Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Hamil 5 Minggu: Pentingnya Pemeriksaan Kandungan dan USG Rutin

Di minggu ke-5 ini mungkin Mom sudah mulai menyadari kalau Mom sedang hamil karena terlambat datang bulan. Pentingnya pemeriksaan kandungan dan USG rutin untuk mendeteksi dini resiko komplikasi dan penyakit kehamilan, memantau perkembangan ibu dan janin serta menurunkan resiko kematian ibu hamil dan

Di minggu ke-5 ini mungkin Mom sudah mulai menyadari kalau Mom sedang hamil karena terlambat datang bulan. Pentingnya pemeriksaan kandungan dan USG rutin untuk mendeteksi dini resiko komplikasi dan penyakit kehamilan, memantau perkembangan ibu dan janin serta menurunkan resiko kematian ibu hamil dan janin dalam kandungan atau setelah lahir. Untuk itu, mintalah rekomendasi dokter kandungan dari teman atau kerabat yang berpengalaman dan mulailah memeriksakan kandungan secara rutin ya Mom!     Apa sih yang berubah pada Mom di minggu ke-5?   Perubahan signfikan mungkin belum nampak pada tubuh Mom bila diperhatikan dari luar. Namun di minggu ini Mom bisa mengalami:   - Payudara Mom mulai terasa sakit   - Merasa lebih cepat lelah   - Lebih sering buang air kecil karena janin makin membesar dalam rahim sehingga kandung kemih tertekan dan volume air seni yang dapat ditampung kandung kemih makin berkurang   - Perubahan suasana hati seperti mudah marah, sering tersinggung atau menjadi lebih sensitif   - Mom secara alami akan mulai merasakan pusing, mual dan muntah (morning sickness) akibat kenaikan level hormon estrogen, progesteron dan hCG (human chorionic gonadotopin). Hal ini bisa membuat Mom kehilangan nafsu makan dan asupan gizi dan nutrisi terganggu yang akan berdampak pada perkembangan janin. Cara mengatasinya bisa dengan makan dalam porsi yang kecil tapi sering. Jangan lupa mengonsumsi susu, buah, roti tawar atau cemilan sehat lainnya yang Mom suka sebagai cemilan yang bisa dimakan diantara waktu makan.     Bagaimana Perkembangan Janin di Minggu ke-5?   Panjang embrio di minggu ini sekitar 2 mm hingga 4 mm dan bentuknya lebih seperti berudu dibandingkan manusia. Bila dibayangkan besarnya kira-kira seukuran biji wijen (sesame seed). Inilah perkembangan janin di minggu ini:     - Sistem peredaran darah dan jantung perlahan mulai terbentuk. Jantung embrio yang begitu kecil seukuran biji ketumbar sudah mulai membentuk sekat dan serambi yang berdenyut memompa darah dan perlahan memiliki ritma denyutan yang teratur. Denyutnya mungkin sudah dapat dilihat dengan menggunakan gelombang ultrasound (USG).   - Pada akhir minggu ke-5 usia kehamilan, organ-organ pembuluh darah pada janin mulai terbentuk.   - Sistem saraf dan organ-organ utama mulai berkembang.   - Tabung saraf (tempat otak, medula spinalis, jaringan syaraf hingga tulang belakang tumbuh) juga mulai berkembang. Kelainan pada bagian akhir tabung saraf (tuba neural) akan berdampak pada spina bifida (cacat dibagian tabung syaraf), selain itu juga dapat mengakibatkan anencephali (kondisi dimana tempurung kepala janin tidak terbentuk dengan sempurna). Kondisi ini rentan terjadi bila ibu tidak memperhatikan asupan gizi dan menjaga kesehatan dengan baik.   - Tali pusar janin akan mengganti posisi kantong kuning telur (yolk sac). Tali pusar bekerja sama dengan ari-ari (plasenta) untuk membawa nutrisi serta oksigen ke janin dan membuang sisa metabolisme.   - Ginjal mulai terbentuk.   - Organ pencernaan juga mulai berkembang, hingga usus buntunya pun sudah berada di tempatnya.   - Ada empat anggota tubuh yang mulai terlihat, yang akan tumbuh menjadi sepasang tangan dan kaki.       