Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Saat Ada Adik, Si Kakak Berubah? 5 Cara Mencegah Perilaku Degradasi pada Kakak

Saat kedatangan anggota baru di rumah, alias seorang bayi kecil, biasanya perhatian orang dewasa akan tertuju pada sang bayi, saat ini tidak heran bila sang kakak akan mulai kesepian, sebagai usaha dia untuk mencari perhatian orang tuanya, mungkin si kakak akan melakukan hal-hal yang dia lihat adikn

Saat kedatangan anggota baru di rumah, alias seorang bayi kecil, biasanya perhatian orang dewasa akan tertuju pada sang bayi, saat ini tidak heran bila sang kakak akan mulai kesepian, sebagai usaha dia untuk mencari perhatian orang tuanya, mungkin si kakak akan melakukan hal-hal yang dia lihat adiknya lakukan. Contohnya dia berubah jadi sering menangis dan rewel, berubah jadi minum susu pakai dot lagi, atau malah ngompol lagi dan mau tidak mau Bunda harus pakaikan dia popok? Ini semua adalah contoh anak degradasi. Degradasi disini merupakan perubahan pada anak yang bersifat negatif, anak yang tadinya sudah lulus potty training, mendadak jadi suka ngompol lagi. Yang tadinya sudah minum susu pakai gelas, ingin minum pakai botol dot lagi. Jika orang tua tidak memiliki bimbingan yang tepat pada saat ini, dan malah mengabaikan emosi negatif anak-anak yang lebih tua, seiring waktu, anak-anak yang lebih tua berpikir bahwa orang tua mereka tidak mencintainya, dan menginternalisasi emosi negatif ini ke dalam cara mereka sendiri, bahkan menyerang atau yang biasa lebih dikenal dengan kata bullying. Dan buruknya, bila orang tua masih tidak memberikan bimbingan pada sang kakak, kelakuan buruk sang kakak akan semakin parah.   Karakterisasi perilaku degradasi anak yang lebih tua:   1. Pelajari perilaku adik-adik, seperti minum susu dengan botol, mengisap dot, dll. 2. Bully, memukul teman dan adik. 3. Sudah lulus potty training tapi malah ngompol lagi, bahkan balik ke masa masih pakai popok. 4. Sang kakak jadi rewel dan suka menangis tanpa alasan, Bunda pun harus menemani dia terus menerus. 5. Kemampuan bahasa dan berbicara jadi merosot menjadi tidak suka berbicara. Cara mencegah perilaku degradasi pada sang kakak:   1. Jangan menakuti anak Beberapa orang dewasa sering bercanda kepada anak yang akan mempunyai adik dan bilang "Kalau adikmu lahir, nanti Mama Papa gak sayang kamu lagi". Ini sangat buruk untuk perkembangan sang kakak, tidak peduli itu adalah candaan atau ancaman, jangan pernah menggunakan kalimat seperti itu untuk si kecil yang akan menjadi kakak. Pikiran anak-anak belum matang, mudah untuk menganggap lelucon orang dewasa dengan serius dan saat itu hati sang anak akan terluka dan takut.   2. Membantu anak yang lebih besar untuk melakukan konstruksi psikologis Sering berbicara dengan anak-anak yang lebih tua tentang kedatangan bayi baru lahir, dan bahkan membaca buku bergambar buku bersama, sehingga setelah kelahiran adik-adik, anak-anak yang lebih besar akan membuat perubahan psikologis terlebih dahulu karena perubahan dalam kehidupan keluarga. Bahkan jika perlu, sang kakak bisa ikut serta merawat bayi yang baru lahir, supaya bondingnya semakin kuat.   3. Bimbing anak yang lebih besar untuk mengekspresikan kebutuhan mereka Setiap hari, Ayah Bunda harus meluangkan waktu bersama sang kakak, quality time bersama anak yang lebih besar. Jikalau cuma 10 menit pun tidak apa, Bunda tetap bisa membimbing dan membantu mereka belajar untuk mengungkapkan perasaan batin mereka, bisa lewat ngobrol ataupun bermain. Cara ini bisa membuat sang kakak lebih nyaman, tidak gampang cemas dan emosi juga.   4. Biarkan sang kakak ikut berpartisipasi Penting bagi anak yang lebih tua untuk ikut berpartisipasi dalam proses kehamilan dan persalinan, yang dimaksud persalinan di sini tentunya adalah masa dimana Bunda akan bersalin, contohnya ikut pergi belanja kebutuhan adiknya, bantu beres-beres tas melahirkan, merapikan ruangan atau baby crib untuk adiknya. Bimbing sang kakak untuk ikut serta dalam kehidupan adiknya, misalnya minta tolong jaga adiknya, perhatikan kenapa adiknya menangis, karena popok basah atau karena lapar? Ayah Bunda jangan lupa berikan pujian dan dorongan semangat untuk sang kakak.   5. Hindari memperdalam kecemasan batin sang kakak Jika sang kakak sebelumnya, sebelum punya adik, belum pergi ke TK ataupun day care, Ayah Bunda jangan langsung memasukan dia ke TK ataupun menitipkannya di daycare saat nanti dia punya adik. Hal ini mungkin akan membuat dia merasa 'dibuang' dan akan membuatnya cemas serta merasa tidak dicintai lagi.   Dalam menghadapi degradasi pada kakak, orang tua tidak boleh marah, malah harus lebih memperhatikan perasaan anak dan jangan pernah membandingkan anak-anak, jangan menciptakan kompetisi.