Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

8 Keluhan Yang Buat Bunda Parno Saat Hamil

STOP jangan parno Mommy! Yuk baca dulu supaya lebih tenang. Banyak diantara kita yang sedang hamil (apalagi anak pertama) menjadi takut akan banyak hal. Galau ini dan itu sepertinya sudah umum dialami oleh Ibu-Ibu hamil. Kalau sebatas morning sickness biasa sih udah biasa ya, tapi kalau kram, keputi

STOP jangan parno Mommy! Yuk baca dulu supaya lebih tenang. Banyak diantara kita yang sedang hamil (apalagi anak pertama) menjadi takut akan banyak hal. Galau ini dan itu sepertinya sudah umum dialami oleh Ibu-Ibu hamil. Kalau sebatas morning sickness biasa sih udah biasa ya, tapi kalau kram, keputihan, bercak darah sampai mimisan, pasti sedikit banyak mempengaruhi pikiran kita.   Nah, Selama masa kehamilan saya yang pertama, sering sekali mengalami keluhan-keluhan yang menjadi beban pikiran saya. Di artikel ini saya sharing aja ya, supaya Mommy-Mommy lain yang sedang galau juga bisa lebih tenang.   Berikut keluhan yang pernah saya alami secara pribadi:   1. Bercak darah Di kehamilan saya yang pertama, saya sering mengalamai bercak darah. Dari yang berwarna merah segar hingga kecoklatan. Ini yang paling membuat momok bagi saya. Ketakutan akan terjadi keguguran selalu membebani pikiran. Nah, Mommy, jangan buru-buru cemas jika terjadi bercak ya. Bercak ini memang bisa jadi menjadi tanda keguguran, tapi jika pada trismester pertama, bercak bisa juga timbul dikarenakan perlekatan janin (ini saya dapat info dari Spog saya). Jadi, bayangan mudahnya nih, si dedek baby yang tercinta sedang menggali lebih dalam ke dalam rahim agar posisinya dia nih lebih kuat di rahim. Jika ini disertai dengan morning sickness yang cukup hebat, itu malah pertanda baik. Yang itu artinya si dedek itu sehat dan kuat di kandungan. Istirahat yang cukup dan jangan panik, nanti bercaknya juga hilang kok. Nah, yang harus Mommy waspadai itu kalau bercak darah ini semakin banyak dan menjurus ke arah menstrurasi dan disertai dengan sakit perut yang hebat. Jika ini terjadi, segera ke dokter ya Mommy.   2. Perut sering kram seperti mau datang haid Ini juga biasa ya Mommy, karena di awal trisemester, rahim kita yang kecil sedang stretching, berusaha menyesuaikan dan mempersiapkan tempat untuk si dedek supaya bisa nyaman di dalam sana. Jadi, dibawa istirahat aja ya Mommy saat kram.   3. Sesak nafas Beberapa Mommy akan merasakan ini mulai dari trisemester kedua dan semakin terasa saat trisemester ketiga. Ini terjadi karena si dedek yang semakin membesar di rahim dan terkadang menekan ke atas (soalnya di atas perut kita itu ada diafragma dan paru-paru), jadi si dedek yang sempit-sempitan di dalam terkadang bisa saja menekan area pernafasan dan membuat sesak. Jadi jangan khawatir, cari posisi duduk atau berbaring yang nyaman supaya sesak bisa berkurang (tidur miring ke kiri biasanya sangat membantu bagi sebagian besar Mommy). Oh ya, berat badan Mommy dan baby juga harus di kontrol ya, kenaikan berat badan yang berlebih juga bisa menyebabkan sesak dan keluhan berikunya.   4. Kaki bengkak Keluhan kaki bengkak ini pernah saya alami di kehamilan saya menginjak usia 6-7 bulan. Ini dikarenakan kenaikan berat badan yang drastis dalam 1 (satu) bulan. Kaki menjadi bengkak dan sulit berjalan. Cara yang saya terapkan ialah dengan mengangkat posisi kaki lebih tinggi saat berbaring dan kompres dengan air hangat.   