Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

4 Tips dan Patokan Untuk Memulai MPASI

Menyapih ASI atau susu adalah suatu keharusan bagi semua bayi. Supaya Bunda bisa menyapih susu bayi dengan cepat untuk memulai tahap MPASI, berikut beberapa tips dan prinsip-prinsip yang harus Bunda ikuti. Demi tidak terganggunya pertumbuhan bayi, sangat dianjurkan untuk memulai MPASI setelah bayi b

Menyapih ASI atau susu adalah suatu keharusan bagi semua bayi. Supaya Bunda bisa menyapih susu bayi dengan cepat untuk memulai tahap MPASI, berikut beberapa tips dan prinsip-prinsip yang bisa Bunda ikuti. Demi tidak terganggunya pertumbuhan bayi, sangat dianjurkan untuk memulai MPASI setelah bayi setidaknya berumur 6 bulan. Untuk memulai MPASI, sebelumnya Bunda harus memperhatikan dulu apakah leher bayi sudah cukup kuat, apakah dia sudah bisa duduk tegap sendiri atau masih butuh topangan, air liurnya masih banyak atau tidak, semua itu bisa menentukan apakah bayi Bunda siap memasuki tahap MPASI atau tidak. 4 Tips Memulai MPASI 1. Kurangi frekuensi menyusui Minum susu malam saat tidur untuk jangka panjang tidak bagus untuk kualitas tidur bayi, juga tidak bagus untuk perkembangan giginya - mudah menyebabkan gigi rusak atau bolong, jadi bila Bunda mau memulai menyapih susu bayi, mulailah dari menyapih susu malamnya. Mungkin awalnya bayi akan terbangun karena kehilangan kebiasaan minum susu ini, bukan karena lapar, saat ini Bunda tepuk-tepuklah si kecil, supaya bisa menenangkan si kecil sehingga dia bisa kembali tidur. Perlahan-lahan, bayi akan lupa kebiasaan minum susu pada malam harinya dan dia akan tertidur hingga pagi, saat itu produksi ASI Bunda juga akan menurun. 2. Mempersingkat waktu menyusui Kalau biasanya si kecil menyusui selama 5 menit, persingkat menjadi 3 menit, lalu 2 menit, lalu 1 menit. Sesuaikan dengan usia bayi, setelah selesai menyusui, berikan bayi biskuit, kue atau secangkir susu supaya memenuhi kebutuhan psikologis bayi tidak merasa lapar. Kalau waktu menyusui dipersingkat secara bertahap maka ketertarikan bayi kepada ASI juga akan berkurang secara bertahap. Namun, Bunda harus ingat bayi yang masih kurang dari 6 bulan, tidak disarankan untuk mulai MPASI. Banyak bayi yang mempunyai kebiasaan minum ASI sebelum tidur, nah, biasanya ini yang paling susah disapih.  3. Memaksa bayi untuk menyapih Timing adalah suatu faktor penting untuk menyapih susu, kalau Bunda lihat ketertarikan dan ketergantungan si kecil pada ASI sudah mulai menurun, saat itulah timing yang bagus untuk menyapih ASI. Biasanya seorang Bunda akan menyapih bayinya bila harus mulai masuk kerja, atau disaat ASI mulai mempengaruhi nafsu makan si kecil makan ASI. Biasanya kalau si kecil lagi sakit, keinginan dia untuk minum ASI akan tinggi. Kalau si kecil sakit, sangat disarankan untuk menyusuinya, bagaimana pun ASI banyak gizi dan nutrisi yang dibutuhkan. Tunggu sampai si kecil sembuh, Bunda baru mulai mengenalkan MPASI lagi. 4. Mulai dengan menu MPASI yang benar Menu MPASI juga salah satu faktor akan berhasil atau gagalnya si kecil menerima MPASI. Bayi sudah terbiasa minum ASI sejak lahir, sehingga Bunda butuh waktu untuk mengenalkan MPASI pada dia. Untuk mengenalkan MPASI juga butuh tahap bertahap. Pada awalnya Bunda bisa mengurangi ASI dan menggantinya dengan susu bubuk, susu kedelai (konsultasikan pada dokter anak terlebih dahulu bila anak mempunyai alergi). Kurangi asupan ASI setiap kali si kecil berhasil beradaptasi, nanti dengan sendirinya nafsu makan si kecil pada MPASI akan meningkat.