hamil
menyusui
hamil minggu
anak sakit
Asi
MPASI
Resep mpasi
GTM
review

5 Alasan Bunda Merasa Lelah Setiap Saat dan Solusinya

Apakah Bunda sering bertanya pada diri sendiri, "Mengapa saya sangat lelah sepanjang waktu?" Jika demikian, artikel ini mungkin menjadi bacaan untuk Bunda.

Apakah Bunda sering bertanya pada diri sendiri, "Mengapa saya sangat lelah sepanjang waktu?" Jika demikian, artikel ini mungkin menjadi bacaan untuk Bunda. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), sekitar 15,3% wanita dan 10,1% pria merasa sangat lelah atau kelelahan berkepanjangan di Amerika Serikat. Orang tua kehilangan tidur lebih dari 6 minggu (sekitar 44 hari) dalam 1 tahun karena merawat bayi yang baru lahir. Insomnia dan tugas-tugas yang menumpuk juga merupakan masalah umum yang menyebabkan kurang tidur.       Apa Bahayanya Menjadi Bunda yang Merasa Selalu Lelah? Ada sejumlah bahaya yang melekat terkait dengan pengasuhan saat Bunda merasa lelah. Di antaranya adalah:   1. Bahaya yang pertama dan terutama berhubungan dengan Bunda sebagai pribadi Seorang ibu yang lelah kehilangan banyak hal baik dalam hidup. Karena keadaan fisik dan psikologis yang dialami, kita bisa kehilangan momen perkembangan anak serta kehilangan semua jenis peluang, waktu dan pengalaman yang baik.   2. Anak dapat mulai mengembangkan perasaan menjaga jarak (detachment), arak dan yang terburuk dari semuanya, rasa bersalah Anak itu mungkin mulai berpikir bahwa keadaan ibu mereka yang kelelahan benar-benar kesalahan mereka. Ini akan mencegah mereka berkembang dengan baik. Itu juga akan mempengaruhi kepercayaan diri mereka.   3. Iklim di rumah menjadi tidak nyaman Pendidikan di dalam keluarga dan cinta yang harusnya mulai tumbuh di lingkungan keluarga mulai terabaikan. Semuanya kehilangan arti penting karena pikiran ibu yang kelelahan biasanya masih tertidur (autopilot) dan tubuhnya juga hampir tidak dapat bergerak.   4. Solusi untuk masalah sederhana akan berakhir dengan kerumitan Keadaan ini juga dapat menyebabkan kebosanan, gangguan dan bahkan memicu argumentasi.   5. Hal ini akan memiliki efek negatif pada kehidupan pribadi Bunda dengan pasangan, keluarga, dan teman-teman. Segala sesuatu akan berhenti memiliki makna dan kepentingan. Bunda yang selalu merasa kelelahan bahkan mungkin tidak menyadari bahwa dunia mereka runtuh di sekitar mereka.   6. Banyak penyakit mungkin muncul karena kelelahan mental dan fisik Sistem kekebalan tubuh juga akan melemah dan kekurangan energi untuk melawan penyakit. Oleh karena itu, kondisi seperti flu, radang paru-paru dan konstipasi mungkin menjadi hal yang konstan. Depresi bahkan mungkin akan timbul dalam kondisi seperti itu.       Alasan Paling Umum Untuk Kelelahan dan Solusinya Ada beberapa alasan paling umum untuk kelelahan dan apa yang dapat Bunda lakukan untuk bangkit kembali dan merasa lebih baik.   1. Kurang Tidur Kurang tidur mungkin tampak sebagai alasan yang jelas untuk merasa lelah. Hal ini terutama bagi ibu yang mengurus bayi dan balitanya. Orang yang berusia antara 18 dan 60 tahun membutuhkan 7 jam tidur atau lebih setiap hari untuk meningkatkan kesehatan yang optimal, menurut The American Academy of Sleep Medicine dan Sleep Research Society. Tidur kurang dari durasi yang direkomendasikan setiap malam tidak hanya terkait dengan kelelahan, kinerja yang terganggu, dan risiko kecelakaan yang lebih besar, tetapi juga memiliki dampak kesehatan yang buruk, antara lain: obesitas, tekanan darah tinggi, depresi, penyakit jantung, stroke, dan peningkatan risiko kematian.     