hamil
anak sakit
makanan
menyusui
MPASI

Waspada Baby Shaken Syndrom Bila Mengguncang Bayi Dengan Kuat!! Gejala dan Dampak (PART 1)

Menjadi orang tua baru terkadang membuat lelah dan emosi tidak terkontrol. Apalagi disaat bayi yang terus menerus menangis sepanjang malam. Alhasil, beberapa orang tua bahkan pengasuh menjadi kesal dan emosi lalu mengguncang anak kuat- kuat dengan tujuan agar anak diam. Ini juga kadang dilakukan pad

Menjadi orang tua baru terkadang membuat lelah dan emosi tidak terkontrol. Apalagi disaat bayi yang terus menerus menangis sepanjang malam. Alhasil, beberapa orang tua bahkan pengasuh menjadi kesal dan emosi lalu mengguncang anak kuat- kuat dengan tujuan agar anak diam. Ini juga kadang dilakukan pada anak yang menggunakan ayunan ataupun alat guncang lainnya. Bahkan beberapa orang tua dan saudara juga melakukan permainan yang seperti melempar, mengayun dan mengguncang.  Tujuan bermainnya supaya having fun namun itu tidaklah disarankan. Tanpa disadari perlakuan seperti ini dapat membuat anak dalam kondisi bahaya bahkan kematian. Guncangan yang kuat dapat menyebabkan baby shaken syndrome.   Baby shaken syndrome adalah suatu kondisi dimana anak mengalami trauma bahkan cedera yang disebabkan guncangan atau goyangan yang berlebih pada kepala anak dari durasi beberapa detik sampai beberapa menit. Ketika seorang bayi atau anak mengalami guncangan hebat maka otak akan mengalami perputaran atau pergeseran dari aksis atau batang otaknya sehingga terjadi robekan saraf dan pembuluh darah yang berakibat kerusakan dan perdarahan otak. Kejadian ini dapat terjadi pada anak balita bahkan bayi dibawah 1 tahun terutama bayi 6-8 minggu. Efek buruk dari baby shaken syndrome biasanya akan muncul ketika anak diatas 6 tahun.   Gejala umum yang ditunjukan apabila anak mengalami baby shaken syndrome:   - Anak mengalami masalah pernafasan - Anak menjadi rewel - Anak menangis ekstrem - Tremor atau anak salah satu badannya bergetar - Anak susah makan - Lumpuh - Kulit pucat atau ada memar - Kejang - Koma   Cedera yang terjadi dapat terjadi pada otak mulai dari memar diotak, perdarahan bahkan pembengkakan. Cedera lain yang bisa terjadi antara lain patah tulang leher, kerusakan mata dan tulang belakang. Cedera yang terjadi dapat dikelompokkan menjadi dua, diantaranya: 1. Cedera Ringan yang kadang tidak terdeteksi dengan gejala: - Anak Rewel, kesal atau lamban - Anak Muntah- muntah - Anak tidak lapar 2. Cedera Parah dengan gejala: - Kejang- kejang - Detak Jantung Lambat - Sulit mendengar - Perdarahan   Dampak jangka panjang pada anak yang terkena baby shaken syndrome adalah:   - Kerusakan otak - Kejang yang mengakibatkan gerakan otot tidak terkontrol dan menyebabkan kemampuan bicara, melihat dan interaksi menjadi tidak normal - Tuli - Masalah penglihatan yang ditandai dengan pendarahan retina pada satu atau kedua mata yang bisa berakibat pada buta sementara, buta sebagian bahkan buta total selamanya - Cedera Tulang biasanya ditemukan tulang bagian lengan dan tungkai yang patah. - Gangguan kecerdasan - Cedera leher atau whiplash injury - Geger otak - Celebral palsy dimana terjadi kekakuan otot yang menyebabkan gerakan tubuh canggung - Cacat Mental sehingga anak tidak mampu merawat dirinya sendiri dimasa akan datang - Masalah perilaku dan emosional - Gangguang seizure - Meninggal     BERSAMBUNG   >> Waspada Baby Shaken Syndrom Bila Mengguncang Bayi Dengan Kuat!! Penanganan dan Pencegahan (PART 2)