Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Jenis Cedera Pada Anak dan Cara Mencegahnya

Cedera yang tidak disengaja, adalah penyebab terbesar kematian dan kecacatan pada anak di bawah 15 tahun. Melindungi anak dari semua benjol, memar, goresan, dan jatuh dari masa kanak-kanak bukan hal yang tidak mungkin dan hal itu bisa jadi ide yang bagus. Cedera pada masa kecil adalah bagian dari tu

Cedera yang tidak disengaja, adalah penyebab terbesar kematian dan kecacatan pada anak di bawah 15 tahun. Melindungi anak dari semua benjol, memar, goresan, dan jatuh dari masa kanak-kanak bukan hal yang tidak mungkin dan hal itu bisa jadi ide yang bagus. Cedera pada masa kecil adalah bagian dari tumbuh dewasa untuk anak yang sehat, aktif, dan ingin tahu. Dengan beberapa langkah dan perencanaan praktis, insiden-insiden ini bisa menjadi hal yang tidak membahayakan jiwa anak dan bisa diperbaiki oleh ciuman, pelukan, atau hanya dengan plester. Ketika bayi dan anak-anak mulai bergerak lebih banyak, mereka lebih cenderung jatuh dan terbentur. Bayi bisa jatuh dari permukaan yang tinggi seperti tempat tidur, mengganti meja dan kursi tinggi. Anak-anak dapat jatuh dari furnitur, jendela dan balkon dan saat menuruni tangga. Kamar mandi yang licin juga berisiko. Cedera pada anak-anak sering terjadi ketika kita tidak mengharapkannya, karena anak-anak tumbuh dan mengembangkan keterampilan baru dengan sangat cepat. Hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk menjaga anak tetap aman adalah dengan memperhatikan keterampilan baru yang ia pelajari, dan tempat-tempat baru yang bisa diraih dan dijangkau. Sesuaikan lingkungan agar tetap menjadi tempat yang ramah anak.     Jenis Cedera Anak Paling Umum - Jatuh - Kecelakaan jalan raya - misalnya, berlari ke jalan - Keracunan - Luka bakar - Penyerangan   Jenis Cedera Paling Umum Penyebab Kematian Anak - Kecelakaan di jalan - Tenggelam - Tercekik dan mati lemas - Asap dan api - Kecelakaan sepeda     Cara Mencegah Cedera Serius Pada Anak - Awasi terus anak-anak dalam situasi di mana mereka kemungkinan besar akan mengalami kesulitan. Awasi anak-anak di tempat yang paling berisiko, seperti di kamar mandi dan dapur, di dekat air, dan di sekitar jalan dan mobil. - Mengikuti kursus pertolongan pertama merupakan ide yang sangat bagus sehingga kita siap menghadapi cedera atau kecelakaan yang mungkin dialami anak. - Selalu simpan peralatan P3K di rumah dan di kendaraan. - Simpan daftar nomor darurat di telepon genggam.   Jatuh Jatuh adalah penyebab paling umum dari cedera dan kunjungan ke rumah sakit di setiap kelompok umur. Awasi keterampilan baru yang anak pelajari dan tempat-tempat baru yang bisa ia jangkau, kemudian sesuaikan dengan kondisi rumah. Contohnya: - Pasang penjaga keamanan melintasi pintu masuk ke tangga dan balkon, dan selalu awasi anak saat berada di tangga dan balkon, bahkan jika ada pengasuh. - Kunci jendela, terutama jendela lantai atas atau lindungi dengan teralis/pelindung jendela yang terpasang dengan kuat agar anak tidak terjatuh. - Gunakan lampu malam berdaya rendah yang efisien untuk menjaga bayi di malam hari agar lebih aman. - Biarkan sebagian lampu di rumah menyala di malam hari, atau gunakan lampu sensor untuk memudahkan anak-anak yang lebih besar ke toilet tanpa tersandung.     Keracunan Anak-anak sering teracuni oleh bahan kimia, pembersih, dan obat-obatan rumah tangga biasa. Kita dapat mencegah keracunan dengan menyimpan obat-obatan, bahan kimia, dan pembersih di lemari tinggi yang terkunci, jauh dari jangkauan dan penglihatan anak-anak. Jika anak membutuhkan bantuan medis yang mendesak, hubungi ambulans.     Luka Bakar Untuk mencegah luka bakar, jauhkan anak dari api dan permukaan yang panas. Anak kecil memiliki kulit yang sangat sensitif, yang artinya mandi yang terlalu panas dapat membuat kulit anak melepuh dengan sangat cepat. Suhu aman untuk mandi anak adalah antara 37°C dan 38°C, sedangkan orang dewasa cenderung mandi dengan air antara 41°C dan 42°C. Awasi anak dengan cermat kapan pun ia berada di dekat benda-benda yang dapat terbakar, terutama di sekitar kompor, oven, microwave, pemanas, dan peralatan lainnya. Minuman panas dan mandi terlalu panas adalah penyebab utama luka bakar untuk bayi dan anak-anak. Berikut adalah beberapa tindakan pencegahan keamanan sederhana untuk menghindari risiko ini: - Jauhkan minuman panas dari dan dari