Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Empeng Bayi, Perlukah? Pro Kontra Penggunaan Empeng Pada Bayi

Empeng bayi, perlukah? Di satu sisi empeng bisa membuat bayi tenang, di sisi lain penggunaan empeng hingga bayi jadi ketergantungan pada empeng juga tidak baik. Ada yang bilang enggak masalah kasih empeng ke bayi, ada yang anti bahkan sampai menegur orangtua lain yang anaknya masih ngempeng. Sebenar

Empeng bayi, perlukah? Di satu sisi empeng bisa membuat bayi tenang, di sisi lain penggunaan empeng hingga bayi jadi ketergantungan pada empeng juga tidak baik. Ada yang bilang enggak masalah kasih empeng ke bayi, ada yang anti bahkan sampai menegur orangtua lain yang anaknya masih ngempeng. Sebenarnya boleh atau tidak memberikan empeng pada bayi? Sebelum Mom memutuskan pemberian empeng pada bayi, yuk simak dulu pro dan kontra penggunaan empeng pada bayi.   (Image Source: Google)       PRO Penggunaan Empeng Pada Bayi   1. Empeng menurunkan resiko SIDS   (Image Source: Google) Sebuah studi menemukan fakta bahwa bayi yang menghisap empeng saat tidur memiliki resiko SIDS (sudden infant death syndrome atau sindrom kematian mendadak pada bayi) yang lebih rendah, namun fakta ini masih perlu diteliti lebih dalam.   2. Empeng memuaskan refleks bayi menghisap    Terkadang bayi tetap ingin menghisap walaupun sudah kenyang menyusu dari botol ataupun payudara ibu, karena pada dasarnya bayi memiliki keinginan alami dan refleks untuk mengisap. Empeng dapat memuaskan refleks bayi untuk menghisap. Tapi pastikan empeng diberikan bukan untuk skip waktu menyusu Si Kecil.    3. Empeng membantu menenangkan bayi   (Image Source: Google) Ada kalanya bayi menjadi lebih rewel dan sulit tidur. Mom bisa memberikan empeng karena empeng dapat membantu bayi menenangkan diri, mengendalikan perasaan, dan membuat bayi merasa aman sehingga bayi dapat tidur lebih mudah dan lebih nyenyak.   4. Empeng membantu mengalihkan perhatian bayi   Empeng dapat dimanfaatkan sebagai pengalih perhatian sekaligus membantu menenangkan saat bayi harus menjalani prosedur tertentu, misalnya saat suntik imunisasi dan tes darah.   5. Empeng mengurangi rasa tidak nyaman saat bepergian dengan pesawat   (Image Source: Google) Empeng membantu bayi dalam meringankan nyeri di telinga akibat perubahan tekanan udara saat bepergian dengan pesawat.   6. Menyapih empeng lebih mudah daripada menghentikan kebiasaan menghisap jari tangan   Melepas kebiasaan menggunakan empeng lebih mudah daripada menghentikan kebiasaan bayi mengisap jari tangan.   7. Empeng bermanfaat bagi bayi prematur Empeng merangsang refleks isap yang biasanya kurang optimal pada bayi prematur dan membantu bayi prematur melewati transisi dari pemberian minum lewat tube ke minum lewat botol   8. Empeng membantu anak yang mengalami autisme untuk menyimak sesuatu   Anak dengan gangguan perkembangan seperti PDD (Pervasive Developmental Disorder atau kasus autisme) biasanya mengalami masalah dalam memproses rangsangan yang diterima melalui panca indra. Empeng terkadang dibutuhkan untuk membantu anak yang mengalami autisme dalam menyimak sesuatu.   Memberi empeng pada mereka yang memerlukan rangsangan lebih sering berguna, terutama bila mereka sedang dalam proses belajar suatu hal.    Pemberian empeng pada anak yang mengalami autisme dapat diganti bertahap dengan memberi rangsan lain yang berkonsentrasi di daerah mulut, seperti minum dengan sedotan atau makan buah atau wortel.       KONTRA Penggunaan Empeng Pada Bayi   1. Empeng dapat membuat bayi bingung puting   Bagi bayi ASI, pemberian empeng terlalu dini dapat membuat bayi jadi sulit menyusu langsung dari payudara dengan benar. Memberi empeng terlalu dini dapat berdampak bayi bingung puting, sama seperti pemberian botol susu, karena mengisap puting payudara berbeda dengan mengisap empeng maupun dot.   Supaya bayi tidak lebih memilih empeng atau dot dibandingkan puting payudara yang akhirnya menghambat proses menyusui, hindari memberikan empeng atau dot pada minggu-minggu awal setelah lahir, hingga ASI bisa keluar dengan lancar dan bayi sudah terampil menyusu langsung dari payudara.     2. Empeng membuat bayi rentan terkena infeksi telinga   Sebuah penelitian menyebutkan bahwa bayi yang mengempeng lebih mungkin mengalami infeksi telinga berulang 2x lipat lebih tinggi dibanding bayi yang tidak menggunakan empeng. Untuk mencegah dan mengurangi resiko infeksi telinga, batasi penggunaan empeng hanya hingga bayi tertidur. Dan orang tua dianjurkan menyapih empeng setelah bayi berusia 6 bulan.   Pemakaian empeng meningkatkan kemampuan infeksi telinga tengah pada anak, karena gerakan menghisap empeng mengurangi fungsi saluran eustasius untuk bekerja secara normal, yaitu menjaga telinga tengah terbuka dan bersih.   3. Empeng menyebabkan masalah gigi    Menurut ahli, pastikan penggunaan empeng tidak untuk jangka panjang karena penggunaan empeng terlalu lama pada bayi dapat menyebabkan masalah pada susunan gigi dan gusinya.   Sebenarnya untuk penggunaan empeng sebelum usia 2 tahun, masalah pertumbuhan gigi biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam 6 bulan setelah penghentian penggunaan empeng.    Namun setelah 2 tahun penggunaan, gigi depan bagian atas atau bawah dapat menjadi miring atau cenderung maju ke depan, dan dapat memburuk seiring berjalannya waktu.    Penggunaan empeng atau dot setelah usia 4 tahun saat gigi permanen mulai tumbuh, dapat menyebabkan efek jangka panjang pada gigi dewasa.   4. Empeng mudah terpapar kuman dan meningkatkan resiko infeksi rongga mulut termasuk gigi   Empeng memiliki risiko terpapar kuman, sehingga meningkatkan risiko infeksi pada rongga mulut termasuk gigi. Selain itu bayi jadi rentan sakit, terutama jika Mom tidak rajin mencuci steril empengnya dengan benar.     5. Penggunaan empeng menimbulkan ketergantungan    Bila bayi terbiasa menggunakan empeng saat tidur malam, ia hanya akan tenang saat menghisap empeng dan menangis di tengah malam ketika empengnya terlepas. Hal ini tentunya kurang baik untuk tumbuh kembang Si Kecil dan menimbulkan kesulitan dalam mengasuh Si Kecil.       Sumber: Detik Alo Dokter Alo Dokter Hello Sehat Mother and Baby