Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Perubahan Pup / Feses / Kotoran Yang Normal Pada Bayi MPASI

Bayi 6 bulan yang sudah diperkenalkan pada MPASI tentunya akan memiliki bentuk pup / feses / kotoran yang berbeda dengan sebelum ia mulai makan makanan padat. Mom tentunya perlu mengetahui ciri-ciri pup / feses / kotoran yang normal pada bayi MPASI untuk dijadikan acuan dalam mengetahui kondisi kese

Bayi 6 bulan yang sudah diperkenalkan pada MPASI tentunya akan memiliki bentuk pup / feses / kotoran yang berbeda dengan sebelum ia mulai makan makanan padat. Mom tentunya perlu mengetahui ciri-ciri pup / feses / kotoran yang normal pada bayi MPASI untuk dijadikan acuan dalam mengetahui kondisi kesehatan Si Kecil kecil, termasuk bila ia terkena diare ataupun sembelit. Bagaimana perubahan pup / feses / kotoran yang normal pada bayi MPASI?   (Image Source: Google)       Perubahan Pup / Feses / Kotoran Yang Normal Pada Bayi MPASI   1. Aroma Pup / Feses / Kotoran bayi MPASI menjadi lebih tajam   (Image Source: Google)   Pup bayi saat asupannya hanya dari ASI atau susu formula, aromanya tidak begitu bau. Namun saat sudah mulai mengonsumsi MPASI, bersiaplah Mom untuk menahan napas sambil mengganti popok Si Kecil karena ia akan mulai mengeluarkan pup / feses / kotoran yang aromanya lebih tajam. Aroma yang tajam ini disebabkan oleh beragam jenis MPASI yang dikonsumsinya.   2. Pup / Feses / Kotoran bayi MPASI menjadi lebih berwarna   Bila sebelumnya warna pup / feses / kotoran Si Kecil kuning kecoklatan atau hijau kecoklatan saat ia hanya minum ASI eksklusif atau susu formula, saat ia mulai mengonsumsi makanan padat, warna pup / feses / kotoran bayi akan lebih berwarna. Karena sistem pencernaan bayi 6 bulan masih belum kuat, maka apa yang ia makan dalam menu MPASI nya akan mempengaruhi warna pup / feses / kotoran Si Kecil.   Contohnya, saat Mom memberinya pure brokoli, akan membuat warna pup/feses/kotoran bayi menjadi agak kehijauan. Saat Mom memberinya puree wortel, warna pup / feses / kotoran bayi juga berubah menjadi warna oranye cerah. Namun, jangan khawatir karena hal ini normal. Dan Mom tenang saja karena seiring dengan perkembangan sistem pencernaan bayi yang semakin baik, nantinya warna pupnya akan normal dan tidak terpengaruh lagi dari apa yang ia makan.   3. Pup / Feses / Kotoran bayi MPASI menjadi lebih padat    (Image Source: Google)   Setelah mulai mengonsumsi MPASI, pup / feses / kotoran bayi akan berubah dari yang sebelumnya lebih lunak dan lebih cair menjadi lebih padat baik dari segi konsistensi maupun bentuknya. Pup / feses / kotoran bayi MPASI yang menjadi lebih padat menandakan bayi sudah memiliki sistem pencernaan yang lebih kuat.    Namun Mom perlu waspada bila pup / feses / kotoran bayi seperti bongkahan-bongkahan kecil sebesar kelereng atau cukup besar dengan tekstur keras atau sangat keras bahkan bila ditekan, karena itu pertanda bayi mengalami sembelit atau konstipasi. Apalagi bila bayi tidak nyaman, terlihat mengejan saat buang air besar hingga pup / feses / kotoran bayi yang keluar disertai darah akibat anusnya mengalami iritasi. Warna pup / feses / kotoran bayi yang mengalami sembelit adalah gelap, atau cokelat atau sedikit hitam.   Bila bayi mengalami sembelit lebih dari lima hari, maupun diare lebih dari satu hari, segera periksakan ke dokter.   (Kotoran bayi sembelit. Image source: Google)   Bayi bisa susah buang air besar bila MPASI yang dikonsumsinya kurang serat dan air. Review kembali menu MPASI Si Kecil dengan memperbanyak buah dan sayur, untuk melancarkan buang air besarnya. Namun jangan terlalu banyak serat juga ya Mom karena malah memicu sembelit. Kok bisa? Jawabannya ada di sini:    >> Kenali Tanda dan Penyebab Sembelit Pada Bayi MPASI PART 1 >> Cara Ampuh Mengatasi Sembelit Pada Bayi MPASI    4. Pup / Feses / Kotoran bayi MPASI kadang terlihat seperti makanan yang tidak tercerna    Terkadang pup / feses / kotoran bayi MPASI terlihat seperti makanan yang tidak tercerna. Mom tidak perlu khawatir bila itu terjadi karena itu adalah tanda dari sistem pencernaan bayi yang mulai belajar mencerna potongan makanan.    5. Frekuensi buang air besar bayi MPASI menjadi lebih sering   (Image Source: Google)   Frekuensi buang air besar yang menjadi lebih sering terutama di masa awal pemberian adalah normal, sebagai salah satu reaksi pencernaan bayi yang belum matang. Sistem pencernaan bayi akan semakin beradaptasi seiring berjalannya waktu dan frekuensi buang air besar Si Kecil akan kembali normal.       Semoga bermanfaat!