Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

7 Tips Mengatasi Flek Berwarna Coklat

Flek coklat yang sering Bunda alami pada awal kehamilan umumnya merupakan sesuatu yang normal, flek ...

Flek coklat yang sering Bunda alami pada awal kehamilan umumnya merupakan sesuatu yang normal, flek coklat mungkin akan Bunda temukan 2-3 hari berturut-turut. Flek coklat bisa jadi merupakan awal dari keguguran, tapi ini juga bukan sesuatu yang mutlak. Sehingga Bunda perlu mawas dan terus baca artikel berikut untuk info lebih lanjutnya.     Peningkatan flek saat kehamilan adalah normal   Selama kehamilan, hormon akan menyebabkan perubahan pada metabolisme dan pada leher rahim. Perubahan ini umumnya dapat memicu peningkatan jumlah flek coklat sehingga Bunda tidak khawatir. Namun Bunda perlu memperhatikan jumlah, bau, dan warna dari flek. Jika flek yang muncul memiliki ketidaknormalan bahkan Bunda merasakan gatal pada vagina, Bunda dianjurkan untuk segera mendapatkan perawatan medis agar perkembangan janin Bunda tidak terganggu.     Akibat-akibat dari flek berwarna coklat yang tidak normal   1. Keguguran   Pada awal kehamilan (sekitar tiga bulan pertama), karena embrio masih berada di dalam uterus, kondisi embrio sebenarnya tidak terlalu stabil. Sehingga pembuluh darah dapat mudah pecah, dan dapat menyebabkan pendarahan pada vagina yang dicirikan sebagai flek coklat. Hal ini dapat mengakitkan Bunda berakhir pada keguguran. Jika Bunda mendapati flek coklat yang muncul selama 2-3 hari, Bunda perlu segera mencari konsultasi pada dokter kandungan.   2. Pendarahan pada rahim   Selama kehamilan, kadar kekentalan hormon dalam tubuh Bunda akan meningkat. Hali ini menyebabkan ketidaknormalan pada dinding rahim dan yang dapat memunculkan pendarahan secara terus menerus. Bergantung pada tingkat keparahannya, dokter dapat menilai apakah perlu dilakukan tindakan operasi bedah. Oleh sebab itu Bunda harus terus memperhatikan jika muncul pendarahan terus menerus yang ditunjukkan dengan flek coklat yang berlebihan.     3. Atresia serviks Pada umumnya, atresia serviks terjadi pada usia kehamilan antara 16-24 minggu. Kondisi ini disebabkan oleh bentuk serviks yang tidak panjang, yang jika terjadi kontraksi dapat menimbulkan pendarahan yang ditunjukkan oleh munculnya flek coklat secara terus menerus.     4. Placenta previa Placenta previa adalah suatu kondisi dimana posisi dari plasenta terletak sangat rendah bahkan menutupi leher rahim. Hal ini dapat menyebabkan Bunda mengalami pendarahan berlebih selama kehamilan yang juga ditunjukkan pada keberadaan flek coklat.     5. Sedikitnya darah pada menstruasi setelah kehamilan Pasca kehamilan sudah menjadi hal yang normal ketika Bunda mendapati kondisi darah yang keluar pada saat menstruasi yang berkurang secara signifikan. Pada kondisi seperti ini, Bunda perlu banyak beristirahat. Namun jika jumlah darah yang keluar pada menstruasi pasca kehamilan berkurang secara berturu-turut selama 2 hari, maka Bunda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter.     6. Hamil tuba Jika Bunda didiagnosis oleh dokter mengalami kehamilan tuba (kehamilan dimana janin berada diluar uterus), Bunda akan mengalami rasa nyeri pada perut bagian bawah yang disertai oleh munculnya flek coklat. Jika usia kandungan telah menginjak lebih dari 8 minggu, rasa sakit tersebut akan semakin kuat disertai dengan rasa mual, pusing, dan pendarahan.   Cara mengatasi flek:   1. Minum lebih banyak air 2. Jangan menunda buang air kecil 3. Tidak memakai celana jeans ketat 4. Kenakan pakaian bahan katun 5. Gunakan pentiliner, jangan lupa untuk sering menggantinya. 6. Gunakan cairan pembersih vagina: Saat membeli, Bunda harus konfirmasi apakah nilai pH produk sesuai, Bunda hanya cukup menjaga pH normal. 7. Setelah ke WC lap dengan tisu: bersihkan vagina dari arah depan ke belakang untuk menghindari kemungkinan bakteri anal meng-infeksi vagina.