Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Cara Menghangatkan ASI Perah (ASIP) Yang Benar

  Jangan sampai ASI yang sudah disimpan dengan benar menjadi rusak hanya karena cara menghangatkan yang tidak tepat. Prinsip menghangatkan adalah cairkan dengan suhu bertahap, jangan dalam perubahan suhu yang cepat atau drastis karena akan merusak kandungan antibodi dalam ASI. Yuk simak cara menghangatkan ASI perah yang benar agar kualitasnya tetap terjaga.        Cara Mencairkan dan Menghangatkan ASI    ASI perah beku yang dicairkan akan mengalami perubahan pada warna, bau, dan konsistensinya dibandingkan ASI segar. Dan wajar bila ASI mengendap setelah disimpan di dalam kulkas. Setelah ASI cair, Mom bisa mengocok botol penyimpanan ASI agar lapisan atas dan lapisan bawah ASI bercampur dengan baik, tanpa merusak struktur ASI perah yang sudah disimpan.     ASI yang beku dari freezer dapat dicairkan dengan cara:     1. Mencairkan semalaman (kurang lebih 12 jam) dengan menaruhnya di kulkas bawah. Jangan mencairkan ASI beku dengan cara mendiamkannya pada suhu ruangan karena perubahan suhu yang cepat akan merusak kandungan antibodi ASI yang bermanfaat bagi bayi. 2. ASI beku yang sudah cair bisa bertahan di lemari pendingin (kulkas bawah) dalam waktu maksimal 24 jam setelah mencair sepenuhnya, dan hanya bertahan sampai 4 jam dalam suhu ruang. Jika ASI beku sudah cair tapi tidak jadi terpakai segera buang. 3. Bila dibutuhkan segera, ASI beku juga bisa dicairkan dengan cepat yaitu dengan menyirami tempat penyimpanan ASI (masih dalam kondisi tertutup rapat) dengan air dingin yang mengalir dari keran. Lalu ketika ASI mulai mencair, perlahan tingkatkan suhu air keran dari dingin menjadi hangat sampai seluruh bagian ASI mencair. 4. Setelah ASI cair, rendam botol atau tempat penyimpanan di dalam mangkok atau wadah yang diisi air hangat (kurang dari 40 derajat celcius, bukan air panas karena akan merusak ASI dan menghilangkan antibodi dalam ASI sehingga bayi Mom seperti tidak menerima ASI tapi hanya susu biasa). 5. Mom juga bisa menghangatkan asi melalui pemanas botol (bottle warmer) agar lebih cepat.  6. Bila Mom memiliki termometer khusus cairan akan lebih baik lagi. Biasanya saya memasukkan termometer khusus cairan (yang sudah dicuci bersih, disiram air panas 100 derajat celcius agar steril dan dikeringkan dengan tissue) ke dalam botol ASI saat dipanaskan untuk memastikan suhunya pas (38 derajat celcius sesuai suhu tubuh Mom karena saat menyusui langsung, suhu ASI yang kelar dari payudara Mom juga sekitar 38 derajat celcius). Jangan sampai ASI overheating ya Mom karena akan merusak kandungannya bila terlalu panas. 7. Setelah ASI cair, mungkin Mom akan melihat dua lapisan susu, yaitu lapisan lemak yang ada di atas dan lapisan cairan yang ada di bawahnya. Ini adalah hal yang normal terjadi. Goyangkan botol dengan lembut secara perlahan agar ASI bercampur (homogen). Jangan mengocoknya terlalu kuat.       Don't Dalam Mencairkan dan Menghangatkan ASI  1. Walaupun sangat mudah dan cepat, jangan pernah memanaskan ASI dengan microwave atau memanaskannya di atas kompor apalagi mendidihkannya, karena menyebabkan suhu dalam ASI perah tidak merata. Bagian yang lain bisa dingin dan bagian lain hangat. Ini akan merusak kandungan nutrisi ASI baik untuk vitamin, mineral, enzim dan zat antibodi yang terkandung di dalamnya dan bayi kemungkinan bisa sakit. Memanaskan ASI dengan air sangat panas atau dalam microwave juga dapat menciptakan hot spot atau bagian panas dalam ASI, sehingga mulut bayi bisa terbakar. 2. Jangan sesekali merebus ASI yang beku. 3. ASI yang sudah dicairkan dan dihangatkan bila tidak habis dalam sekali pakai, hanya dapat bertahan sampai 1-2 jam. Jika bayi tidak segera menghabiskannya, maka segera buang dan jangan digunakan kembali. Kontaminasi bakteri yang berasal dari mulut bayi bisa menyebabkan bayi sakit. 4. Jangan membekukan lagi ASI yang sudah dicairkan, karena itu sebaiknya Mom menyimpan ASI dalam wadah terpisah untuk porsi sekali minum (sekitar 60 s/d 125 ml per wadahnya).      Sebagian bayi ada yang menolak ASI perah beku karena perubahan baunya (kadang seperti bau sabun/ soapy taste atau bau besi/ metallic taste). Mom bisa mencoba memperpendek masa simpan ASI. Saya akan bahas di artikel berikutnya soa kenapa ASI bisa bau sabun, cara mengatasi dan mencegahnya.