Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Mengatasi Payudara Bengkak, Saluran ASI Tersumbat dan Mastitis

Bagaimana cara mengatasi payudara bengkak, saluran asi tersumbat dan mastitis? Menyusui itu indah, namun permasalahan dalam menyusui mulai dari suplai asi yang kurang, payudara bengkak (breast engorgement), saluran asi tersumbat karena suplai yang berlebih (clogged duct atau blocked duct) yang bisa

Bagaimana cara mengatasi payudara bengkak, saluran asi tersumbat dan mastitis? Menyusui itu indah, namun permasalahan dalam menyusui mulai dari suplai ASI yang kurang, payudara bengkak (breast engorgement), saluran ASI tersumbat karena suplai yang berlebih (clogged duct atau blocked duct) yang bisa menyebabkan mastitis bila pembengkakan terjadi hingga puting dan terserang infeksi membuat menyusui bisa dibilang tidak selalu mudah ya Mom!       Payudara Bengkak (Breast Engorgement)     Saat terjadi, payudara Mom akan bengkak dan keras, sehingga bayi jadi kesulitan menyusu. Ketika sudah sakit, Mom malah memutuskan untuk berhenti menyusui bayi Mom, padahal semakin berhenti maka payudara Mom akan semakin sakit karena ASI tidak sepenuhnya keluar.   Apa sih yang menyebabkan payudara bengkak?   - Suplai ASI yang berlebih atau saat produksi ASI terlalu lancar melebihi kebutuhan bayi di beberapa hari pertama kelahiran. Dimana bayi masih belum banyak menyusui, sehingga tidak sepenuhnya dikeluarkan dan menjadi bengkak.   - Mom skip jadwal menyusui karena ada halangan sekaligus tidak bisa memompa ASI.   - Mom berhenti menyusui secara tiba-tiba.   - Bayi Mom menyusu tidak sesering biasanya, yang biasa terjadi saat dikenalkan MPASI, atau saat kurang nafsu makan karena sedang sakit.   - Kesalahan memilih pompa ASI. Bisa jadi karena ukuran corong yang tidak sesuai dengan payudara Mom (terlalu kecil), atau bahannya tidak halus dan lembut.     Apa tanda-tanda payudara bengkak?   Jenis breast engorgement pun bermacam-macam. Ada yang hanya menyerang aerola, sebelah sisi payudara atau bahkan kedua payudara. Gejala payudara bengkak yaitu:   - ASI tidak mengalir. - Pembengkakan yang terasa keras dan sakit di area dada hingga ketiak. Bila parah akan terasa bengkak, memerah, panas bahkan terasa benjolan keras saat disentuh. - Puting terlihat mengkilat, datar dan areola mengeras sehingga bayi kesulitan untuk menyusui. - Timbul kemerahan di sekitar payudara. - Tubuh Mom lebih panas, dimana suhu tubuh naik hingga 38 derajat celcius dan mengalami demam. - Kelenjar getah bening di sekitar ketiak tampak membengkak dan sakit saat disentuh.      Cara Mengatasi Payudara Bengkak   - Kompres dengan handuk yang direndam air hangat bagian payudara yang bengkak maksimal 3 menit. Jangan terlalu lama karena malah akan menyebabkan bengkak makin parah dan ASI susah keluar. Atau mandilah dengan air hangat dan pijat perlahan payudara untuk mengeluarkan sedikit air susu. Bila engorgement yang Mom alami sudah parah sampai ASI tidak bisa keluar, jangan pernah mengompresnya dengan air panas ataupun hangat. - Keluarkan ASI dengan tangan atau pompa sebelum bayi menyusu. Setelah payudara lebih kendur, bayi dapat mengisapnya dengan baik. Isapan bayi adalah pompa terbaik untuk payudara Mom. - Pijat payudara setelah mengompresnya, saat menyusui atau memompa ASI agar aliran ASI lebih lancar dan mengurangi sakit yang Mom rasakan. - Tetaplah menyusui secara rutin walaupun bayi jadi lebih rewel saat menyusu di payudara yang bengkak. Bila bayi Mom menolak, perahlah dengan tangan atau pompa ASI. Mom akan jauh merasa lebih baik bila sebagian ASI sudah keluar.  - Stop menggunakan bra kawat karena bisa mengakibatkan saluran ASI menyempit bahkan tersumbat. Pakailah bra menyusui tanpa kawat yang nyaman dan tidak terlalu ketat.   Mencegah Payudara Bengkak - Susuilah segera bayi Mom setelah ia lahir. Bayi jadi punya waktu belajar menyusu dan pelekatan yang benar (latch on) sebelum payudara Mom penuh dan bengkak. Bila bayi Mom masih kesulitan menyusu karena belum bisa melakukan pelekatan dengan benar atau bila puting Mom datar maupun bila bayi mengalami tongue tie, konsultasikan kepada ahli laktasi sesegera mungkin setelah melahirkan.  - Mom juga bisa melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) segera setelah melahirkan, tapi hal ini tergantung  dari kondisi Moms juga setelah melahirkan ya. - Menyusui bayi sesering mungkin, kira-kira 8-12 kali sehari. Susuilah kapanpun pun ia memintanya walaupun tengah malam dan jangan dijadwal. - Biarkan bayi selesai menyusu di satu payudara, sebelum memindahkannya untuk menyusu di payudara yang lain. Jika bayi sudah menarik mulutnya dari puting, atau tertidur, Mom bisa memindahkannya ke payudara yang lain. - Pompalah selalu payudara Mom setiap terasa masih penuh setelah menyusui bayi (ingat ya Mom utamakan menyusui dulu baru pompa), juga di waktu subuh saat payudara terasa paling penuh, sehingga tidak terjadi penumpukan ASI. - Saat tiba waktunya menyapih, berhentilah menyusui secara perlahan, jangan langsung berhenti.       