika anak hendak tidur, jadikanlah momen ini berharga dengan melakukan “ritual” atau kegiatan yang menyenangkan sebagai kebiasaan pengantarnya tidur. Misalnya dengan membacakan buku cerita, yang mana juga dapat menstimulus perkembangan otak anak.   4. Berikan sentuhan fisik Seringlah memberikan sentuhan fisik kepada anak, cium dan peluklah ia selalu. Sentuhan fisik orang tua terhadap anak ini sangat baik untuk meningkatkan kepercayaan diri anak, menurunkan kecenderungan anak bersikap agresif dan antisosial.   5. Jadi role model yang baik Anak merupakan peniru yang sangat handal. Ia akan mengamati, belajar dari apa yang ia lihat, ia dengar, kemudian mengikuti atau menirunya., terutama sikap orang tuanya yang setiap hari dilihatnya. Sehingga Mom dan ayah perlu selalu memawas dan berhati-hati dalam bersikap dan bertutur kata saat bersama si kecil, jadilah role model yang baik untuknya. Sehingga ia akan mencontoh juga hal dan sikap baik kedua orang tuanya.   6. Coba libatkan anak dalam mengambil keputusan Meskipun anak masih kecil, mungkin batita. Tapi percayalah Mom ia sudah memiliki keinginannya sendiri. Cobalah libatkan anak dalam mengambil keputusan sederhana, ajak ia berdiskusi. Misalnya saat memilih baju yang akan ia kenakan. Mom bisa menanyakan baju apa yang ingin ia pakai.   7. Biarkan ia bercerita Berikanlah kesempatan anak untuk mengekspresikan dirinya melalu cerita. Stimulus anak untuk menceritakan suatu hal, misalnya kejadian atau kegiatan apa yang ia lakukan di sekolahnya, bagaimana pelajaran hari itu, apa yang ingin ia lakukan untuk akhir pekan, dan lainnya. Dan ketika ia bercerita, Mom ataupun ayah jangan memotong ceritanya, dengarkanlah ceritanya hingga selesai. Sehingga anak merasa dihargai dan didengarkan, disayang.   8. Seringlah bermain dengan anak Banyak orang tua sekarang mendaftarkan anaknya ke dalam banyak kursus, les ini itu. Ketika ank seharian sudah sibuk dengan kegiatannya, sehingga begitu sampai di rumah sudah lelah dan kurangnya waktu bermain Mom dengan anak. Idelanya, luangkanlah banyak waktu bermain dengan anak setiap hari, jangan menyibukkannya dengan les ini itu.   9. Jadikan momen makan bersama menyenangkan Seringkali meski duduk bersama dalam meja makan, kita sibuk dengan “kegiatan” kita masing-masing. Misalnya saja, ayah sibuk dengan gadgetnya, ibu sibuk menyuapi anak, sedangkan anak sibuk dengan gadgetnya menonton video atau game. Cobalah untuk menjadikan momen makan bersama menjadi lebih menyenangkan dengan menciptakan obrolan hangat. Pasti lebih menyenangkan ya Mom.   10. Lakukan kontak mata Ketika berbicara dengan anak, lakukanlah kontak mata dengannya. Terlebih lagi usahakan saat berbicara dengannya buat posisi badan Mom dan anak sejajar. Dengan begitu, anak akan belajar kalau sikap ini sangat penting dalam sosialisasi, sehingga lawan bicara meras dihargai.   11. Disiplinkan dengan kasih sayang Banyak orang tua masih beranggapan bahwa cara terbaik untuk mendisiplinkan anak adalah dengan kekerasa, baik verbal maupun fisik. Namun sayangnya, tidak semua anak bisa disiplin dengan kekerasan. Bahkan justru dengan kekerasan anak belajar untuk bersikap kasar atau keras kepala. Cobalah disiplinkan anak dengan kasih sayang, dan lebih bersabar.   12. Lebih sering tersenyum Hal paling sederhana untuk membuat anak bahagia ialah selalu memberikannya senyuman. Lebih seringlah tersenyum pada anak sebagai ungakapan sayang padanya.