hamil
menyusui
hamil minggu
anak sakit
Asi
MPASI
Resep mpasi
GTM
review

Makanan Yang Harus Diberikan, Dihindari Saat MPASI 6 Bulan Pertama

Dalam memberikan MPASI 6 bulan pertama Si Kecil tentunya kita sebagai Ibu perlu tahu makanan apa saja yang paling baik diberikan untuk MPASI 6 bulan pertama. Selain itu kita juga harus tahu makanan apa saja yang sebaiknya dihindari untuk MPASI 6 bulan pertama. 

Dalam memberikan MPASI 6 bulan pertama si kecil, tentunya kita sebagai Ibu perlu tahu makanan apa saja yang paling baik diberikan untuk MPASI 6 bulan pertama. Selain itu kita juga harus tahu makanan apa saja yang sebaiknya dihindari untuk MPASI 6 bulan pertama.   (Image Source: Google)       Prinsip Pemberian MPASI: Bertahap   Pada prinsipnya, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) kepada bayi adalah secara bertahap, baik dari sisi frekuensi makan, takaran per porsi makan, dan tekstur makanan.    MPASI 6 bulan pertama diberikan 1-2 kali dalam sehari. Lalu setelah 1-2 minggu pertama, frekuensinya bisa ditingkatkan menjadi  2-3 kali makanan utama menu 4 bintang ditambah 1-2 kali cemilan.    Di awal pemberian MPASI, diberikan dengan takaran sebanyak 2-3 sdm untuk tiap makan. Lalu setelah itu bertahap ditingkatkan mulai dadi takaran 3 sdm hingga diharapkan saat berusia 9 bulan, Mom bisa memberikan 125 ml per porsi makan si kecil.   Di awal pemberian MPASI 6 bulan, MPASI diberikan dalam bentuk puree/bubur halus lembut tapi semi kental. Kekentalan yang benar dilihat dari makanan yang tidak langsung tumpah ketika sendok dibalik. Kekentalan berbanding lurus dengan banyaknya asupan kalori dan nutrisi. Lalu setelah 2 minggu, tekstur ini bertahap ditingkatkan menjadi bubur saring yang lebih bertekstur daripada sekedar bubur puree.   (Image Source: Google)     Baca juga: Yang Perlu Mom Tahu Soal Pemberian MPASI Part 1 Yang Perlu Mom Tahu Soal Pemberian MPASI Part 2       Apa saja makanan yang paling baik diberikan untuk MPASI 6 bulan pertama?   Mengikuti panduan WHO, dianjurkan memberikan variasi makanan sejak awal pemberian MPASI (menu 4 bintang) bila tidak ada riwayat alergi dalam keluarga. MPASI yang diberikan sejak awal harus bervariasi, dan mencakup semua zat gizi mulai dari karbohidrat, protein nabati (kacang-kacangan), protein hewani, lemak, vitamin dan mineral (sayuran dan buah).   Mengapa harus beragam?   Agar kekurangan zat gizi pada jenis makanan yang satu dapat dilengkapi oleh zat gizi dari jenis makanan lainnya, sehingga zat gizi yang diterima tubuh seimbang, karena tidak ada 1 jenis makanan yang memiliki semua unsur gizi yang dibutuhkan tubuh.   Menu 4 bintang   (Image Source: Google)   Variasi keberagaman menu dalam MPASI harian, dikenal dengan menu 4 bintang  dimana harus memenuhi tiga fungsi makanan (zat tenaga, zat pembentuk dan zat pengatur). Menu 4 bintang terdiri dari :   1. Karbohidrat sebagai sumber penghasil energi atau sumber zat tenaga, bisa didapat dari kelompok serealia seperti bubur beras putih, bubur beras merah, jagung manis, oatmeal, kentang, ketela, singkong dan pasta. Lebih baik pilih yang bebas gluten. 