hamil
anak sakit
makanan
menyusui
MPASI

Yang Perlu Mom Tahu Tentang Pemberian MPASI Bayi (PART 1)

Siapa yang excited, deg-degan sekaligus bingung dalam menyiapkan MPASI pertama bayi? Saya! Hehe. Mudah-mudahan informasi yang saya kumpulkan dan organisir tentang panduan pemberian MPASI bayi membantu dan memudahkan Mom sekalian dalam mempersiapkan MPASI. Dalam artikel part 1 ini akan dibahas manfaa

Siapa yang excited, deg-degan sekaligus bingung dalam menyiapkan MPASI pertama bayi? Saya! Hehe. Mudah-mudahan informasi yang saya kumpulkan dan organisir tentang panduan pemberian MPASI bayi membantu dan memudahkan Mom sekalian dalam mempersiapkan MPASI. Dalam artikel part 1 ini akan dibahas manfaat pemberian MPASI, tanda-tanda bayi sudah siap diberikan MPASI, dampak pemberian MPASI terlalu dini maupun terlalu lambat, dan panduan MPASI WHO.   (Image Source: Google)   Dalam memberi MPASI, Ibu tetap memberikan ASI pada bayi, karena MPASI ini merupakan makanan pendamping ASI jadi bukan untuk menggantikan ASI sepenuhnya.   Waktu pengenalan MPASI harus sesuai dengan jadwal yang ditentukan, dan diberikan secara bertahap, karena pemberian yang terlalu cepat atau lambat bisa menimbulkan masalah kesehatan pada bayi di masa akan datang.   Tolak ukur keberhasilan pemberian MPASI adalah jika dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, bayi bisa menelan dengan baik (tidak tersedak), dan tidak melebihi kemampuan organ pencernaan dan ginjal dalam mencerna makanan.       Manfaat Pemberian MPASI   Nutrisi dalam ASI bisa memenuhi kebutuhan bayi hingga berusia 6 bulan. Setelah berusia 6 bulan, bayi bisa mulai dikenalkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) agar tumbuh kembangnya tidak terganggu. Selain itu pemberian MPASI juga bertujuan melatih kemampuan otot oromotor (otot-otot di mulut) dan kemampuan motorik bayi, serta menurunkan resiko obesitas dan diabetes.       Tanda-tanda Bayi Sudah Siap Diberikan MPASI   (Image Source: Google)   1. Bayi mampu menegakkan kepala dan leher supaya tidak jatuh. 2. Bayi menunjukkan kemampuan motorik yang baik seperti mampu menggenggam dan memasukkan makanan atau mainan ke arah mulut. 3. Bayi bergerak condong ke depan dan membuka mulut jika tertarik pada makanan, serta ke belakang dan menutup mulut jika tidak tertarik pada makanan atau tidak lapar. 4. Bayi dapat berdiri jika dibantu. 5. Bayi mulai sering menunjukkan ketertarikan pada makanan yang Mom pegang bahkan berusaha mengambil makanan pada waktu Mom makan.     Panduan MPASI WHO    (Image Source: Google) MPASI yang baik kaya energi, protein, dan mikronutrien, mudah dimakan dan disukai anak, berasal dari bahan makanan lokal dan terjangkau, serta mudah disiapkan.    Prinsip pemberian MPASI WHO bagi bayi dan anak, dikenal dengan prinsip AFATVAH: Age,  Frequency,  Amount,  Texture,  Variety,  Active Responsive,  Hygiene    AGE: Usia Pemberian Makan    MPASI diberikan saat bayi berusia 180 hari berdasarkan kebutuhan nutrisi, kemampuan, serta kesiapan organ pencernaan bayi untuk menerima makanan tambahan.   Dampak pemberian MPASI terlalu dini:   1. Sistem pencernaan bayi belum siap, dapat timbul gangguan dan infeksi pencernaan bayi. 2. Menurunnya produksi ASI.  3. Motorik bayi belum siap, sehingga meningkatkan risiko tersedak. 4. Meningkatkan resiko alergi, eksim, dan obesitas.   Dampak pemberian MPASI terlalu lambat:   1. Gangguan pertumbuhan, karena  asupan nutrisi dari ASI eksklusif tidak mencukupi kebutuhan harian bayi. 2. Resiko mengalami ADB (Anemia Defisiensi Besi) dan tumbuh kembangnya terhambat. 3. Penolakan terhadap MPASI, bayi menjadi picky eater karena tidak dibiasakan dengan MPASI.   FREQUENCY: Frekuensi Pemberian Makan   1. Di awal (2 minggu pertama saat memasuki usia 6 bulan): MPASI diberikan 1-2 kali dalam sehari. 2. Usia 6-9 bulan: MPASI diberikan 2-3 kali makanan utama menu 4 bintang ditambah 1-2 kali cemilan. 3. Usia 9-12 bulan: MPASI diberikan 3 kali makan utama menu 4 bintang dan 1-2 kali cemilan.   