Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

11 Cara Cerdas dan Bijak Hadapi Ipar Menyebalkan

Menghadapi ipar yang menyebalkan bisa membuat Mom stress. Untuk itu, Mom harus cerdas dan bijak menghadapinya agar tidak terlibat pertengkaran. Karena jika Mom bertengkar dengan ipar, hubungan Mom dengan suami dan mertua bisa ikut rusak.

Menghadapi ipar yang menyebalkan bisa membuat Mom stress. Untuk itu, Mom harus cerdas dan bijak menghadapinya agar tidak terlibat pertengkaran. Karena jika Mom bertengkar dengan ipar, hubungan Mom dengan suami dan mertua bisa ikut rusak.   Ketika memutuskan menikah dengan suami, artinya Mom juga sudah siap menerima keluarganya, termasuk mertua dan ipar. Banyak terjadi sebelum menikah hubungan mantu-mertua dan ipar cukup baik dan akrab. Namun seiring berjalan waktu, ada saja hal kecil yang dikomentari mertua maupun ipar, khususnya saudari ipar. Sehingga hubungan yang tadinya dekat, menjadi renggang, bahkan berujung pertengkaran.   Sikap ipar yang dirasa sombong, egois, mudah iri atau tidak mau kalah, sering kali memicu pertengkaran. Suka tidak suka, Mom pun harus menerima dan menghadapinya. Tapi juga tidak bisa dipungkiri rasanya jengkel sekali.   Menghadapi ipar yang menyebalkan memang harus pintar-pintar ya Mom. Apalagi bila si ipar suka mempengaruhi suami, bahkan mengadu domba Mom dengan mertua. Wah, bahaya itu Mom! Mom harus waspada menghadapi ipar menyebalkan seperti itu.     11 Cara cerdas dan bijak menghadapi ipar yang menyebalkan:   1. Hati-hati berbicara Ipar yang usil dan jahat, pasti akan berusaha mencari kesalahan Mom untuk diadukan pada orang tua atau suami Mom. Untuk itu, saat mengobrol denganya Mom harus ekstra hati-hati. Jika perlu, tanggapi obrolan dengan jawaban diplomatis, seperti, “Oh gitu”, “Kurang tau juga ya”, “Masa”, dan lainnya.   Ingat ya Mom jangan mudah terpancing untuk bercerita banyak, apalagi jika ipar Mom termasuk orang yang mudah tersinggung. Karena bila Mom ada salah sebut dan ditangkap berbeda olehnya, ia pun tersinggung. Bukan tidak mungkin nanti Mom akan diadukan pada mertua ataupun suami, dan dilebih-lebihkan.   Bila ipar mulai mengosipkan angota keluarga lain, hindari saja ya Mom secara halus atau sudahi obrolan. Karena jika Mom terpancing ikut bergosip, bukan hal yang tidak mungkin apa yang Mom katakana akan diceritakan pada orang tersebut.   2. Bersikap tenang Ipar yang egois sering kali memancing emosi ya Mom. Malah kadang ucapannya menyinggung perasaan, baik itu segaja ataupun tidak menyindir. Kendalikan diri dan tetap tenang ya Mom. Daripada Mom terpancing emosi dan bertengkar dengannya, lebih baik Mom tinggalkan saja dia. Karena pertengkaran dengan ipar hanya akan memperburuk suasana.   3. Bersikap tegas Meskipun Mom harus sabar menghadapi ipar menyebalkan, tapi Mom juga haus tegas. Agar Mom tetap dihargai dan memiliki wibawa di depannya dan dia tidak “ngelunjak”.   