hamil
menyusui
hamil minggu
anak sakit
Asi
MPASI
Resep mpasi
GTM
review

Dampak Buruk dan Baik Penggunaan Alat Pompa Asi

Pompa asi merupakan salah satu alat perang yang harus dimiliki oleh ibu yang menyusui, terlepas dari peranannya sebagai stay at home mom ataupun working mom. Saat ini program pemerintah untuk pemberian asi sampai anak usia 2 tahun semakin disadari pentingnya bagi para ibu. Bahkan tidak sedikit ibu y

Pompa ASI merupakan salah satu alat perang yang harus dimiliki oleh ibu yang menyusui, terlepas dari peranannya sebagai stay-at-home mom ataupun working mom. Saat ini program pemerintah untuk pemberian ASI sampai anak usia 2 tahun semakin disadari pentingnya bagi para ibu. Bahkan tidak sedikit ibu yang bekerja tetap menjaga supply ASI-nya supaya anak bisa minum ASI dengan cukup. Sebagai ibu yang bekerja mau tidak mau harus melakukan pemompaan ASI secara rutin. Proses pompa ASI yang dilakukan secara rutin dan dalam jangka waktu lamapun menjadi suatu kekhawatiran apakah ada dampak negative dari pemakaian pompa ASI yang secara rutin dan dalam waktu jangka panjang?   Berikut adalah beberapa fakta dari isu perihal dampak negative dari penggunaan pompa ASI secara rutin dan jangka waktu lama:   1. Payudara menjadi kendor Kebanyakan orang takut memberikan asi pada anaknya dengan anggapan bahwa dapat menyebabkan perubahan bentuk, ukuran, dan kendornya payudara. Ini juga menjadi salah satu hal yang dikhawatikan oleh ibu yang rutin memompa asi. Faktanya ini tidak benar, berikut beberapa pendapat ahli: - Salah seorang konsultan laktasi IBCLC, Dr. Geetika Gangwani mengatakan bahwa menyusui atau penggunaan pompa asi menyebabkan payudara kendur itu tidak benar. Menurut Dr Geetika kendurnya payudara karena tidak tepaynya penggunaan bra dan tidak tepatnya penggunan pompa asi. - Menurut sebuah peneliti yang dipubliksikan dalam Aesthetic Surgery Jurnal tahun 2008, alasan utama peyebab kendurnya payudara sebenarny bukan menyusui, tetapi kehamilan. Jadi, tidak benar dikatakan memompa asi dapat menyebabkan payudara mengendur.   Baca juga >> Benarkah payudara kendur setelah menyusui   2. ASI akan cepat kering sebelum 2 tahun Salah satu dampak negative yang dikhawatikan dari terus memompa ASI adalah ASI akan lebih cepat kering. Tidak sedikit ibu yang sering memompa ASI memiliki kekhawatiran bahwa ASI-nya akan habis sebelum anaknya 2 tahun. Apalagi bagi ibu yang hanya memompa ASI dan tidak melakukan proses menyusui secara langsung (direct breastfeeding). Anggapan ini salah karena prinsip kerja menghasilkan ASI adalah supply by demand dimana semakin sering dilakukan pengosongan payudara maka ASI akan dihasilkan semakin banyak. Sama halnya dengan pemberian ASI secara langsung dimana terjadi isapan bayi pada payudara yang merangsang produksi asi yang semakin banyak maka alat pompa asi juga memiliki daya isapan yang menyerupai isapan bayi tersebut. Jadi melakukan direct breasfeeding ataupun memompa ASI tetap memberikan rangsangan pada otak untuk menghasilkan lebih banyak ASI.   3. Kerusakan pada kalenjer penghasil ASI Tidak sedikit ibu-ibu yang beranggapan bahwa dengan sering memompa ASI maka kita memaksa pengeluaran ASI yang banyak sehingga menyebabkan kerusakan pada kalenjar penghasil ASI atau kalenjer mammae. Ketika dilakukan pemompaan ASI secara rutin dan jangka panjang pada anak pertama maka ASI akan habis untuk anak selanjutnya. Seolah-olah ASI pada setiap ibu itu ada takaran maksimal stoknya dimana kalau sudah dikeluarkan semua maka tidak akan ada asi yang dihasilkan lagi. Anggapan seperti ini keliru karena asi tetap dihasilkan disetiap saat kehamilan dan akan selalu mengalir selama ada permintaan dan balik lagi ke supply by demand. Banyak sedikitnya ASI tidak dipengaruhi oleh jumlah ASI yang sudah dikeluarkan bagi anak sebelumnya.   Kegiatan memompa ASI merupakan salah satu alternative lain bagi ibu yang tidak bisa bersama anaknya 24 jam dalam memberikan ASI. Walaupun banyak isu dampak negative dari pemompaan ASI, namun semuanya tidak benar. Belum ditemukan adanya dampak negative dari pemompaan ASI apabila proses pemompaan asi dilakukan dengan cara dan teknik yang benar.   Berikut adalah beberapa langkah yang benar dalam pompa ASI supaya tidak terjadi dampak negative bagi payudara dan kesehatan ibu menyusui:   1. Pilihlah pompa ASI dengan ukuran corong yang sesuai Ukuran corong pompa ASI yang terlalu kecil atau terlalu besar akan mempengaruhi bentuk dan kenyamanan ibu dalam memompa ASI. Sebaiknya selalu gunakan corong pompa ASI yang ukurannya sesuai dengan payudara kita. 2. Cuci dan sterilkan terlebih dahulu tangan dan seluruh peralatan yang akan digunakan supaya tidak ada kuman ataupun mikroorganisme penyebab penyakit. 3. Selalu awali proses pompa ASI dengan pemijatan atau mode massage pada beberapa alat pompa ASI, supaya payudara merasa rileks dan dapat dengan mudah dalam proses pompa ASI. Pemijatan dapat dilakukan dengan cara meletakkan jempol di bagian atas payudara dan keempat jari lainnya dibagian bawah payudara. Lakukan secara berulang sampai ASI mulai keluar biasanya 1-2 menit ASIakan mengalir dengan lancar. 4. Gunakan tekanan pompa ASI yang tepat. Jangan memompa dengan tekanan kuat yang menyebabkan tarikan keras pada payudara sehingga putting atau payudara menjadi lecet dan luka. 5. Hindari memompa ASI sambil memeras putting secara langsung karena akan menghambat keluarnya asi. 6. Tidak disarankan menyewa atau meminjam pompa ASI bekas moms lain untuk meminimalisir terjadinya penularan penyakit. 7. Hindari memompa ASI dengan waktu lama, biasanya pengosongan kedua payudara hanya butuh 30-45 menit.   Apabila kita melakukan pemompaan ASI dengan rutin dan teknik yang benar maka kita bisa dijauhkan dari beberapa dampak negative diatas. Bahkan, ibu menyusui dapat menerima beberapa dampak positif dari penggunaan pompa asi, diantaranya:   1. Membantu mengurangi nyeri dan tekanan pada payudara yang bengkak 2. Merangsang produksi asi lebih banyak 3. Membantu meningkatkan cadangan asip dan asip beku 4. Membantu menjauhkan berbagai penyakit degenerative seperti kanker, diabetes dan lain sebagainya   Baca juga >> 7 Manfaat Menyusui Bagi Ibu   Ibu menyusui tidak perlu lagi khawatir dengan isu dampak negative pada penggunaan pompa asi karena ketika kita memberikan asi pada anak maka kita memberikan yang terbaik. Penggunaan pompa asi dengan benar malah banyak manfaatnya. Oleh karena itu tetaplah semangat menyusui.