hamil
menyusui
hamil minggu
anak sakit
ASI
MPASI
Resep mpasi
GTM
review

Susah Mendidik Anak Di Zaman Sekarang? Lakukan 5 Prinsip Orang Tua Bijak Ini

Mom, siapa di sini yang setuju menjadi orang tua itu susah? Apalalagi menjadi sosok orang tua yang bijak dalam mendidik anak zaman sekarang, susah ya!

Membesarkan anak di zaman sekarang ini rasanya susah susah gampang ya Mom. Mom, siapa di sini yang setuju menjadi orang tua itu susah? Menjadi sosok orang tua yang bijak dalam mendidik anak zaman sekarang, susah ya! Apalagi sekarang ini zaman milenial, yang mana pergaulan anak berbeda dengan cara bergaul di era kita dulu. Selain itu life stylenya pun sangat berubah dan terpengaruh oleh media sosia.   Kenapa susah-susah gampang, Mom?   Karena banyak anak yang memiliki pergaulan yang salah dan buruk, karena orang tuanya terlalu keras dalam pola asuhnya, terlalu mengekang, banyak larangan, dan cenderung diktator. Sehingga anak merasa tertekan dan malah jadi membangkang dengan orang tua.   Tapi bukan berarti orang tua yang “lembek” pada anak, anaknya menjadi baik juga. Banyak juga orang tua yang pola asuhnya mengikuti maunya anak, anak mau sekolah dimana diikuti saja, anak bergaul dengan siapa saja mungkin ia tidak tahu karena cenderung cuek, sehingga anak menjadi tidak tahu arahan dan menyimpang karena merasa bebas melakukan apapun. Jadi sebagai orang tua kita harus bijak dalam bersikap, memilih gaya didik anak sesuai dengan karakter anak.   Tentu idealnya menjadi orang tua yang bijak, dan itu harapan setiap orang tua untuk bisa menjadi sosok orang tua bijak dalam mendidik anaknya. Menjadi sosok orang tua bijak tidaklah mudah. Perlu usaha ekstra loh Mom. Mom dan suami perlu ekstra sabar, esktra pendekatan dengan anak sehingga mengetahui pola pikir anak, ekstra usaha untuk mengenali gaya bergaul anak zaman sekarang, sehingga Mom dan suami bisa mencari cari pendekata yang sesuai dengan gaya bergaul anak.   Nah, berikut ada 5 prinsip menjadi orang tua bijak dalam mendidik anak: 1. Pahamilah anak bukan properti miliki orang tua Meskipun Mom yang melahirkan dan kalian sebagai orang tua yang membesarkan anak, tetapi haruslah dipahami bahwa anak bukanlah barang atau properti miliki orang tua.   Banyak orang tua salah kaprah, bahwa anak harus patuh dan menurut terhadap orang tua. Sebenarnya bukan patuh dan menuruti semua keinginan orang tua, tapi sebenarnya lebih pada menghormati orang tua. Bukan semua keinginan dan perintah orang tua harus dituruti.   Sebagai orang tua yang bijak, Mom dan suami tidak bisa memaksa anak untuk melakukan suatu hal, misalnya memaksanya untuk mengikuti kursus musik yang bukan menjadi hobi atau kesukaannya. Karena anak sebagai seorang pribadi atau individu memiliki keinginan sendiri dalam dirinya. Ia tentu ingin melakukan hal apa yang ia sukai.   Justru ketika orang tua terlalu memaksakan keinginannya terhadap anak, jutsru anak akan semakin melawan, membangkang, dan tidak menghargai kalian sebagai orang tua. Dengan menghargai keinginan anak, Mom dan suamipun akan dihargai lebih oleh anak, karena ia akan semakin merasa disayang dan dihargai oleh orang tuanya.   Banyak orang tua yang sudah merancang masa depan anaknya, nanti ketika anaknya sudah besar harus jadi seperti apa, misalnya harus mewarisi bisnis atau perusahaan orang tuanya. Padahal mungkin saat anak ini tumbuh remaja, ia menemukan bidang yang ia sukai seperti memasak dan bercita-cita untuk memiliki usah kuliner atau restoran. Ketika mendengar anak tersebut bercita-cita membuka usaha kuliner, orang tua pada umumnya akan marah dan kecewa karena anaknya tidak mau menuruti mereka mewarisi bisnisnya. Namun orang tua yang bijak, akan dengan senang hati menerima keinginan anaknya, justru mendukungnya dan memberikan arahan.   