Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Review Pompa Asi (Breast Pump) Spectra S2 Plus

Mom pasti super galau kalau menyangkut soal beli barang kebutuhan bayi yang mahal, salah satunya pompa asi (breast pump). Beli pompa asi (breast pump) merk dan tipe apa yah yang bagus? Manual supaya murah atau elektrik aja sekalian yah? Kali ini saya mau review pompa asi (breast pump) Spectra S2 Plu

Mom pasti super galau kalau menyangkut soal beli barang kebutuhan bayi yang mahal, salah satunya pompa asi (breast pump). Beli pompa asi (breast pump) merk dan tipe apa yah yang bagus? Manual supaya murah atau elektrik aja sekalian yah? Kali ini saya mau review pompa asi (breast pump) Spectra S2 Plus sebagai bahan pertimbangan Mom.       Yang saya suka dari Pompa Asi (Breast Pump) Spectra S2 Plus      1. Hospital Grade   Jadi mesinnya nggak cepet rusak walaupun sering dipakai pumping berkali-kali.     2. Bisa diupgrade jadi double pump   Ada knop yang bisa dibuka tutup untuk menggantinya menjadi double pump atau single pump. Dalam paket pembelian, cuma dapat 1 set breast shield. Mom bisa membeli paket breast shield (corong, botol wide neck lengkap dengan tutupnya, valve, backflow preventer dan selang) tambahan untuk bisa dipakai double pump. Saya juga stock 2 set breast shield lagi jadi ada cadangan kalau yang lainnya lagi dicuci.      3. Hisapannya lembut tapi powerful   Mesinnya bisa menghasilkan hisapan yang bertahap, jadi nggak langsung menghisap dengan kuat. Sangat nyaman terutama bagi yang pertama kali pumping.   4. Ada fitur massage mode dengan 5 level vacuum   Untuk awal sesi memompa, Mom bisa memakai massage mode terlebih dulu. Ini penting Mom untuk memicu LDR (Let Down Reflex) untuk mengeluarkan ASI. Fitur massgae mode mengikuti cara bayi di awal sesi menyusu dimana hisapannya lemah tapi ritmenya cepat.      Saya sering dapat LDR di 3 menit awal pumping setelah pakai massage mode (mode pijat) yang otomatis disetting di settingan cycle 70 RPM (frekuensi hisap per menit) dengan level vacuum 4 atau 5. Setelah LDR berlangsung kira-kira 1 menit baru biasanya saya pindahkan ke mode expression (mode memerah/menghisap). Begitu seterusnya kalau sudah tidak keluar lagi, saya akan pindahkan lagi ke mode massage hingga menghasilkan LDR yang selanjutnya. Saya biasanya LDR hingga 4-5 kali dalam 40 menit pumping.   5. Ada fitur expression mode dengan pilihan 5 level cycle dan 12 level vacuum   Sesudah LDR dan ASI mengalir cukup deras, Mom bisa mengganti ke fitur expression mode (mode hisap) supaya ASI yang keluar lebih banyak. Salah satu keunggulan fitur yang nggak dimiliki pompa asi (breast pump) lain, yaitu pengaturan ritme memompa (RPM) yang dimiliki oleh Spectra S1 dan S2 yang merupakan produk unggulan Spectra.    Spectra S1 dan S2 memiliki fitur expression mode dengan pengaturan ritme memompa atau RPM (frekuensi hisap per menit) yang terdiri dari 5 level cycle yaitu 38 RPM, 42 RPM, 46 RPM, 50 RPM dan 54 RPM; dan fitur massage mode dengan pengaturan daya hisap atau daya vacuum yang terdiri dari 12 level.      Mom bisa mengatur variasi settingan yang nyaman untuk Mom, yang bisa dikombinasi dari pilihan cycle dan vacuumnya. Saya biasanya pakai yang 54RPM dan level vacuum 8-9 kalau lagi pumping subuh atau waktu bangun tidur dimana produksi ASI lagi banyak-banyaknya. Saya pernah coba punya teman saya Spectra 9, dan nggak ada pilihan settingan RPM untuk level cycle nya. Dan karena udah terbiasa dengan variasi settingan RPM dari fitur expresssion si S2 ini, jadi rasanya kurang mantep pumpingnya waktu pake Spectra 9.    Buat saya fitur expression Mode yang bisa diatur-atur level cycle dan vacuumnya ini penting banget, Mom. Saya biasanya dapat hasil pumping satu botol spectra penuh untuk satu sisi payudara dalam 15-20 menit pumping di pagi hari. Sisi satunya biasanya lebih sedikit. Dan karena selalu pakai double pump, jadi hemat waktu. Saya selalu power pumping tiap pagi, dan total dapat 250-320 ml dari kedua sisi payudara dalam total sesi pumping 40 menit. Saya biasanya hanya pumping 1-2x sehari, lalu sisanya direct breastfeeding karena waktunya saya pakai istirahat atau urusan yang lain. Kalau direct breastfeed bisa sampai ketiduran bareng si baby soalny Mom hehehe.    6. Warnanya soft dan imut!   Spectra S2 ini warnanya soft pink, makanya saya juga langsung suka. Sedangkan Spectra S1 warnanya soft blue.   7. Desainnya lucu    Walaupun bentuknya besar dan cukup berat, mirip boombox, tapi desainnya super lucu.    8. Suaranya sangat halus   Saya pernah coba pompa ASI spectra 9 punya teman dan juga saya sendiri punya pompa ASI portable Real Bubee, memang Spectra S2 Plus ini yang paling nggak berisik jadi nggak mengganggu tidur Baby K dan suami saya kalau saya lagi pumping tengah malam atau subuh. Bahkan kalau lagi pumping di samping Baby K yang lagi tidur pun, dia nggak akan terganggu.   