Jika Bunda kesulitan untuk tidur 7 jam, berikut beberapa kiat untuk membantu Bunda mencapai durasi tidur yang sangat dibutuhkan:   Pertahankan rutinitas tidur yang konsisten pada anak Cobalah untuk membuat anggota keluarga tidur pada waktu yang sama setiap malam dan bangun pada waktu yang sama setiap pagi - bahkan pada akhir pekan.   Minta bantuan pasangan atau orang terdekat untuk bergantian menjaga anak Saat lelah, solusi terbaik adalah beristirahat. Tentu, itu mungkin terlihat jelas, tetapi tidak demikian bagi semua ibu. Beberapa ibu memiliki kecenderungan untuk menanggung semua tanggung jawab rumah, membebaskan anggota keluarga lain. Jangan lakukan ini. Jika Bunda lelah, beri diri Anda waktu untuk pulih. Mintalah bantuan kepada pasangan, orang tua atau teman Bunda dan istirahatlah.   Batasi waktu bangun di tempat tidur hingga 5–10 menit Jika Bunda merasa terbaring di tempat tidur karena khawatir atau karena banyak pikiran, bangun dari tempat tidur dan duduk dalam kegelapan sampai Bunda merasa mengantuk, kemudian kembali ke tempat tidur.   Pastikan kamar tidur sunyi, gelap, dan suhu yang nyaman Setiap cahaya yang masuk ke kamar dapat mengganggu tidur. Pastikan ruangan gelap dan cahaya yang dipancarkan dari perangkat digital tidak terlihat. Suhu ruang pendingin dianggap lebih baik untuk meningkatkan kualitas tidur daripada suhu yang lebih hangat.   Batasi minuman berkafein Cobalah untuk tidak mengonsumsi minuman berkafein setelah tengah hari. Efek stimulasi kafein dapat berlangsung selama beberapa jam setelah asupan dan menyebabkan masalah dengan memulai tidur.   Hindari tembakau dan alkohol sebelum tidur Merokok rokok dan minum alkohol sebelum tidur dapat menyebabkan tidur terfragmentasi.   2. Pola Makan yang Buruk Cara termudah untuk mengusir kelelahan adalah dengan melakukan penyesuaian pada pola makan Bunda. Makan makanan yang sehat dan seimbang dapat membuat dunia berbeda dengan apa yang Anda rasakan. Untuk meningkatkan kesehatan Anda dan mendapatkan semua nutrisi yang Anda butuhkan - serta menghilangkan kelelahan - sangat penting untuk memilih campuran makanan sehat dari lima kelompok makanan, yaitu: buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein, dan susu. Anda dapat mengganti pola makan Bunda dengan menerapkan beberapa perubahan kecil ini:   Makan jumlah kalori yang tepat untuk jenis kelamin, usia, berat badan, dan tingkat aktivitas Bunda.   Isi setengah dari piring dengan buah-buahan dan sayuran. Pastikan untuk fokus pada makan buah utuh dan pilihan sayuran yang Bunda makan.   Pastikan biji-bijian utuh menjadi pilihan yang Bunda konsumsi daripada jenis biji-bijian lain. Contoh gandum utuh termasuk beras merah, oatmeal, tepung jagung utuh, bulgur, dan tepung gandum utuh.   Beralih ke produk susu rendah lemak dan bebas lemak untuk membantu membatasi kalori dari lemak jenuh.   Variasikan rutinitas protein. Cobalah untuk memilih unggas dan daging tanpa lemak. Batasi daging olahan, pilih kacang dan biji-bijian tanpa garam dan pilih makanan laut yang kaya omega-3.   