jangkauan anak-anak. - Siapkan air panas ke kamar mandi maksimal 50°C. Tetapi ingat bahwa masih perlu mencampur air dingin dengan air panas yang keluar dari keran untuk mendapatkan suhu mandi yang tepat untuk bayi dan anak-anak. Jika terjadi luka bakar atau lepuh dan kita tidak yakin seberapa parah luka bakar pada anak, segera hubungi dokter, rumah sakit, atau pusat medis. Jika tidak, ambil langkah pertolongan pertama berikut: - Bawa anak ke tempat yang aman jika memungkinkan. Pastikan area tersebut aman dan tidak ada risiko cedera lebih lanjut. - Segera lepaskan pakaian anak, tetapi hanya jika tidak menempel di kulit. Lepaskan arloji atau perhiasan apa pun yang dikenakan anak, tetapi hanya jika bisa dilakukannya tanpa menyebabkan lebih banyak rasa sakit atau cedera. - Obati luka bakar hanya dengan air. Dinginkan area yang terbakar di bawah air mengalir selama 20 menit. Ini akan mengurangi kerusakan jaringan dan rasa sakit. Kita biasanya dapat melakukan ini hingga tiga jam setelah luka bakar. Pegang anak untuk memberikan kenyamanan. - Ketika telah menyelesaikan pengobatan dengan air atau saat membawa anak ke dokter, tutupi luka bakar dengan pembalut yang longgar, ringan, tidak lengket seperti bungkus plastik atau kain basah dan bersih. - Angkat anggota badan yang terluka bakar.     Tenggelam Anak-anak yang sangat muda cenderung tenggelam karena berat badan mereka cenderung lebih berat di bagian atas. Mereka dapat tergelincir ke dalam atau di bawah air dengan sangat tiba-tiba, dan mereka dapat tenggelam hanya dalam air yang dangkal sekalipun. Tenggelam bisa terjadi dengan sangat cepat. Anak kecil juga bisa tenggelam tanpa suara, tanpa batuk atau cipratan air, jadi kita mungkin tidak menyadari bahwa mereka dalam bahaya. Jangan pernah meninggalkan anak sendirian di dekat air, bahkan selama satu menit. Pastikan anak berada dalam jangkauan lengan dan dapat dilihat setiap saat.     Tersedak, Tercekik dan Mati Lemas Pakaian dan peralatan seperti boneka, botol, dankereta bayi dapat menjadi sumber risiko anak mengalami tercekik dan mati lemas. Tirai, kabel, tali, dan ponsel gantung bisa menjadi faktor risiko terjadinya cekikan. Sebaiknya jauhkan benda-benda tersebut dari jangkauan anak. Bayi dan anak kecil juga beresiko mati lemas jika terperangkap atau terjebak di bawah benda-benda rumah tangga seperti kotak, bantal atau kantong plastik.   Kiat-kiat ini dapat membantu melindungi anak dari tersedak:   1. Duduk sambil makan. Anak Anda lebih mungkin tersedak jika dia makan sambil berbaring, berlari-lari atau bermain, jadi duduk di meja atau bahkan di lantai akan mengurangi risiko. Jika kita duduk dengan anak saat dia makan, dan berbicara dengan atau menghiburnya, dia tidak akan terlalu tergoda untuk bangun dan berlari-lari.   2. Dorong anak Anda untuk mengunyah makanan dengan baik. Mengajari anak untuk mengunyah dan menelan dengan benar, dan mengambil waktu saat makan, akan mengurangi risiko tersedak.   3. Jaga agar potongan makanan teteap kecil. Sampai anak dapat mengunyah dengan baik, berikan makanan dalam potongan yang lebih kecil dari kacang polong. Apa pun yang lebih besar dari ini akan sulit dimakan dengan aman bagi anak-anak kecil. Hal ini karena saluran udara mereka kecil, dan mereka masih belajar mengunyah dan menelan dengan benar.   4. Masak, parut atau hancurkan makanan keras, terutama buah dan sayuran keras seperti wortel dan apel.   5. Hindari kacang utuh. Anak-anak biasanya dapat memakan kacang-kacangan dengan aman pada usia sekitar lima tahun, kecuali mereka memiliki alergi. Keripik jagung, permen, dan anggur juga bisa menjadi membuat tersedak.   6. Cobalah untuk menjaga benda kecil diluar jangkauan. Keingintahuan membuat anak-anak memasukkan hal-hal yang tidak biasa ke dalam mulut mereka. Periksa lantai untuk benda-benda kecil yang mungkin tercecer.   7. Gunakan mainan yang solid dan kokoh, dan hindari mainan dengan bagian kecil, bagian yang mudah pecah atau permukaan yang rapuh. Periksa mainan apakah ada isian terbuka dan sekrup dan kancing longgar. Hindari membeli mainan dengan baterai tombol.   8. Simpan mainan untuk anak kecil dan saudara yang lebih tua di kotak yang terpisah. Dorong kakak yang lebih tua untuk menjaga mainan kecil mereka dari jangkauan. Ini mungkin termasuk Lego, pakaian boneka, manik-manik, suku cadang mobil dan sebagainya.         Referensi: raisingchildren.net.au