Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Kenapa Bayi Gumoh? Lakukan Ini Supaya Bayi Tidak Gampang Gumoh atau Muntah Setelah Menyusu

Bayi Mom sering gumoh? Mom tidak usah panik, gumoh adalah hal yang wajar kok. Bayi baru lahir hingga usia 5 bulan akan sangat sering gumoh. Apa bedanya gumoh dengan muntah? Apa penyebab bayi gumoh? Bagaimana caranya agar bayi Mom tidak gampang gumoh atau muntah setelah menyusu? Apa saja gejala yang

(Image Source: Google)   Bayi Mom sering gumoh? Mom tidak usah panik, gumoh adalah hal yang wajar kok. Bayi baru lahir hingga usia 5 bulan akan sangat sering gumoh. Apa bedanya gumoh dengan muntah? Apa penyebab bayi gumoh? Bagaimana caranya agar bayi Mom tidak gampang gumoh atau muntah setelah menyusu? Apa saja gejala yang menyertai gumoh yang perlu Mom waspadai?       Apa bedanya gumoh dengan muntah? Orangtua pasti sering panik kalau melihat ada lelehan susu yang keluar dari mulut bayi atau gumoh. Kalau bayi tidak disendawakan, dia akan rewel karena ada angin dalam perutnya yang masuk bersama saat menyusu. Kalau disendawakan, biasanya gumoh akan keluar bersamaan dengan sendawa bayi. Bingung kan Mom >.<. Tapi tenang saja Mom, bayi sering gumoh bukanlah pertanda ada masalah dengan bayi Mom.    Gumoh   (Image Source: Google)   Gumoh adalah keluarnya cairan susu atau makanan yang baru saja ditelan bayi. Gumoh dalam istilah medis disebut gastroesofageal reflux. Gumoh juga bisa diiringi sendawa, batuk atau cegukan beberapa saat, tersedak, menolak makan atau menangis saat menyusu atau diberi makan. Frekuensi gumoh bervariasi, bisa jarang atau sesekali, sering atau bahkan sangat sering dimana bayi gumoh setiap kali disusui. Bayi sering gumoh normal terjadi terutama di bawah usia 5 bulan. Biasanya gumoh akan menghilang ketika bayi berusia satu tahun. Bayi yang mengalami gumoh tetap dapat makan dengan baik dan berat badannya bertambah dengan normal.   Muntah Gumoh berbeda dengan muntah. Saat gumoh, susu akan mengalir keluar dengan mudahnya, tanpa tekanan dari perut bayi dan biasanya susu keluar saat bayi disendawakan. Saat bayi muntah, terdapat aliran yang kuat dari dalam perutnya hingga akhirnya susu keluar melalui mulut dan bisa terasa menyakitkan. Bayi akan rewel hingga mengalami penurunan berat badan bila sering muntah.     Apa penyebab bayi gumoh?    Gumoh pada bayi disebabkan oleh:   1. Bayi terlalu banyak menelan udara saat menyusu atau ketika terlalu banyak mengonsumsi susu atau asi.    2. Bayi memiliki ukuran lambung yang kecil sehingga makanan yang sudah masuk ke lambung keluar kembali melalui kerongkongan.   3. Cincin otot di antara kerongkongan dan lambung belum berkembang sempurna. Saat menyusu, asi atau susu formula akan melewati bagian belakang mulut, lalu turun ke kerongkongan, kemudian masuk ke lambung. Terdapat cincin otot di antara kerongkongan dan lambung yang merupakan pintu masuk susu yang diminum bayi ke lambung. Cincin otot ini akan menutup ketika susu sudah masuk ke lambung. Cincin otot belum bisa menutup dengan sempurna dari usia bayi baru lahir hingga sekitar 5 bulan. Akibatnya, susu dapat dengan mudah kembali lagi ke kerongkongan, sehingga terjadilah gumoh.       Bagaimana caranya agar bayi Mom tidak gampang gumoh atau muntah setelah menyusu?   Jika bayi Mom sering mengalami gumoh atau muntah setelah menyusu, Mom bisa mencoba ini:      1. Perhatikan cara Mom memegang bayi saat ia menyusu   Bayi yang baru lahir sangat lembut dan ringkih sehingga Mom harus berhati-hati memegangnya saat menyusuinya. Posisi yang benar saat menyusui adalah bagian depan tubuh bayi harus menghadap tubuh Mom, dimana perut Mom bersentuhan langsung dengan perut bayi. Lalu posisi kepalanya sesuai dengan posisi payudara Mom dan mulutnya dekat dengan puting Mom. Ia akan refleks membuka mulut mencari puting Mom dan menghisap ASI secara alami.    Kebanyakan bayi bisa membuka mulut sendiri karena instingnya saat menyusu, namun beberapa bayi kadang sulit untuk membuka mulut sehingga tidak bisa menghisap ASI dengan baik. Bentuk mulut bayi yang akan menghisap ASI harus terbuka lebar, sama seperti ketika bayi menguap. Mom bisa membantu membuka mulutnya dengan menarik dagunya ke arah bawah sehingga mulutnya terbuka, lalu arahkan agar puting dan sebagian aerola Mom masuk ke mulutnya. Biarkan bayi menghisap ASI secara alami, tapi jika bayi masih kesulitan, Mom bisa memijit payudara ke arah puting dan memeras lembut payudara untuk memicu keluarnya ASI.  Posisi ini sangat tepat mencegah agar bayi tidak tersedak dan bayi tidak gumoh atau muntah setelah menyusu.   