hamil
anak sakit
makanan
menyusui
MPASI

Plus Minus Working Moms dan Stay-at-Home Moms

Sejak menikah 2016 lalu, saya pribadi masih sangat menikmati pekerjaan, sampai akhirnya kemalangan tiba, ujian awal pernikahan datang dan bisa di lalui, ya.. semua kesedihan diganti sukacita.

Hallo mommy di mamibuy.id   Kegalauan datang kembali saat banyak sekali kepelikan hidup yang harus di tuntaskan satu persatu. Banyak masalah yang mommy and family mungkin sama permasalahannya, dan kunci jawabannya pun sama tapi banyak yang mengambil keputusan dengan cara yang berbeda.    Kali ini aku di hadapkan dengan keputusan yang menurutku kapan aku harus mulai. Banyak bicara sama suami yang jarang pulang kesempatan ini pun di bahas belum selesai dan belum dapat tindakan apa yang harus di ambil.    Sejak menikah 2016 lalu, saya pribadi masih sangat menikmati pekerjaan, sampai akhirnya kemalangan tiba, ujian awal pernikahan datang dan bisa di lalui, ya.. Semua kesedihan diganti sukacita.    Saat ini kesulitan datang lagi tapi tidak mengancam, hanya perlu waktu untuk mengambil tindakan apa.    Saya tulis di sini sebagai pertimbangan one day saya baca kembali untuk mematangkan keputusan saya nanti.    Saat anak datang kebahagian luar biasa menyelimuti keluarga yang baru kami bangun, tapi banyak juga masalah yang di hadapi.   Saat ini bingung harus ngurus anak sendiri atau kembali bekerja dengan menitipkan anak ke orangtua atau menyewa jasa rumah tangga yang bisa momong bayi.    So..kehidupan terus berjalan pendidikan semakin mahal harganya, dulu saya disekolahkan orangtua dengan sekolah yang baik.   Aku mau bahas plus minus working moms or moms stay-at-home 1. Kalau mengurus anak sendiri tanpa bantuan siapapun dalam rumahtangga kecuali suami   Kelebihannya    ? punya waktu banyak untuk bermain sama anak ? anak punya waktu untuk bermain sama ayah sekalipun ayah hanya bisa datang malam berangkat pagi. ? Anak selalu dalam pengawasan  ? Menikmati dan merasakan pertumbuhan anak ? Bisa mendidik anak sendiri dengan pola didik sendiri ? Ibu, anak dan ayah punya kedekatan, mengenal orangtuanya ? orangtua mengenal watak anak ? Gizi anak tanggungjawab orangtua, sehat dan sakit anak punya perhatian khusus dari orangtua  ? Orangtua bisa mengajarkan langsung kepada anak tentang sosialisasi, orangtua juga mengenal teman anak   Kekurangannya    ? ibu cepat lelah karna harus jadi ibu, istri, koki dan segala list pekerjaan rumah ? Sulit me-time bagi ibu ? penghasilan rumah tangga hanya dari ayah  ? ibu tidak fokus bekerja atau bisa memiliki usaha yang ringan tidak menhuras waktu 2.  Jika anak di titip kepada orangtua   Kelebihan    ? Nutrisi dan Gizi anak dalam tingkat aman ? Anak mendapatkan perhatian yang cukup karna kakek & nenek pasti sayang cucunya ? ibu punya me-time ? ibu bisa jadi working moms ? Penghasilan Rumah tangga bertambah   Kekurangan    ? Kebanyakan anak menjadi manja karna Kakek & Nenek selalu memberikan perhatian yang lebih ? Orangtua tidak bisa mendidik anak langsung ? waktu bermain anak dan ibu & ayah berkurang berikut juga dengan kedekatannya ? Orangtua kurang kenal teman bermain anak, pergaulan anak ? Orangtua kurang mengenal watak anak ? Merepotkan orangtua kita karna dimasa tuanya baiknya Orangtua cukup jadi tempat bermain sama cucu saja bukan mengurusnya langsung. PENTING JANGAN JADIKAN ORANGTUA SEBAGAI PEMBANTU untuk mengurus anak kita.   3. Jika anak sama jasa penolong/suster/pembantu   ? Bisa jadi working moms ? Pekerjaan rumah tangga akan terasa ringan, khususnya aktifitas yang padat di pagi hari  ? Anak dipastikan ada yang mengurus dan anak diurus secara individu ? Gizi anak sampai jadwal tidur teratur ? waktu anak fleksibel bisa sama orangtua dan Suster ?Privasi keluarga berkurang ? Anak kurang bersosialisasi, kalau mau anak pinter pergaulan orangtua perlu memacu suster dalam bersosialisasi ( kebanyakan suster lebih senang bekerja di dalam rumah sehingga terlihat malas untuk membawa anaknkeluar rumah) ? Kalau suster, betah jika darurat kalau pulang susah cari lagi ? Menambah pengeluaran rumah tangga yang cukup menguras kantong ? kadang apes bolak balik ambil suster dengan biaya yang banyak eh susternya ga betah ? Prilaku suster harus jadi perhatian mengingat banyak kasus penganiaan anak yang dilakukan suster bikin anak trauma. ? Moms and Daddy perlu siapkan waktu khusus boleh juga pagi hari untuk evaluasi pekerjaan suster atau bertanya soal perkembangan anak. Tapi ga sampai disitu. Kendala timbul lagi. Bagaimana waktu bertemu anak saat Moms bekerja karna posisi rumah dan rumah orangtua berjauhan, bagaimana menyikapi waktu untuk tetap bisa bermain sama anak.    Aku udah survey beberapa temen yang mereka working moms tapi tetap bisa ketemu anak.    1. Membiarkan anak untuk diasuh orangtua, dengan alasan didikan orangtua kita tidaklah selalu jelek, orangtua siap untuk direpotin, orangtua dalam keadaan sehat. 2. Tetap memakai jasa suster untuk menolong, dengan membawa suster ke rumah orangtua, jadi orangtua berfungsi sebagai pengawas 3. Antar jemput anak setelah pulang kerja dari rumah orangtua. Pastinya anak akan ikut lelah karna mengikuti jam kerja orangtua 4. Untuk lokasi Pendidikan anak akan jadi masalah baru, karna mengacu pada waktu kerja orangtua, jam anak sekolah atau waktu istirahat anak terganggu 5. Jika moms memilih usaha bisa membantu oleh suster dalam pengawasan. Penting untuk diketahui semua pilihan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, mendidik anak, memberikan gizi kepada anak, melatih kedisiplinan anak bisa di terapkan dengan berbagai pilihan yang Mommy and Daddy ambil. Semoga bermanfaat ya Mommy and Daddy!!