9. Ada night lamp yang bisa dinyalakan tanpa menekan tombol power     Sangat berguna untuk ibu menyusui yang harus pumping malam hari atau subuh.    10. Dapat bonus manual switch kit   Walaupun akhirnya saya nggak pakai karena capek memompa dengan tangan apalagi boros waktu karena cuma bisa satu sisi payudara. Kecuali Mom niat banget ya pake manual sampai punya 2 set jadi bisa pumping 2 sisi payudara. Hehehe.     11. Closed system   Backflow preventernya mencegah ASI masuk ke dalam mesin jadi mesinnya nggak cepat rusak. Banyak pompa asi elektrik lain yang mesinnya jadi cepat rusak karena masih menggunakan open system.   12. Aman karena BPA Free   13. Time check   Mom bisa sambil pumping sambil lihat waktunya jadi nggak lupa sudah berapa lama pumping. Apalagi kalau Mom sering power pumping, bakal perlu banget. Pompa ASI Spectra punya settingan otomatis mati dalam 30 menit jadi Mom nggak perlu khawatir lupa waktu dan nggak sadar sudah terlalu lama memompa atau lupa mematikan mesin setelah memompa.   14. Wide neck bottle dan Bottle Converter     Saya senang sih pake wide neck bottle karena lebih gampang dicuci dan jadi gampang saat menuang ASI ke kantong ASI/ botol penyimpan ASI. Mom bisa juga memakai botol wide neck lainnya selain Spectra. Paket pembelian juga termasuk bottle converter bila Mom ingin menyimpan hasil perah di standard neck bottle.   15. Ada 4 pilihan size corong   Jadi bisa menyesuaikan besar payudara Mom, nggak perlu khawatir sakit karena ukuran corong yang nggak pas. Ada 4 pilihan size corong yaitu:   XS dengan diameter 20mm S dengan diameter 24mm M dengan diameter 28mm L dengan diameter 32mm   16. Breast silicone massager dan tutup corong   Walaupun kedua benda ini jarang banget saya pakai, karena kalau pakai breast silicone massager malah ASI nya jadi susah keluar. Lalu tutup corong bisa Mom gunakan untuk melindungi ASI perahan dari kontaminasi udara luar. Misalnya Mom lagi berhenti sebentar pumpingnya dan ingin melanjutkan sesaat setelahnya, Mom bisa menggunakan tutup corong. Atau untuk menyimpan corong dan botol tanpa melepasnya di kulkas, Mom bisa menutupnya dengan tutup corong. Tapi yang include dalam paket pembelian hanya 1 sisi untuk breast silicone massager dan tutup corongnya.     Yang saya kurang suka dari Pompa Asi (Breast Pump) Spectra S2 Plus    1. Tidak portable   Spectra S2 tidak portable dan harus dicolok ke listrik. Kalau Mom lebih sering di rumah seperti saya, nggak masalah. Mom bisa membeli pompa asi (breast pump) portable merk lain yang murah-murah saja kalau jarang keluar. Lain halnya kalau Mom adalah bunda yang bekerja, perlu banget pompa asi (breast pump) yang portable. Mending Mom beli S1 kalau mau yang hospital grade dan bisa dibawa kemana-mana, cuma memang lumayan besar dan berat.   2. Garansi Spectra hanya untuk distributor lokal   Jadi kalau Mom seperti saya, beli di Indonesia dan pakai di luar negeri, bakal nggak bisa benerin even garansinya sudah nggak berlaku. Karena mereka nggak akan mau benerin Spectra yang beli di negara lain. Kapan hari Spectra saya sempat rusak dan saya jadi harus meminta tolong teman yang lagi ke Indonesia untuk bantu urusin garansinya.    3. Valve nya cepat robek   Ini ngaruh ke hasil pumping lho Mom! Mom bisa mengupgrade nya ke valve biru yang jauh lebih awet dan nggak perlu khawatir valve nya robek lagi. Sekarang valve biru Spectra juga sudah tersedia dalam warna clear/transparan.   4. Mesinnya kurang bandel   Jadi Mom waktu itu pompa asi S2 saya rusak karena sempat terjatuh di kamar 1x, tapi nggak langsung rusak setelah itu. Rusaknya pelan-pelan, mulai dari mesin yang tiba-tiba mati di tengah sesi memompa, sampai yang benar-benar mati total. Hiks. Akhirnya saya terpaksa beli lagi tipe yang sama karena udah cocok banget sama Spectra S2 ini.        Apa bedanya Spectra S1 dan S2?   1. Spectra S1 warnanya biru muda, sedangkan S2 merah muda.   2. Spectra S1 bisa juga portable dengan batere yang bisa dicharge, sedangkan S2 tidak bisa portable dan hanya mengandalkan tenaga listrik.   3. Ada indicator batere di LCD nya Spectra S1.       Apa bedanya Spectra S2 dan Spectra S2 Plus?    Bedanya Spectra S2 plus dilengkapi dengan breast silicone massager (bantalan silikon Spectra) di paket pembeliannya.       Semoga bermanfaat dan mengurangi galau Mom yah!