Apa bedanya payudara bengkak, saluran asi tersumbat dan mastitis?   Payudara yang bengkak bila tidak dikeluarkan lama kelamaan akan menimbulkan benjolan di salah satu sisi payudara yang artinya terjadi sumbatan pada salurannya. Cara menanganinya sama dengan mengatasi payudara bengkak, intinya ASI harus dikeluarkan sesegera mungkin dari payudara.       Lalu jika saluran ASI yang tersumbat tidak ditangani dengan baik akan berpeluang menjadi mastitis yaitu infeksi (dari bakteri yang berasal dari mulut bayi atau permukaan kulit payudara), atau peradangan pada payudara yang disertai dengan demam dan mengigil. Mastitis biasanya ditandai dengan kulit payudara memerah, terjadi hanya di satu sisi payudara, nyeri yang sangat hebat, demam dan juga payudara yang tetap terasa keras walaupun ASI sudah dikeluarkan. Bila terjadi mastitis, Mom harus tetap menyusui agar payudara segera kosong. Dan segeralah periksa ke dokter, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik.       Saat terjadi saluran ASI tersumbat ataupun mastitis, bayi Mom biasanya akan rewel menyusu, bukan karena rasa ASI berbeda, namun karena terasa lebih keras dan tidak nyaman baginya. Tetaplah paksakan bayi Mom menyusu untuk mengosongkan payudara Mom karena tidak ada pompa payudara yang mengalahkan isapan bayi.       Saat saya mengalami payudara bengkak dan saluran ASI tersumbat..   Saya pun pernah mengalami payudara bengkak dan berlanjut saluran ASI jadi tersumbat, tapi untungnya belum pernah mastitis, jangan sampai deh karena katanya sakit sekali. Ini pun saluran ASI tersumbat yang saya alami masih tahap yang ringan, karena teman saya ada yang mengalami lebih parah hingga asi yang keluar tercampur darah karena puting payudaranya juga sempat lecet.   Waktu itu ceritanya waktu Baby K umur 3 bulan 1 minggu, saya barusan beli pompa ASI elektrik yang portable. Maksudnya supaya bisa sambil ajak main Baby K sambil pumping, karena yang saya punya adalah Spectra S2 yang tidak bisa portable. Jadi setelah pemakaian 2x pompa portable tersebut (saya ga mau sebut merk ya Mom, hehe), sepertinya payudara saya yang sebelah kanan tertekan, jadi selama 2 hari Baby K rewel kalau saya susui di payudara kanan.    Saat itupun saya ga tau kalau saluran susu lagi tersumbat, cuma ngerasa ada sensasi yang aneh (susah dijelasin dengan kata-kata, Mom hehehe) waktu Baby K lagi menyusu di payudara kanan, seperti kurang plong dan lancar nyusunya. Setelah itu saya coba raba payudara, terasa ada bagian yang cukup keras, lebih keras dari gejala saat saya mengalami payudara bengkak, dan badan saya agak hangat. Lumayan panik dan takut kalau sampai harus ke dokter karena pernah dengar cerita teman saya yang putingnya sampai disuntik segala bagian milk blisternya (pori-pori puting yang tersumbat).    Lalu saya minta suami yang lagi kerja bantu browsing cara cepat mengatasinya. Ternyata saya mengalami saluran ASI tersumbat. Cepat-cepat saya langsung kompres payudara dengan handuk panas lalu saya coba pompa, karena Baby K akhirnya selalu menolak menyusu di paydara kanan saya waktu itu. Dipompa pun ga keluar lho Mom. Saya bingung. Akhirnya saya paksakan Baby K agar mau menyusu payudara saya yang sakit. Sambil saya berdiri gendong Baby K yang dalam posisi menyusu karena katanya gaya gravitasi bisa membantu ASI untuk lebih bisa keluar, sambil saya tekan-tekan pijat payudara saya. Akhirnya pelan-pelan Baby K mau minum. Dan dalam 20 menit disusui akhirnya payudara saya kembali normal.    Lega banget rasanya Mom! Mungkin waktu lagi mampet itu Baby K berasa seperti lagi minum dari sedotan yang ada bolong di tengahnya jadinya minumnya ga lancar. Semenjak itupun saya ga pake lagi pompa portable itu, dan saya hanya memakai bra menyusui yang ukurannya lebih besar saja.    Sepertinya saya mengalami saluran ASI tersumbat juga karena belakangan Baby K menyusu dengan durasi yang lebih cepat. Kalau biasanya 20-30 menit, waktu itu hanya 10-15 menit jadi payudara saya pun masih terbilang penuh. Dan saya juga malas memompa setelah Baby K selesai menyusui di siang hari karena biasanya dia kadan rewel minta ditemani main. Jadilah saya mengalami saluran ASI tersumbat. Ogah deh kalau harus keulang lagi Mom walaupun kasus saya termasuk yang ringan. Semoga juga tidak terjadi pada Mom sekalian ya.