AMOUNT : Banyaknya Pemberian Makanan   1. Di awal: MPASI diberikan dengan takaran sebanyak 2-3 sdm untuk tiap makan. 2. Usia 6-9 bulan: MPASI diberikan bertahap mulai dari takaran 3 sdm hingga 125 ml untuk tiap makan. 3. Usia 9-12 bulan: MPASI diberikan bertahap mulai dari 125 ml hingga 250 ml untuk tiap makan.   TEXTURE : Tekstur Makanan   Sama seperti makanan orang dewasa, MPASI atau makanan pendamping ASI juga sebaiknya disajikan dengan makanan yang bervariasi. Hanya saja teksturnya dibuat lebih halus.   (Image Source: Google)   1. Di awal (2 minggu pertama saat memasuki usia 6 bulan): MPASI diberikan dalam bentuk puree/bubur halus lembut tapi semi kental. Kekentalan yang benar dilihat dari makanan yang tidak langsung tumpah ketika sendok dibalik. Kekentalan berbanding lurus dengan banyaknya asupan kalori dan nutrisi.   2. Beberapa minggu setelah mulai makan MPASI hingga usia 9 bulan: tekstur MPASI lebih kental, yaitu berupa bubur saring yang lebih bertekstur daripada sekedar bubur puree.   3. Mulai usia 9 bulan: MPASI diberikan dalam bentuk makanan yang dicincang halus, tidak keras dan mudah dijumput oleh tangan anak.   4. Saat usia 1 tahun anak diharapkan sudah bisa makan makanan keluarga.   VARIETY: Variasi Keberagaman Makanan    MPASI yang diberikan sejak awal harus bervariasi, dan mencakup semua zat gizi mulai dari karbohidrat, protein nabati (kacang-kacangan), protein hewani, lemak, vitamin dan mineral (sayuran dan buah).    Mengapa harus beragam?   Agar kekurangan zat gizi pada jenis makanan yang satu dapat dilengkapi oleh zat gizi dari jenis makanan lainnya, sehingga zat gizi yang diterima tubuh seimbang, karena tidak ada 1 jenis makanan yang memiliki semua unsur gizi yang dibutuhkan tubuh.   1. Di awal (2 minggu pertama saat memasuki usia 6 bulan): MPASI berupa menu tunggal berupa bubur dan pure buah dari variasi karbohidrat, sayuran dan buah. 2. Usia 6-9 bulan: MPASI berupa bubur halus/saring dari menu 4 bintang (mengandung karbohidrat, aneka protein hewani dan nabati, sumber lemak tambahan dan sayuran) dan 1 kali makanan selingan berupa buah. 3. Usia 9-12 bulan: MPASI berupa menu 4 bintang dan 1-2 kali selingan buah-buahan, dengan menu makanan yang diberikan untuk anak sama dengan untuk orang dewasa. Pengolahannya dilakukan dengan cara dicincang atau dicacah, dipotong kecil, atau diiris.   Menu 4 Bintang   Variasi keberagaman menu dalam MPASI harian, dikenal dengan menu 4 bintang  dimana harus memenuhi tiga fungsi makanan (zat tenaga, zat pembentuk dan zat pengatur). Menu 4 bintang terdiri dari :   (Image Source: Google)   1. Karbohidrat sebagai sumber penghasil energi atau sumber zat tenaga. 2. Protein hewani sebagai sumber pembentuk sel tubuh dan sumber zat besi. 3. Protein nabati (dari kacang-kacangan) sebagai zat pengatur. 4. Sayuran san buah sebagai sumber vitamin A dan zat pengatur. 5. Sumber lemak tambahan sebagai  unsur penunjang untuk menambah kalori.   Alergi terhadap makanan tertentu   Bila orang tua memiliki riwayat alergi terhadap makanan tertentu, sebaiknya Mom menunggu 2-3 hari sebelum mengenalkan makanan baru pada bayi, khususnya makanan yang memicu alergi pada orangtuanya.    Bila tidak ada riwayat alergi dalam keluarga, disarankan memberikan variasi makanan setiap harinya agar anak mendapatkan variasi nutrisi sejak awal pemberian MPASI.     Makanan pemicu alergi: Telur, ikan laut, kacang-kacangan, beberapa buah-buahan golongan berry, tomat, jeruk dan jambu biji.   ACTIVE RESPONSIVE    Responsive: Saat memberi makan, responlah anak dengan senyuman, menjaga kontak mata, dan berikan kata-kata positif yang menyemangati.    Active: Beri makanan lunak yang bisa dipegang untuk merangsang anak aktif makan sendiri.   HYGIENE : Makanan Harus Higienis  1. Makanan disiapkan, dicuci bersih, dimasak dan disimpan secara higienis. 2. Pastikan makanan bebas patogen, tidak mengandung racun/bahan kimia berbahaya. 3. Mencuci tangan ibu dan bayi sebelum makan.       Sumber: Aufa lactababy Hello Sehat Kompas Parenting Club Indonesia