Menjadi orang tua bijak tidak berarti apa yang diinginkan anak diikuti loh Mom. Tapi sebagai orang tua, Mom dan suami wajib memberitahunya, memberinya arahan, tapi tidak memaksanya karena anakpun punya hak untuk memilih apalagi ketika ia sudah dewasa, menurut legalitas (17 tahun ke atas).   2. Anak adalah cerminan orang tua Prinsip menjadi orang tua bijak dalam mendidik anak yang harus Mom dan suami ingat ialah anak merupakan cerimanan orang tua. Tingkah laku, sikap anak mencerminkan bagaimana orang tuanya.   Anak itu seperti sponge. Ia akan menyerap apa yang dituangkan padanya. Anak adalah peniru yang handal. Jadi untuk menjadi orang tua yang bijak, haruslah kita berhati-hati dalam berperilaku, bertutur kata, apalagi di depan anak. Karena apa yang ia lihat, bagaimana orang tuanya bersikap, berbicara, akan turut membentuk karakternya kelak.   3. Bantu anak menemukan bakatnya Setiap anak tentunya spesial dan dilahirkan dengan bakat mereka masing-masing. Tak semua bakat anak sama dengan bakat orang tuanya. Misalnya orangnya berbakat menjadi pelukis, tetapi belum tentu anaknya memiliki bakat melukis juga. Bisa saja anak tersebut memiliki bakat dibidang lain, misalnya berakting.   Menjadi orang tua yang bijak dalam mendidik anak, Mom dan suami perlu berperan aktif untuk membantu anak menemukan bakatnya. Anak tentu masih “meraba”, bekum memiliki arahan jelas akan masa depannya, bidang apa yang menjadi bakatnya. Sebagai orang tua bijak, kita wajib membantunya dengan memberikannya arahan, misalnya Mom bisa mencoba memasukkan ke berbagai kursus (dengan catatan anak juga memang mau mengikuti kursus itu) dengan sendirinya nanti anak akan mengetahui kursus mana yang ia sukai, apa yang menjadi bakatnya.   4. Jangan terburu-buru terhadap tumbuh kembang anak Banyak orang tua banyak memaksa anak untuk ikut kursus ini itu agar anaknya menjadi anak super yang serba bisa, serba hebat bidang apapun. Mereka tak mau anaknya kalah dengan anak lain yang bisa bidang ini itu. Mereka lupa bahwa anak memiliki fase tumbuh kembang yang berbeda-beda.   Menjadi orang tua yang bijak, tentu perlu menyadari bahwa fase tumbuh kembang anak berbeda. Meski pada umur yang sama belum tentu kemampuannya sama. Misalnya sama-sama di umur 2tahun, tapi ada anak yang sudah bisa berhitung, ada anak yang belum bisa berhitung tapi pandai mewarnai.   Bersabarlah dengan fase tumbuh kembang anak dan dampingilah anak. Jangan terlalu dipaksakan dan diberikan stimulus berlebih.   5. Pujian adalah asupan emosional positif anak Memberikan pujian pada anak merupakan cara yang baik untuk tumbuh kembangnya, khususnya asupan emosional positif anak. Menjadi orang tua bijak, Mom dan suami harus memuji anak ketika anak melakukan suatu hal yang luar biasa, yang ia berusaha sungguh-sungguh. Sehingga ia akan merasa dihargai dan termotivasi untuk melakukan hal positif lainnya.   Anak yang sering mendapatkan pujian dari orang tuanya memiliki perkembangan emosional yang lebih baik dan positif dibandingkan dengan anak yang jarang dipuji apalagi dengan anak yang malah suka dicaci.   Perlu diingat, orang tua yang bijak mau terus belajar dan menyesuaikan dengan perkembagan anaknya ya Mom