5. Gusi berdarah dan mimisan Hampir setiap saya menyikat gigi gusi saya berdarah. Keluhan ini pernah saya tanyakan ke beberapa Spog. Ada 1 spog yang menurut saya penjelasannya cukup masuk akal saya. Ini disebabkan karena pada saat kita hamil, tekanan darah kita meningkat Mommy, jadi pembuluh darah di tubuh kita (khususnya yg halus-halus) seperti di area gusi dan rongga hidung itu jadi rentan pecah. Nah saat pecah itulah terjadi gusi berdarah dan mimisan. Jadi jangan buru-buru khawatir. Apalagi yang seperti saya, chinese, begitu gusi berdarah dan mimisan, biasa orang tua akan bilang itu panas dalam, dan mulailai semua obat panas dalam ditampilkan. Ga ada salahnya sih, tapi kalau penyebabnya bukan panas dalam kan ngapai kita minum berbagai macam obat ke tubuh yang sedikit banyak bisa berimbas ke dedek baby kan?   6. Naik betis Hahaha... Ini saya rasakan setiap subuh Mommy. Yaa, anda benar setiap subuh, literally setiap hari saat di trisemester ketiga. Sakitnya tuhhh... Gila! Tapi karena udah tiap ari, semakin hari saya semakin ahli. Jadi Mommy yang sering naik betis, jangan coba-coba untuk stretching badan (narik tangan dan kaki jauh-jauh) saat tidur seperti sedang tidak hamil. Klo Emang sedang pegal, stretching tangan, dan pergelangan kaki cukup diputar-putar saja.   Kalau sudah terlanjut naik betis, cepat-cepat posisikan telapak kai ditarik ke atas (pakai tangan dorong jari kaki dengan arah jari kaki menuju ke tulang kering arah depan kaki), biasanya ini akan sangat-sangat membantu dan capat meredakan rasa sakitnya.   Nah,  taukah Mommy naik betis ini sering terjadi itu dikarenakan kita kurang kalsium. Yah, Mommy, saya juga dengar ini dari salah satu Spog saya. Kurang kalsium dapat membuat kita naik betis. Sudah saya buktikan di kehamilan kedua saya rutin mengkonsumsi kalsium dan gejala naik betis sangat-sangat bekurang. Oh ya, kalsium juga saya konsumsi rutin di kehamilan pertama, tapi mungkin ga cocok. Menurut Spog, kita harus mengkonsumsi kalsium yang di Vut D dan K nya, baru kalsiumnya bisa terserap maksimal.   7. Keputihan Ini juga pernah saya alami ya Mom. Dua kali hamil, dua kali saya mengalami keputihan. Menurut Spog, keputihan harus segera diatasi. Ga usah panik bisa menginfeksi bayi, karena bayi dilindungi oleh ketuban, tapi keputihan yang parah bisa mengakibatkan kelahiran prematur Mommy. Biasanya saat hamil, kita akan diberi kapsul yang dimasukkan melalui vagina, biasanya dengan ini keputihan segera sembuh. Cuma di kasus saya, keputihan datang dan pergi berulang-ulang. So, dokter menyarankan saya untuk menjalani tindakan 'Vaginal wash' yaitu proses pencucian dengan air garam dan diberi betadin. Ini untuk membersihkan keputihan yang sudah terlalu banyak.    Kemungkinan dikarenakan lembab di daerah vagina. Jadi usahakan gunakan underwear yang nyaman, berbahan katun dan menyerap keringat. Sering-sering ganti jika lembab dan juga jangan gunakan celana terlalu ketat. Hindari juga penggunaan sabun yang menggunakan pewangi berlebihan karena juga bisa mengakibatkan iritasi. Makan yoghurt juga dianjurkan untuk mengembangkan bakteri baik yang ada di Vagina. 8. Seperti ngompol Nah, ini saat-saat trisemester akhir, sering sekali Mommy. Seperti pipis yang keluar sendiri tak tertahankan. Jangan panik ya Mom, ini tidak selalu air ketuban yang pecah dan merembes. Untuk membedakan pecah ketuban itu, biasanya airnya ketuban dalam jumlah besar dan ada seperti bunyi 'pop' saat ketuban pecah. Tapi jika Mommy masih ga yakin, bisa di cek ke RS, biasa kita akan diberikan kertas lakmus untuk mengecek PH, untuk tau itu ketuban atau bukan.    Mungkin ini dulu ya Mom sharing keluhan-keluhan kehamilan yang saya ingat saat ini. Semoga membantu menenangkan Mommy-Mommy sekalian yaa.