Kurangi gula. Gula dapat memberi energi cepat, tetapi cepat habis dan bisa membuat Bunda merasa lebih lelah. Hindari makanan dan minuman yang memiliki banyak tambahan gula. Jangan pernah melewatkan sarapan. Melewatkan sarapan secara teratur dapat menyebabkan Bunda kehilangan nutrisi utama dan energi yang dibutuhkan untuk memulai hari.   Makan secara teratur. Pertahankan tingkat energi dengan makan tiga kali sehari dan batasi camilan yang tidak sehat.   Minumlah air secukupnya. Minum air dapat membantu mencegah dehidrasi yang menyebabkan kelelahan, pikiran tidak jelas, perubahan suasana hati, overheating, dan sembelit.   3. Gaya Hidup Malas Ketika rasa lelah muncul, duduk di sofa dan bersantai bisa menjadi satu-satunya jawaban. Tetapi bangun dan bergerak mungkin menjadi hal terbaik yang dapat Bunda lakukan untuk mengembalikan energi dan menghilangkan kelelahan. Penelitian oleh University of Georgia (UGA)  menemukan bahwa dibandingkan dengan duduk diam, satu set latihan intensitas sedang yang berlangsung setidaknya selama 20 menit dapat membantu meningkatkan energi. Jika Bunda belum mulai berolahraga, mulailah perlahan. Mulailah dengan berjalan cepat 10 menit setiap hari dan meningkat menjadi berjalan cepat selama 30 menit, 5 hari per minggu. Jalan cepat, aerobik air, mengendarai sepeda, bermain tenis, dan bahkan mendorong mesin pemotong rumput semua dapat dihitung menjadi waktu yang dihabiskan untuk melakukan latihan intensitas sedang.   4. Stres yang Berlebihan Banyak situasi dapat menyebabkan stres. Pekerjaan, masalah keuangan, masalah hubungan, peristiwa besar dalam hidup, dan pergolakan seperti pindah rumah, pengangguran, berkabung dan lainnya. Stres yang berlebihan dan berkepanjangan dapat menyebabkan kelelahan fisik dan emosional serta menyebabkan penyakit. Jika tekanan yang Bunda hadapi membuat Anda merasa terlalu letih atau memberi Bunda sakit kepala, migrain, atau otot tegang, jangan abaikan gejala-gejala ini. Luangkan waktu sampai Bunda merasa lebih tenang, atau cobalah beberapa tips berikut: - Identifikasi sumber stres. - Simpan jurnal stres untuk mengidentifikasi pola dan tema umum. - Belajar berkata tidak. Sadarilah batas Bunda dan ikuti terus. - Hindari orang-orang yang membuat Bunda stres. - Komunikasikan kekhawatiran Bunda ke orang terdekat. - Lihat situasi dengan cara yang berbeda. Cobalah untuk melihat situasi stres dalam cahaya yang lebih positif. - Lihatlah gambar yang lebih besar. Pikirkan tentang apakah situasi yang menekan akan menjadi masalah dalam waktu satu bulan. Apakah itu layak disesali? - Terima hal-hal yang tidak dapat Bunda ubah. - Belajar untuk memaafkan. Aktivitas fisik juga merupakan pereda stres yang signifikan dan dapat melepaskan endorfin yang membuat tubuh menjadi lebih baik. Jika Bunda merasa stres meningkat, jalan-jalanlah, bawa peliharaan Bunda keluar, atau bahkan mainkan musik dan menari di sekitar ruangan.   5. Kondisi Medis Beberapa kondisi yang paling umum yang melaporkan kelelahan sebagai gejala utama meliputi: - Anemia - Tiroid yang kurang aktif - Diabetes - Kegelisahan - Depresi - Sindrom kelelahan kronis - Infeksi saluran kemih - Intoleransi makanan - Penyakit jantung - Demam kelenjar - Kehamilan - Defisiensi vitamin dan mineral   Jika Bunda khawatir memiliki kondisi medis yang menyebabkan Bunda merasa lelah, aturlah janji dengan dokter untuk mendiskusikan kekhawatiran Bunda sesegera mungkin.       Sumber: Dailymail Healthline Medical News Today You Are Mom