Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Jangan Remehkan! 3 Fakta Perjuangan Hebat Ibu Melahirkan Caesar

Ibu yang melahirkan caesar juga berjuang dan bertaruh nyawa dirinya untuk sang bayi. Ia menghadapi banyak resiko bukan hanya saat  proses melahirkan, namun juga paska operasi caesar dan merasakan sakit luar biasa.

Ibu yang melahirkan caesar juga berjuang dan bertaruh nyawa dirinya untuk sang bayi. Ia menghadapi banyak resiko bukan hanya saat  proses melahirkan, namun juga paska operasi caesar dan merasakan sakit luar biasa.   Melahirkan dengan proses caesar sering kali diremehkan. Masih banyak pandangan di masyarakat kita, bahwa perjuangan seorang ibu terlihat dari proses melahirkan normal. Ibu yang melahirkan caesar sering dianggap belum merasakan menjadi ibu atau wanita seutuhnya karena tidak merasakan sakit seperti melahirkan normal. Ada juga anggapan yang mengatakan bahwa ibu dengan proses melahirkan normal jauh berkorban dan bertaruh nyawa dibandingkan dengan ibu yang melahirkan dengan proses caesar.   Setuju gak kamu Mom dengan padangan seperti di atas? Yang membedakan perjuangan dan pengorbanan ibu yang melahirkan caesar dan normal.   Apa benar ibu yang melahirkan caesar tidak berkorban dan bertaruh nyawa saat proses melahirkan? Dan apakah proses melahirkan caesar lebih enak karena tidak merasakan sakit dibandingkan proses melahirkan normal?   Sebelumnya, mari kita sama-sama ketahui dulu bagaimana prosedur melahirkan secara caesar.   Melahirkan secara caesar artinya ibu mengeluarkan bayi melalui sayatan dari perut bawah ibu, bukan pada vagina seperti melahirkan normal. Sebelum dilakukan pembedahan, dokter akan melakukan proses anastesi atau pembiusan epidural, sehingga membuat perut ke bawah menjadi mati rasa saat proses pembedahan atau penyatan. Jadi, saat proses melahirkan caesar, ibu tetap dalam kondisi sadar, namun ia tidak akan merasakan sakit saat perut bawahnya disayat karena sudah mati rasa. Namun, ada kasus tertentu dokter akan melakukan pembiusan umum. Selain itu, dokter juga mungki akan memberikan oben penenang pada ibu agar lebih rileks.   Sebenarnya ada 3 fakta yang harus kita ketahui untuk membuka mata kita terhadap perjuangan ibu melahirkan caesar. Seperti mengutip dari halaman Bright Side, bahwa ibu yang melahirkan caesar juga membutuhkan keberaninan dan kekuatan besar. Karena melahrikan caesar juga mempertaruhkan nyawa untuk sang bayi.   Berikut 3 fakta perjuangan hebat ibu melahirkan caesar:   1. Keberanian menghadapi konsekuensi prosedur operasi caesar Melahirkan dengan proses caesar dianggap sebagai hal yang biasa, karena saat ini sudah banyak ibu memilih proses melahirkan caesar dibandingkan normal. Padahal melahirkan dengan caesar tergolong prosedur operasi besar dalam kedokteran.   Seperti yang sudah dijelaskan di atas bagaimana prosedur umum melahirkan caesar, bahwa bayi lahir melalui sayatan pada perut bawah ibu, bukan vagina. Meskipun saat disayat ibu tidak merasakan sakit, namun setelah efek obat anastesinya habis, ibu akan merasakan sakit luar biasa.   Bayangkan saja Mom, ibu yang melahirkan dengan operasi caesar mengalami bedah di perut bagian bawah, 7 lapisan kulitnya disayat. Dokter akan menyayat lapisan kulit terluar hingga ke dinding rahim untuk dapat mengeluarkan bayi. Dan setelah bayi dikeluarkan, lapisan itu akan ditutup dengan dijahit tiap-tiap lapisan kulitnya. Perjuangan dan pengorbanan hebat juga bukan Mom.   