Tips untuk Mom Di Kehamilan 5 Minggu   - Pilihlah dokter kandungan yang tepat dan sreg di hati Mom. Karena ia yang akan membantu Mom dari awal pemeriksaan kandungan hingga membantu proses persalinan nantinya. Mintalah rekomendasi dari teman atau kerabat lain yang pernah hamil dan kalau bisa carilah dokter yang tempat prakteknya tidak terlalu jauh dari rumah Mom (jadi in case ada sesuatu yang emergency Mom bisa cepat pergi ke dokter), dan yang mau dan tidak pelit menjawab segala pertanyaan seputar kehamilan Mom.   - Rutinlah memeriksakan kandungan untuk menurunkan resiko kematian ibu hamil, ibu bersalin dan bayi dalam kandungan maupun setelah lahir. Juga untuk memantau kesehatan fisik Mom, perkembangan Mom dan tumbuh kembang janin, serta mendeteksi dini resiko komplikasi dan penyakit kehamilan. Biasanya dokter akan meminta Mom untuk melakukan konsultasi setiap 4 minggu sekali selama 7 bulan pertama, setiap 2 minggu pada bulan ke-8 dan setiap minggu pada bulan ke-9. Namun bila terdapat masalah pada kandungan Mom, biasanya dokter akan menjadwalkan lebih sering untuk berkonsultasi.   - USG penting dilakukan untuk memeriksa gerakan janin dan kelengkapan anggota tubuhnya, serta mendeteksi kelainan-kelainan yang mungkin ada. USG di minggu ke 6-8 juga bisa mengetahui bila terjadi kehamilan di luar kandungan (blighted ovum), yaitu kehamilan kosong tanpa menghasilkan embrio. Jadi saat test pack hasilnya positif dan gejalanya sama dengan ibu hamil lainnya seperti mengalami mual ,muntah, pusing dan sembelit, kantong ketuban dan plasenta tetap terbentuk namun sel telur yang dibuahi tidak berkembang menjadi embrio.       Sharing Pengalaman Saya Saat Hamil 5 Minggu   Lanjutan cerita saya dari artikel sebelumnya, setelah saya cek ke dokter kandungan (26 September 2017) soal beneran ga sih saya hamil dan ternyata iya, waktu itu ternyata saya udah hamil 4 minggu kalau dihitung dari HPHT (hari pertama haid terakhir) saya. Jadi Mom jangan lupa ya untuk rutin catat tanggal menstruasi supaya tau kapan HPHT Mom kalau memang Mom ternyata hamil. Nah, 1 minggu setelah saya cek up itu, saya bakal liburan ke Singapore dan Vietnam (dari tanggal 4-12 Oktober 2017, sekalian ngerayain ulang tahun saya ceritanya di tanggal 11 Oktobernya), dimana pesawatnya berangkat dari Taipei karena saya tinggal disana. Waktu prepare beli-beli tiket, hotel dan lain-lain beberapa bulan sebelumnya, saya ga nyangka juga akan hamil lumayan cepat.   Waktu cek up ke dokter saya cuma tanya boleh ga saya berangkat dan untungnya boleh (padahal kalau dokter bilang ga boleh pun rasanya saya akan tetap nekat berangkat, diyakinin dan diaminin aja calon baby dalam perut ga akan kenapa-kenapa walaupun ini kehamilan pertama saya yang biasanya kebanyakan bumil akan parnoan di kehamilan pertamanya), saya pun ga minta surat rekomendasi untuk terbang buat ibu hamil karena saya browsing-browsing di persyaratan maskapai yang saya tumpangi nantinya ga mengharuskan adanya surat itu untuk kehamilan awal.   Jadi ya udah diaminin aja ga bakal kenapa-kenapa dalam penerbangan international Taipei-Singapore, Singapore-Ho Chi Minh, Ho Chi Minh-Phu Quoc-Ho Chi Minh dan Ho Chi Minh-Taipei (total 5 penerbangan nih Mom), tapi ya tetap harus ekstra hati-hati. Ditambah lagi di Phu Quoc kami akan snorkelling, dan waktu itu saya ga mau google apapun soal snorkelling boleh ga untuk ibu hamil, intinya saya yakin aja janin saya ga bakal kenapa-kenapa, karena biasanya makin dicari infonya semuanya bakal makin ga boleh, ujung-ujungnya jadi parno sendiri. Nekat ya, tapi jangan ditiru juga ya Mom, karena kondisi tiap bumil beda-beda dan kondisi kehamilan saya sehat jadi dokter pun ga pernah banyak ngelarang saya selama kehamilan. Intinya Mom dan dokter yang paling tahu kondisi Mom.