hamil
anak sakit
makanan
menyusui
MPASI

Bahayakah Bila Lingkar Kepala Anak Kecil???

Lingkar kepala anak merupakan salah satu yang wajib diukur ketika anak akan imunisasi. Lingkar kepala anak yang kecil ternyata mengindikasikan anak terkena mikrosefalus dimana terjadi gangguan system saraf yang menyebabkan kepala anak bahkan otaknya tidak berkembang sebagaimana mestinya. Namun, pada

Lingkar kepala anak merupakan salah satu yang wajib diukur ketika anak akan imunisasi. Lingkar kepala anak yang kecil ternyata mengindikasikan anak terkena mikrosefalus dimana terjadi gangguan system saraf yang menyebabkan kepala anak bahkan otaknya tidak berkembang sebagaimana mestinya. Namun, pada sebagian anak memang masih dalam hal normal yah. Sebaiknya tetap konsultasikan ke dokter apabila ukuran kepala anak kecil dari yang seharusnya apabila normal itu baik dan apabila mikrosefalus biar bisa segera diatasi.                                                            Seorang pakar kesehatan anak, Charles Patrick Davis, MD, PhD mengatakan bahwa Mikrosefalus adalah kondisi ketika otak dan jaringan di dalamnya tidak berhasil tumbuh sempurna sebagaimana pada bayi normal sehingga berbentuk lebih kecil dari ukuran seharusnya. Ukuran yang kecil dri otak juga diikuti degan bentuk tempurung kepala yg terlihat sedikit mengerucut dan datar dipuncaknya sehingga wadah otak juga akan lebih kecil dari wadah seharusnya bayi normal.   Penyebab mikrosefalus belum dapt diketahui dengan pasti. Namun ada beberapa hal yang diduga menjadi penyebab munculnya mikrosefalus ini, diantaranya: 1. Masalah Genetika (Mikrosefali kongenital) Mikrosefalus jenis ini merupakan penyakit turunan dimana terjadi cacat pada gen yang terkait dengan perkembangan otak awal. Biasanya ini terlihat pada anak- anak dengan down syndrome dan kelainan genetik lainnya. 2 Pengaruh lingkungan (Mikrosefali akuisita) Lingkungan memegang peranan penting dalam perkembangan anak. mikrosefalus akuisita ini  berarti terjadi kontak otak anak dengan sesuatu yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan otak ketika didalam Rahim. Beberapa hal yang menjadi penyebab diantaranya: - Infeksi virus seperti rubella, cacar, zika - Infeksi parasite seperti toksoplasmosis atau sitomegalovirus - Kurangnya kadar oksigen pada otak janin - Obat- obatan tertentu - Tidak normalnya kromosom - Bahan kimia Toksik seperti timbal - Tidak cukupnya nutrisi makanan - Alkohol - Narkoba - Perdarahan aatu penyumbatan pembuluh darah otak pada bayi baru lahir - cacat pada medulla spinalis (tulang belakang) atau otak - Cedera pada otak setelah lahir - Fenilketonuria tidak terkontrol - Craniosynostosis atau peleburan persendian antara lempeng tulang tengkorak yang terlalu dini sehingga tengkorak bayi menahan otak untuk berkembang. Gejala yang dapat dilihat secara nyata dan langsung pada anak yang mengalami mikrosefalus adalah ukuran kepala yang jauh lebih kecil dari ukuran normal. Gejala dan tanda klinik mikrosefalus adalah sebagai berikut: - Kejang- kejang - Sulit menelan dan makan - Gangguan pendengaran - Gangguan bicara - Gangguan penglihatan - Ukuran tubuh kerdil dan pendek - Hiperaktif - Gangguan kordinasi dan keseimbangan - Perubahan benuk wajah - Keterbelakangan mental   Apabila kita menemukan dan mencurigai anak kita memiliki berbagai gejala diatas maka segeralah bawa dan konsultasikan dengan dokter yang kompeten. Dokter akan mencoba menegakkan diagnosa terhadap kelainan yang kita rasakan tersebut. Mikrosefalus selalu diawali dengan pengukuran ukuran lingkar kepala anak kemudian akan dilakkan beberapa langkah sebagai berikut: - Menanyakan riwayat penyakit, gejala, dan tanda klinis yang dialami anak - Melakukan pemeriksaan pada rekam medis ketika kehamilan, kelahiran dan sesudah lahir bahkan riwayat keluarga - Melakukan uji pencitraan kepala seperti CT scan, MRI, dan tes darah untuk menegakkan diagnosa   Mikrosefalus juga dapat dideteksi ketika masa kehamilan dengan menggunakan USG, biasanya ketika di trisemeter kedua atau ketiga dokter dapat melakukan pengukuran lingkar kepala janin dan apabila ditemukan kelainan maka akan segera diatasi.   Setelah dokter menegakkan diagnosa maka akan dilakukan berbagai pengobatan pada anak yang terkena mikrosefalus. Belum ada obat untuk mengobati mikrosefalus sampai saat ini, namun dapat dilakukan beberapa tindakan untuk meningkatkan kualitas hidup anak mikrosefalus. Beberapa pengobatan dan tindakan yang diberikan pada penderita mirosefalus adalah: - Rutin melakukan kontrol tumbuh kembang anak agar dokter data memantau perkembangannya dan segera memberikan solusi pada permasalahan yang timbul. - Pengobatan saraf dengan asupan vitamin dan asam amino untuk meredam efek kejang dan mendorong perkembangan system saraf - Menghindari makanan yang memicu hiperaktif dan menekan system saraf - Melakukan terapi bicara - Melakukan terapi fisik seperti latihan jalan dan latihan ada otot - Terapi okupasi untuk memampukan anak mandiri untuk mencapai produktivitasnya dalam pendidikan/ pekerjaan, mampu merawat diri sendiri dan mampu menggunakan waktu luang - Pemberian obat untuk mengontrol kejang, hiperaktif dan meningkatkan fungsis araf serta otot   Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan ibu hamil agar janin tidak terkena mikrosefalus antara lain: - Konsumsi makanan sehat dan vitamin kehamilan - Jagalah kebersihan diri terutama tangan - Jauhi diri dari zat- zat atau paparan senyawa kimia - Hindari mengkonsumsi alkohol - Hindari mengkonsumsi narkoba - Gunakan krim anti serangga atau anti nyamuk agar terhindar dari gigitan nyamuk - Jauhi kotoran hewan dan hewan yang berbulu dengan resiko taksoplasmosis seperti kucing - Konsultasikan dengan dokter apabila ada riwayat keluarga atau kehamilan sebelumnya mengalami mikrosefalus   Mikrosefalus ada kondisi yang bisa dibawa secara genetis ataupun lingkungan, sebaiknya selalu jaga diri terutama ketika hamil dan segera konsultasikan ke dokter apabila ditemukan gejala mikrosefalus agar dapat diberikan pertolongan dan pengobatan lebih cepat pada anak.