Ditambah lagi, ibu yang melahirkan caesar biasanya menghadapinya seorang diri tanpa ditemanin suami ataupun keluarga yang mendukungnya. Melahirkan caesar merupakan perjuangan melawan rasa takut dan kesendirian, dengan kekuatan dari dalam diri ibu sendiri masuk dalam ruang operasi dan menunggu mendengar tangisan pertama sang buah hati dengan hati was-was.   Di samping itu, ibu yang melahirkan caesar mungkin akan merasakan mual, muntah, dan sakit kepala sebagai efek dari pembiusan.   2. Resiko lebih tinggi pada fisik ibu dan bayi Sama halnya seperti operasi besar lainnya, melahirkan caesar juga memiliki resiko tinggi baik untuk ibu dan bayi, bahkan berpotensi menyebabkan komplikasi lebih tinggi dibanding melahirkan normal.   Resiko yang akan dihadapi ibu dengan melahirkan caesar ialah saat prosedur operasi caesar dan sesaat sesudah proses melahirkan selesai. Resiko yang dapat dialami ibu melahirkan caesar seperti besarnya kemungkinan akan kehilangan banyak darah saat proses melahrikan caesar, resiko terjadinya penggumpalan darah. Selain itu juga tingginya resiko infeksi akibat cedara pada usus besar atau kantung kemih. Sehingga, resiko ibu meninggal karena proses melahirkan caesar lebih tinggi dibandingkan melahirkan normal. Selain itu, ada resiko jangka panjang yang ibu harus hadapi yaitu leher rahim yang terhalang dengan tumbuhnya plasenta di dalam rahim (plasenta previa) serta bisa mengalami gangguan plasenta akreta yang dapat menyebabkan pendarahan hebat setelah melahirkan.   Tidak hanya pada ibu, resiko melahirkan secara caesar pun bisa dialami oleh bayi, yaitu kondisi cedera saat proses melahirkan dan gangguan pernafasan jika bayi dilahirkan sebelum usia di kandungan 39 minggu.   3. Melewati proses pemulihan yang lama   Bila proses pemilhan paska melahirkan normal mungkin 1-2 hari, bahkan ibu sudah bisa berjalan perlan-lahan sesaat setelah melahirkan. Berbeda dengan proses pemulihan paska melahirkan caesar, yang mana lebih lama. Adanya luka bekas jahitan yang sakit luar biasa, membuat ibu tidak dapat langsung bangun dari tempat tidur, berjalan atau beraktivitas.   Umumnya ibu yang melahirkan normal di rumah sakit 2- 3 hari, sedangkan ibu melahirkan caesar 4 – 5 hari. Namun, saat pulang ke rumah, rasa sakit bekas jahitan operasinya belum hilang semua. Sehingga ibu yang melahirkan caesar selain berjuang melawan sakit bekas luka operasi juga berjuang untuk merawat sang bayi yang tentu sangat menguras tenaga.   Biasanya ibu yang melahirkan secara caesar memerlukan waktu pemulihan total 4-6 minggu. Namun, terkadang rasa sakit dan ngilu pada bekas jahitan terasa meski sudah bertahun-tahun. Banyak ibu yang pernah melahirkan caesar mengatakan bahwa terkadang ia merasakan ngilu pada bekas luka jahitan bila cuaca sedang dinggin, atau sakit bila mengangkat beban berat.   Jadi, melahirkan caesar juga tidak mudah ya Mom. Ibu yang melahirkan caesar juga berjuang dan bertaruh nyawa, ia merasakan sakit juga Mom. Ibu yang melahirkan baik normal maupun caesar sama-sama sudah melewati fase yang luar biasa dalam hidupnya, melahrikan seorang bayi atau anak ke dunia.