2. Tegakkan tubuh bayi saat menyusu dan setelah menyusu   Hindari posisi berbaring datar saat minum ASI. Pastikan posisi tubuh bayi dalam keadaan lebih tegak saat menyusu maupun setelah proses menyusui selesai, dimana posisi kepalanya lebih tinggi dari kakinya kira-kira 15-45 derajat. Gaya gravitasi menghindarkan susu untuk tetap berada di bawah dan tidak kembali keluar ke kerongkongan. Biarkan tubuh bayi tegak sekitar kurang lebih 30 menit. Mom bisa menggendongnya dengan posisi menimang bayi dan mengatur agar posisi kepalanya lebih tinggi daripada kakinya.    Bila Mom terbiasa dengan posisi menyusui sambil tidur miring seperti saya, setelah menyusu Mom bisa tetap membiarkan bayi tidur di posisi miring ke kiri/ kanan selama kurang lebih 30 menit dengan kepala tetap lebih tinggi dari kaki, dengan menopang punggungnya dengan guling kecil. Atau, Mom bisa membeli bantal bayi yang memiliki kemiringan 15 derajat (kepala lebih tinggi dari kaki) yang khusus digunakan setelah menyusu untuk menghindari bayi gumoh. Letakkan disana dengan posisi bayi terlentang sekitar 30 menit m, lalu Mom bisa biarkan bayi melanjutkan tidurnya di bantal tersebut atau berhati-hati memindahkan kepalanya dari bantal tersebut. Sehingga begitu selesai menyusui, bayi tetap berada di kasur dan melanjutkan tidurnya tanpa terganggu. Jangan lupa selalu mengawasinya ya, terutama bila ia sudah bisa membalikkan badan dan bergerak bebas.    Bila dengan cara itu bayi masih rewel tidak mau diletakkan di kasur karena perutnya kurang nyaman dan ingin disendawakan, Mom bisa menunggu waktu untuk menyendawakannya dengan meletakkan bayi di bouncer tanpa menggoyangkannya dan tanpa memakaikannya belt pengaman untuk menghindari tekanan di perutnya yang bisa memicu gumoh. Namun tetap awasi bayi Mom ya dan jangan lengah terutama bila bayi Mom sudah bisa bergerak aktif. Dan jangan langsung ajak bayi beraktivitas yang berlebihan atau mengayunkannya di ayunan setelah menyusu.   3. Sendawakan bayi setelah selesai menyusu   (Image Source: Google, Mother and Baby)   Setelah Mom membuat tubuhnya tegak setelah menyusu, tunggu selama kurang lebih 30 menit sebelum memberi tekanan pada perutnya setelah menyusu (misalnya bila Mom ingin memakaikan seat belt di kursi mobil khusus bayi). Setelah itu sendawakan bayi Mom agar perutnya kembali nyaman dan dapat tidur dengan tenang serta tidak rewel. Walaupun bayi yang menyusu akan menelan lebih sedikit udara saat menyusu daripada bayi yang minum susu menggunakan botol dan dot, ia tetap harus disendawakan untuk menghilangkan udara yang ikut masuk ke dalam lambung yang dapat memicu terjadinya gumoh.    Cara menyendawakan ada beberapa macam, salah satunya yang paling unum yaitu dengan menggendong bayi di dada menghadap ke belakang tubuh kita, posisi dagu menempel di bahu, lalu tepuk-tepuk bagian belakang tubuhnya secara perlahan.   4. Hindari memberi susu berlebihan   Memberi susu dalam jumlah banyak memicu gumoh pada bayi. Lebih baik Mom memberinya susu dalam jumlah sedikit namun sering karena bayi belum bisa mengontrol banyaknya susu yang masuk ke perutnya.   5. Periksa ukuran lubang dot   Ukuran lubang dot yang terlalu besar dapat membuat bayi tersedak, sementara bila terlalu kecil dapat membuat udara lebih banyak masuk ke dalam perut karena susu tidak dapat keluar dengan maksimal.       Apa saja gejala yang menyertai gumoh yang perlu Mom waspadai?   Gumoh normal dialami oleh bayi, tidaklah berbahaya dan tidak memengaruhi kesehatannya. Namun Mom perlu waspada dan konsultasi ke dokter jika bayi Mom gumoh disertai dengan kondisi-kondisi ini:   1. Bayi mulai gumoh pada usia enam bulan dan berlanjut hingga lebih dari 1 tahun.   2. Bayi Mom terlihat kesakitan, lelah dan lesu.   3. Bayi menolak menyusu sehingga serta berat badannya tidak naik.   4. Bayi memuntahkan susu terlalu sering atau gumoh yang cenderung dengan tekanan kuat seperti muntah dan tampak terpaksa memuntahkannya.   5. Susu yang dikeluarkan berubah warna menjadi kehijauan/kekuningan/kecoklatan atau bercampur darah.   6. Cairan susu yang dimuntahkan cukup banyak dan berlangsung hingga dua jam setelah menyusu.   7. Tersedak, batuk, sesak hingga sulit bernapas dan menunjukkan tanda-tanda sakit.   8. Menangis berlebihan atau sangat rewel dan tidak nyaman disertai demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius.   (Image Source: Google)   Pada beberapa kasus, bayi sering gumoh bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan bayi seperti alergi susu, yang dapat menyebabkan bayi muntah, diare, dan ruam. Sumbatan atau penyempitan pada kerongkongan dan penyakit refluks adalah beberapa kondisi yang lebih serius yang bisa menimbulkan gejala menyerupai gumoh. Segera konsultasikan ke dokter bila ini terjadi untuk mendapat penanganan yang tepat.       Semoga bermanfaat!