hamil
menyusui
hamil minggu
anak sakit
Asi
MPASI
Resep mpasi
GTM
review

3 Alasan Istri Nekat Menggugat Cerai Suami

Ada 3 alasan yang mendasari gugatan cerai istri pada suaminya dan mengapa kini banyak istri berani dan nekat menggugat cerai suami.

Ada 3 alasan yang mendasari gugatan cerai istri pada suaminya dan mengapa kini banyak istri berani dan nekat menggugat cerai suami.   Tahu kan Mom info terbaru soal Gissel yang menggugat cerai Gading Marten?   Pasti deh Mom tahu ya, secara info perceraian ini sangat heboh dan ramai di sosial media. Bahkan banyak pihak baik teman-teman mereka maupun netizen yang menyayangkan dan mendukung mereka rujuk kembali dengan berbagai hashtag #savegempi #gadinggisseljangancerai dan lainnya.   Dari kasus gugatan cerai yang diajukan pihak Gissel kepada suaminya Gading Marten menambah kasus perceraian yang ditenggarai karena gugutan istri terhadap suami. Belum lama juga perceraian artis Sule dan istrinya. Yang mana pihak istrinya yang terlebih dahulu melayangkan gugutan cerai. Begitu juga dengan kasus perceraian David Noah dan Gracia Indri yang perkara cerainya diajukan dari pihak Gracia. Dan mungkin masih banyak kasus-kasus perceraian lain yang digugat oleh pihak istri pada suaminya yang kita tidak ketahui.   Namun, dari kasus-kasus perceraian para artis tersebut, kita bisa melihat bahwa sekarang ini istri menggugat cerai suami seperti trend, semakin lama semakin sering terjadi.   Berdasarkan data dari Badan Peradilan Agam Makamah Agung bahwa setiap tahunnya anga perceraian semakin meningkat. Dan menurut Komnas Perempuan, dari data tersebut dapat dianalisa bahwa setiap tahunnya angka istri yang menggugat cerai suami semakin tinggi.   Adapun data Badan Peradilan Agama Makamah Agung, kasus perceraian yang dikabulkan oleh Pengadilan Agama di seluruh Indonesia yang digugat oleh istri perceraian dalam rentang waktu Januari – Oktober 2016 tercatat 212.400 kasus perceraian. Dan kasus perceraian degan istri sebagai penggugat ialah sebanyak 224.239 kasus dan sisanya gugatan diajukan suami.   Ada 3 alasan paling banyak mengapa istri menggugat cerai suami, sebagai berikut:   1. Tidak merasa harmonis lagi dengan pasangan Alasan tidak merasa harmonis lagi dengan pasangan merupakan alasan paling banyak digunakan para istri untuk menggugat cerai suaminya. Alasan ini bisa berindikasi entah sering adanya cekcok atau perselisihan atau perdebatan yang tidak kunjung selesai, bahkan ada kekerasan seksual yang dialami istri.   2. Masalah Ekonomi Masalah ekonomi juga masuk dalam alasan tertinggi istri menggugat cerai suami. Kebanyakan istri merasa bahwa suaminya tidak bertanggung jawab untuk mencukupi kebutuhannya dan keluarga.   3. Orang ketiga Adanya orang ketiga dari pihak suami, atau dengan kata lain suaminya berselingkuh menjadi alasan ketiga tertinggi istri menggugat cerai suaminya.     Trend perceraian di Indonesia yang mana gugatan perceraian lebih banyak diajukan oleh istri saat ini, sama halnya terjadi di Amerika berdasarkan hasil penelitian pada laman Psichology Today, yang berdasarkan surveynya ada hampir 70% istri yang mengajukan cerai dari 2.262 kasus perceraian.   Pertanyaannya kenapa ya Mom, istri sekarang mudah mengajukan atau meminta cerai pada suaminya?   Bukankah kaum istri identik sebagai pihak yang menjaga dan mempertahankan keutuhan rumah tangga atau pernikahan? Dulu mungkin banyak istri yang susah payah bertahan dalam pernikahan mereka meski berkorban perasaan sekalipun, entah karena alasan malu dan dianggap rendah masyarakat jika bercerai dan menjadi janda ataupun karena alasan anak.   Tetapi kenapa sekarang seolah-olah banyak istri yang mudah putus asa mempertahakan pernikahannya sehigga mereka memilih untuk bercerai.   Berikut beberapa faktor kenapa istri berani meminta dan mengajukan gugatan cerai pada suaminya:   1. Istri merasa kualitas hubungan berkurang   Setelah menikah banyak terjadi memang tak seindah saat berpacaran. Ada ekspektasi dari pihak istri akan kehidupan pernikahan yang indah. Namun pada kenyataannya suami cenderung berkurang perhatiannya pada pasangan setelah menikah karena ia akan lebih fokus pada tugas dan tanggung jawabnya untuk mencari nafkah.   Bermula dari adanya ekpetasi tinggi istri terhadap kualitas hubungan dengan suaminya namun ia pun merasa gengsi untuk mengutarakannya, sehingga sering kali hal ini menimbulkan percekcokan yang tak ada ujungnya, meskipun hal sepele namun bisa merembet kemana-mana. Dan pada ujungnya pihak istri merasa bahwa dirinya tidak lagi bahagia dan pernikahan ini tidak lagi harmonis.     2. Istri merasa bisa mandiri   Ketika rumah tangga menghadapi permasalah pelik, kadang kala kita merasa lelah dan ingin lari dari masalah tersebut. Dan tak jarang terlintas untuk mengakhirnya dengan perceraian.   Ketika istri sudah merasa buntu dan segala cara sudah dilakukan untuk menyelesaikan masalah namun tak kunjung selesai. Mungkin ia sudah pergi berkonsultasi mungkin dengan konsultan pernikahan, dengan orang tua, dengan guru agama atau spiritualnya (pendeta atau ustad dan lainnya). Namun tetap saja ia tidak melihat titik terang.   Di saat yang bersamaan inginan untuk berpisah dan bercerai muncul dan menjadi pertimbangan solusi dari masalah pernikahan yang ia hadapi. Lambat laun istri tersebut akan menimbang-nimbang baik buruknya jika bercerai dari suaminya. Apakah jika ia menggugat cerai suami, ia bisa menafkahi dirinya dan anak, apakah ia sanggup mengurus anak seorang diri.   Dan saat ini dijaman modern ini, banyak istri yang juga menjadi wanita karir dan memiliki penghasilan sendiri bahkan mungkin lebih besar dibanding suaminya. Sehingga ketika istri merasa bisa mandiri dan mampu menafkahi dan membiayai anak sendiri tanpa suami, maka ia tidak akan segan dan takut untuk mengajukan cerai.   3. Sakit hati yang terlalu dalam   Tentu jarang sekali ya Mom ada istri yang begitu ada masalah langsung minta cerai. Umumnya sebagai istri tentu lebih bisa memaafkan bila suami berbuat salah, apakah selingkuh maupun kasar secara fisik dan psikis, misalnya. Namun ketika kesalahan itu selalu diulangi-ulagi lagi, lambat laun tentu ada rasa kecewa dan sakit hati terhadap perilaku suami tersebut. Mungkin kesalahan suami sudah tidak bisa dimaafkan lagi dan istri merasa percuma bertahan karena kesempatan-kesempatan yang sudah ia berikan disia-siakan oleh suaminya. Hal ini juga bisa menjadi alasan kenapa banyak istri yang berani dan nekat meminta dan menggugat cerai suaminya.