Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

MPASI: Naikkan Berat Badan Bayi dengan Lemak Tambahan

Mom pernah gak ngalami bingung kenapa berat badan bayi kok tidak naik?  Padahal menurut Mom ia banyak minum asi dan makan MPASInya pun lahap, selalu habis. Tapi kenapa ya kok berat badannya tidak naik juga? Kalau begitu, mungkin MPASI yang diberikan padanya kurang gizi lemaknya. Coba deh Mom berikan

Mom pernah gak ngalami bingung kenapa berat badan bayi kok tidak naik?  Padahal menurut Mom, ia banyak minum asi dan makan MPASInya pun lahap, selalu habis. Tapi kenapa ya kok berat badannya tidak naik juga? Kalau begitu, mungkin MPASI yang diberikan padanya kurang gizi lemaknya. Coba deh Mom berikan lemak tambahan pada MPASI bayi untuk naikkan berat badannya. Karena lemak tambahan sangat membantu loh Mom untuk naikkan berat badan bayi.   Salah satu kecemasan banyak ibu ialah soal berat badan bayi. Karena berat badan menjadi salah satu indikator pertumbuhan bayi. Sehingga rasanya tidak tenang bila ketika cek ke dokter, berat badan bayi tidak mengalami kenaikan. Banyak cara yang dilakukan ibu untuk menaikkan berat badan bayinya. Ketika si bayi hanya minum asi, maka ibu mencoba untuk mengkonsumsi asi booster ataupun makan makanan yang dapat menambah kadar lemak dalam asi. Namun ketika usia bayi sudah lebih dari 6 bulan, maka ibu bisa berkreasi dengan MPASInya.   Salah satu cara untuk menaikkan berat badan bayi ialah dengan memberikan lemak lebih banyak pada MPASI bayi. Seperti yang kita ketahui lemak terdiri dari 2 macam, yaitu lemak hewani dan lemak nabati. Lemak hewani yang Mom bisa berikan pada daging, minyak ikan, dan kuning telur. Sedangkan lemak nabati bisa diberikan mentega, minyak sawit, kacang tanah, santan, dan kelapa.   Selain itu, Mom juga bisa memberikan lemak tambahan. Misalnya Mom memasak kaldu buntut sebagai lemak dari MPASI. Namun di samping itu, Mom juga mencampurkan lemak tambahan sebagai pelengkap gizi dan memperkaya lemak dalam MPASI.   Macam-Macam Lemak Tambahan:   1. Unsalted Butter Mungkin Mom sering mendengar UB, dan bingung apa sih UB itu. UB merupakan unsalted butter. Dipasaran sebenarnya ada berbagai butter ya Mom, ada yang salted (ada kandungan garam) dan unsalted (tidak mengandung garam). Namun alangkah baiknya untuk anak di bawah usia 1 tahun diberikannya unsalted butter.   Adapun beberapa brand unsalted butter yang Mom bisa beli seperti:Elle & Vire, Anchor, dan Lupark.   Mom, bisa menggunakan UB ini sebagai pengganti minyak saat menggoreng atau menumis bahan MPASI untuk si bayi. Namun, jangan sampai terlalu panas ya Mom, cukup sampai ia lumer lalu langsung masukkan bahan masakan MPASI selanjutnya. Karena bila terlalu panas, kandungan lemaknya tidak akan diserap tubuh secara optimal.   Selain sebagai pengganti minyak untuk menumis atau menggoreng, Mom bisa juga langsung membubuhi UB ke dalam MPASI yang masih panas atau hangat, dan ia akan lumer dengan sendirinya.   2. Extra Virgin Olive Oil (EVOO)   Extra Virgin Olive Oil atau EVOO ini merupakan minyak zaitun. Cara penggunaan EVOO ini ialah sebagai dressing pada makanan. Jadi ketika Mom sudah menyiapkan MPASI untuk si kecil, Mom bisa menambahkan atau menuangkan EVOO ke dalam masakan itu. Berapa banyak? Gak perlu terlalu banyak ya Mom, kira-kira sebanyak 1 sendok makan, kemudian aduk rata, baru sajikan untuk bayi.       Berbagai merek EVOO dipasaran: Filipo, Berio, Bertollio, Colavita, Casa di Oliva, dan Borges.   3. Extra Light Olive Oil (ELOO)   Ini merupakan jenis olive oil yang lebih light , sehingga bisa digunakan untuk menumis maupun dicampurkan pada MPASI yang sudah siap disajikan. Berbagai merek ELOO dipasaran: Filipo, Berio, Bertollio, Colavita, dan Borges.     4. Extra Virgin Coconut Oil (EVCO)   Extra Virgin Coconut Oil atau EVCO ini merupakan minya sawit atau minyak kelapa.     5. Virgin Coconut Oil (VCO)   Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak kelapa buatan sendiri. Contohnya ialah membuat santan yang mana Mom hanya perlu menambahkan air hangat ke perasan kelapa, kemudian lansung dicampurkan ke dalam MPASI, tanpa dimasak.   6. Keju Keju bisa diberikan sebagai lemak tambahan kepada bayi saat ia sudah berusia 8 bulan. Atau Mom bisa mencobanya terlebih dahulu memberi keju sedikit, kemudian lihat apakah buang airnya mencret atau tidak. Jika tidak, Mom bisa lanjutkan memberi keju.     Namun, ingat ya Mom, beri keju yang rendah garam. Adapun keju rendah garam yang Mom bsia temukan di pasaran seperti Babybell, Bellcube, Laughing Cow, Diamon, dan Prochiz.   7. Minyak goreng atau minyak sayur   Minyak goreng, seperti minyak canola, minyak jagung, yang ada di pasaran juga bisa diberikan sebagai lemak tambahan. Minyak canola, minyak jagung mengandung sumber asam lemak esensial, yaitu asam lemak omega 3 dan asam lemak omega 6, yang bermanfaat untuk kesehatan.     Bahkan Mom bisa juga menggunakan minya sayur biasa seperti Bimoli, Sunco, Filma, juga sebenarnya bisa menjadi lemak tambahan. Karena ketika bahan MPASI digoreng dengan minyak tersebut, secara langsung kalori dalam MPASI itu pun lebih banyak dibandingkan MPASI yang dikukus. Tapi ingat ya Mom, selalu gunakan minyak tersebut 1 kali pemakaian, jangan digunakan berkali-kali dan yang penting ialah jangan minyak curah.     Selain memberikan lemak tambahan pada MPASInya, Mom juga bisa mengurangi camilan instan pada si bayi, ganti camilan tersebut dengan camilan homemade, seperti macaroni kukus dengan daging cincang halus dan keju. Bisa juga Mom memberikan yoghurt dan oat.