2. Protein hewani sebagai sumber pembentuk sel tubuh dan sumber zat besi. Bisa didapat dari daging ayam, sapi, dan ikan, hati ayam, udang dan lain-lain. Daging merah yang tinggi zat besi sangat dianjurkan untuk diberikan untuk bayi 6 bulan ke atas karena kebutuhan zat besi bayi 6 bulan ke atas tinggi dan ASI atau susu formula saja tidak cukup untuk memenuhinya. 3. Protein nabati (dari kacang-kacangan) sebagai zat pengatur. Bisa didapat dari tempe, kacang hijau, kacang merah, kedelai, tahu dan lain-lain.  4. Sayuran dan buah sebagai sumber vitamin A dan zat pengatur. Sayuran dan buah merupakan sumber vitamin dan mineral pada MPASI. Kenalkan semua jenis sayur mayur dan buah-buahan kepada bayi, namun untuk perkenalan pertama hindari yang bersifat terlalu asam seperti jeruk dan kiwi. Serta hindari yang rasanya terlalu manis seperti nangka untuk pemberian MPASI pertama. Mom bisa mencoba memberikan avokad, pisang, pepaya, pir, atau apel sebagai buah MPASI pertama. Dan sayur sebagai MPASI pertama dari wortel, brokoli, kol, labu kuning atau bayam. 5. Sumber lemak tambahan sebagai  unsur penunjang untuk menambah kalori. Bisa didapat dari mentega, margarin, santan, butter, aneka minyak , EVOO dan lain-lain. Sebaiknya lemak tambahan diberikan tanpa melalui proses pemanasan. Jadi ditambahkan saat MPASI akan disajikan ke bayi. Takarannya pun sekitar 1/2 sdt per porsi makan dan tidak boleh melebihi 1 sdt per hari.    (Image Source: Google)       Apa saja makanan yang sebaiknya dihindari untuk MPASI 6 bulan pertama?   Sebaiknya Mom tidak memberikan makanan di bawah ini pada bayi di bawah usia 1 tahun:   - Garam - Madu karena berisiko botulisme - Gula - Pemanis buatan - Kacang utuh, bahaya bayi tersedak - Beberapa ikan tertentu yang mempunyai kandungan merkuri tinggi - Teh atau kopi - Kerupuk - Makanan dengan kadar lemak rendah, biasanya pada makanan kemasan - Batasi pemberian jus pada bayi karena dapat membuat bayi kenyang, sehingga bayi akhirnya tidak mampu untuk makan makanan lain yang lebih bergizi. Selain itu, jus berlebihan juga menyebabkan obesitas bayi, diare, dan meningkatkan resiko bayi mengalami gigi berlubang saat giginya mulai tumbuh. - Waspadai juga bahan makanan yang bisa menghasilkan gas di dalam lambung, seperti kacang, produk olahan susu, gandum, bawang, karena bahan-bahan makanan ini mungkin dapat membuat bayi tidak nyaman. - Makanan pemicu alergi       Makanan Pemicu Alergi   Sebenarnya tidak ada makanan yang sebaiknya dihindari, selama bayi tidak menunjukkan tanda-tanda alergi atau intoleransi. Namun, Mom perlu mencermati apakah Si Kecil mengalami alergi terhadap makanan tertentu.    Bila tidak ada riwayat alergi dalam keluarga, disarankan memberikan variasi makanan setiap harinya agar anak mendapatkan variasi nutrisi sejak awal pemberian MPASI.   Bila orang tua memiliki riwayat alergi terhadap makanan tertentu, sebaiknya Mom menunggu 2-3 hari sebelum mengenalkan makanan baru pada bayi, khususnya makanan yang memicu alergi pada orangtuanya. Karena 3 hari adalah waktu yang umumnya diperlukan untuk melihat reaksi alergi.   Makanan pemicu alergi terdiri dari:   (Image Source: Google)   - Susu atau produk susu sapi, seperti keju, yogurt, krim keju - Ikan, kerang dan seafood - Kacang kedelai - Telur - Jeruk, beberapa buah-buahan golongan berry, jambu biji dan tomat - Gandum atau makanan yang terbuat dari gandum - Kacang-kacangan       Semoga bermanfaat!