Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

14 Tips Mengatasi Bayi GTM Saat MPASI (Part 1)

Mom, siapa yang suka bete saat bayi kita mulai melakukan aksi GTM (Gerakan Tutup Mulut) dan mogok makan? Apalagi kalau MPASI nya homemade dan dibuat dengan cukup menyita waktu dan effort. Ekspektasinya bayi bisa makan dengan lahapnya eh realitanya berakhir di tong sampah akibat makanannya banyak yan

Mom, siapa yang suka bete saat bayi kita mulai melakukan aksi GTM (Gerakan Tutup Mulut) dan mogok makan? Apalagi kalau MPASI nya homemade dan dibuat dengan cukup menyita waktu dan effort. Ekspektasinya bayi bisa makan dengan lahapnya, eh realitanya berakhir di tong sampah akibat makanannya banyak yang tersisa. Apa saja 14 tips yang bisa Mom lakukan untuk mengatasi bayi yang GTM dan mogok makan saat diberikan MPASI?   (Image Source: Google) Bukan hanya GTM yang biasanya dilakukan bayi yang susah makan. Mereka bahkan bisa menyemburkan makanannya, melepeh, atau cara-cara lainnya supaya makanan tidak masuk mulutnya. Kalau sekali-sekali GTM masih enggak masalah, kalau GTM dan mogok makannya sering, dampaknya bukan hanya bayi jadi mudah sakit, berat badan pun menurun, dan tentu saja bayi jadi kekurangan gizi yang sangat diperlukan untuk tumbuh kembangnya.   Penyebab bayi GTM atau mogok makan mungkin bisa jadi karena ia bosan, sedang sakit, tidak lapar, trauma dan inappropriate feeding practice (perilaku makan yang tidak benar atau pemberian makanan yang tidak sesuai usia).      14 Tips mengatasi bayi GTM saat diberikan MPASI   1. Perhatikan tanda bayi GTM dan mogok makan karena masih kenyang   Bila ia sudah kenyang, Mom bisa tawarkan kembali ia makan di jam lainnya. Jangan paksakan bayi menghabiskan makanan bila ia sudah kenyang. Tanda bayi tidak mau makan lagi atau kenyang adalah dengan menggelengkan kepalanya, menangis, memberontak atau melengkungkan bagian atas badannya ke arah depan saat Mom menyodorkan makanan ke mulutnya.   (Image Source: Google)   2. Berikan MPASI setelah menyusui, bukan sebaliknya. Dan berikan jeda waktu diantara jadwal menyusui dan pemberian makan   Sebaiknya Mom memberikan bayi makan setelah menyusui, bukan sebaliknya. Selain untuk mengaktifkan enzim pencernaannya, ini akan membuat bayi tetap ingin menyusui ASI sebagai sumber makanan utamanya(2/3 asupan bayi per hari dari ASI dan 1/3 dari MPASI). Bila bayi makan MPASI terlebih dahulu sebelum menyusu, tentunya ia akan kenyang saat jadwal menyusu tiba dan jadi tidak tertarik lagi dengan ASI.   Selain itu perlu Mom berikan jeda di antara jadwal menyusui dan pemberian makan MPASI agar bayi tidak kenyang saat jadwal makan tiba. Biasanya saya berikan jeda 40-60 menit setelah menyusui baru saya berikan MPASI.   3. Tetap sabar dan jangan pernah sekali-sekali memaksakan bayi makan untuk menghindari trauma    Seringkali bayi dipaksakan makan banyak dengan porsi besar dan harus habis tanpa peduli bagaimana caranya dan berapa lama waktu makannya. Mulai dari membujuk dengan cara halus, memberikan reward hingga memaksakan makan dengan cara diktator menjejalkan makanan ke mulut bayi tanpa peduli tangisan keras dan mood bayi saat itu. Tentunya ini sangat salah ya Mom.    Dalam memberikan makan, bukan cuma porsinya yang harus Mom perhatikan, tapi juga kandungan gizi di dalamnya. Dalam 1 porsi makan, harus mengandung 35 persen karbohidrat, 30 persen protein hewani, 10 persen protein nabati dari kacang-kacangan dan 25 persen sayuran dan buah-buahan.    Baca juga: Yang Perlu Mom Tahu Soal Pemberian MPASI Part 1 Yang Perlu Mom Tahu Soal Pemberian MPASI Part 2   Tanamkan di pikiran Mom, bayi yang sehat bukanlah bayi yang gendut dan harus banyak makan. Selama berat badan menurut usia bayi Mom menunjuk pada kurva normal di garis KMS dan DSA menyatakan bayi Mom sehat dan tidak kekurangan gizi, Mom tidak perlu terpaku bayi harus gendut agar yakin bayi Mom sehat. Tidak selalu bayi sehat itu identik dengan bayi yang gemuk.    Mengatasi bayi GTM memang membutuhkan kesabaran ekstra. Tetaplah tenang dan jangan pernah sekalipun memaksakan bayi makan apalagi sampai memarahinya karena hanya akan membuatnya semakin tidak mau membuka mulut, rewel hingga trauma setiap kali Mom menyodorkan sendok ke mulutnya. Mom bisa coba menawarkan lagi makanannya di jam lainnya atau tawarkan menu lainnya.    (Image Source: Google)   4. Batasi waktu makan tidak lebih dari 30 menit   Batasi waktu makan tidak lebih dari 30 menit, karena lebih dari itu berarti bayi sudah tertarik dengan makanan atau mungkin ia belum lapar. Habis tidak habis makanannya sebaiknya Mom stop menyodorkannya makanan karena pemberian makan sudah tidak efektif. Latih bayi untuk mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri.   5. Berikan makan dengan porsi kecil dan frekuensi yang lebih sering serta padatkan nutrisinya   Mengatasi GTM atau mogok makan juga bisa dengan memberikan bayi makan dengan porsi kecil dan dalam frekuensi yang lebih sering daripada menjejalinya makanan dalam satu porsi besar dan wajib habis. Buatlah juga nutrisinya lebih padat dan berikan lemak tambahan agar walaupun bayi tidak begitu lahap makan, nutrisi yang ia dapat tidak berkurang.   6. Perhatikan mood bayi saat makan. Berikan bayi MPASI saat moodnya sedang senang dan tidak lelah, rewel atau mengantuk   Mom perlu menerapkan responsive feeding, yaitu makan dengan memperhatikan kondisi mood bayi. Berikan bayi MPASI saat moodnya sedang senang dan tidak lelah, rewel atau mengantuk.   Bila ia sudah GTM dan mogok makan disertai tangisan, memberontak, makan dengan malas-malasan dan geleng-geleng kepala, sebaiknya Mom hentikan pemberian makan dan lanjutkan di jam yang lain.   (Image Source: Google)       Semoga bermanfaat!       Bersambung ke 14 Tips mengatasi bayi GTM dan mogok makan saat diberikan MPASI (Part 2)       Sumber: Hipwee Mother and Baby