Misalnya ketika Mom serumah dengan ipar. Sejak awal, Mom sudah sepakat dengan suami dan ipar tentang aturan atau batasan-batasan di rumah, misal soal urusan pembagian tugas atau keuangan keperluan rumah. Berikan penjelasan juga pada ipar, bahwa aturan itu dibuat agar kedepannya tidak terjadi pertengkaran antara kalian dan tidak ada yang merasa dirugikan satu sama lain.   4. Lakukan pendekatan Salah satu cara menghadapi ipar yang menyebalkan bisa dengan cara melakukan pendekatan secara personal dengannya. Misalnya memberikan bantuan kecil saat ipar memerlukan pertolongan. Ajak ipar mengobrol atau melakukan hobinya Bersama. Ingat ya Mom, jangan sekali-sekali memulai bergosip meskipun tentang anggota keluarga lain yang tidak disukai ipar hanya untuk mendekatkan diri dengan ipar. Itu sama saja, Mom mencari musuh lain.   5. Balas dengan perbuatan baik  Cobalah membalasnya dengan berbuat baik. Dengan harapan agar ia merasa tidak enak hati dan malu sendiri karena sudah bersikap menyebalkan. Meskipun mungkin ia tidak langsung berubah sikap dan tetap menyebalkan, paling tidak Mom bisa memenangkan hati mertua dan pasangan. Karena pasti justru iparlah yang dinilai telah bersikap keterlaluan.   6. Berusaha akrabkan diri dengan keluarga pasangan Meski hubungan Mom dan ipar ada jarak. Namun tetaplah menjalin keakraban dengan keluarga pasangan, terutama mertua. Karena ketika Mom juga renggang dengan anggota keluarga lainnya, ipar akan merasa memiliki “backing” dan bisa saja mengompori keluarga lain untuk memusuhi Mom.     7. Jangan segan untuk berbagi Sikap ipar yang menyebalkan, bisa saja karena ia iri dengan Mom. Misalnya ketika Mom membeli parfum baru dan ternyata diam-diam ia juga menyukai aromanya. Karena iri hati, ia bisa saja memanas-manasi suami Mom dan mertua dengan mengatakan bahwa Mom sangat boros. Mengetahui sifat ipar yang selalu iri, Mom bisa mengambil inisiatif untuk menawarinya untuk berbagi parfum tersebut.   8. Berbicaralah pada pihak yang netral Rasanya sudah melalukan ini itu agar si ipar tidak menyebalkan lagi. Tapi kok mentok dan ia tidak berubah. Mom bisa mencoba berbicara kepada seseorang yang Mom percaya dan yakin tidak memihak baik ipar ataupun Mom sendiri. Siapa tahu orang tersebut bisa memberikan solusi, meskipun tidak, paling tidak Mom bisa mengeluarkan uneg-uneg mengenai adik ipar yang menyebalkan.   9. Ubah topik obrolan Bila ipar mulai membuka obrolan mengenai topik yang sensitif dan bisa menyinggung perasaan Mom maupun dia. Jangan ragu untuk coba mengganti topik obrolan ya Mom. Ganti topik dengan hal yang ia atau Mom sukai.   10. Mengangguk dan tersenyum Untuk menghindari pertengkaran dengan ipar yang menyebalkan, tak ada salahnya berpura-pura. Ketika ia berbicara Mom bisa berpura-pura tertarik juga, dan menanggapinya dengan mengangguk sambil tersenyum.   11. Ajak pasangan untuk berdiskusi Mom bisa mencoba untuk mengajak pasangan berdikusi dan memposisi dirinya sebagai Mom. Sehingga suami bisa mengerti sedikit posisi Mom sebagai anggota baru dalam keluarganya. Gunakan kata-kata yang tepat sehingga tidak terkesan Mom mengadu pada suami. Karena bisa saja Mom justru disalahkan oleh suami.   Semenyebalkan apapun sikap ipar, Mom harus hadapinya dengan cerdas dan bijak. Karena Mom ada dalam posisi yang sulit. Jika Mom membalasnya dengan bersikap menyebalkan dan kasar, ia bisa saja mengadu pada pasangan dan mertua. Hal ini justru bisa menyulut pertengkaran dalam rumah tangga Mom dan suami.