Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Daftar Imunisasi Wajib Untuk Bayi

Imunisasi sangat penting dilakukan pada bayi, imunisasi merupakan langkah awal untuk mencegah anak dari bahaya penyakit. Dalam artikel ini akan dibahas imunisasi apa saja yang wajib dilakukan oleh bayi dan kapan?

Imunisasi sangat penting dilakukan pada bayi, imunisasi merupakan langkah awal untuk mencegah anak dari bahaya penyakit. Dalam artikel ini akan dibahas imunisasi apa saja yang wajib dilakukan oleh bayi dan kapan? Disimak yuk, Bun!! Mengapa anak perlu diimunisasi? Pasti Bunda pernah bertanya-tanya, “Bayi harus diimunisasi? Kenapa?” Jawabannya sederhana, "uUtuk mencegah si kecil terserang penyakit infeksi menular." Setelah itu, mungkin Bunda akan bertanya-tanya lagi, ”Kenapa setelah imunisasi malah jadi panas?” Itu merupakan respon tubuh terhadap imun yang  dimasukkan dan bergabung dalam tubuh anak sehingga sistem imun (kekebalan tubuh) anak menjadi lebih kuat. >> Haruskah demam setelah imunisasi? Namun, sebenarnya bukan itu saja yang menjadi alasan mengapa Anda harus membawa anak untuk diimunisasi. Terdapat tiga alasan penting mengapa imunisasi wajib untuk semua bayi: ▶︎ Imunisasi cepat, aman, dan sangat efektif. ▶︎ Sekali anak Anda diimunisasi, tubuh anak dapat melawan penyakit lebih baik. ▶︎ Jika anak tidak diimunisasi, anak akan mempunyai risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan, bahkan kematian. Suntikan saat imunisasi mungkin membuat si kecil sakit, namun suntikan ini dapat memberi sistem kekebalan tubuh yang berlipat pada anak. Imunisasi dilakukan dengan cara menyuntikkan bentuk lemah dari virus atau bakteri penyakit, sehingga memicu respon kekebalan tubuh anak, menyebabkan tubuh memproduksi antibodi untuk melawan penyakit tersebut.  Daftar imunisasi wajib buat si kecil Imunisasi terbukti mampu memberantas penyakit menular, sepeti campak, gondongan, batuk rejan (pertusis), polio, cacar air, dan lainnya. Oleh karena itu, disarankan kepada Bunda yang mempunyai bayi untuk membawa bayinya ke Posyandu, Puskesmas, bidan, maupun dokter untuk mendapatkan imunisasi. Di Indonesia ada 5 jenis imunisasi wajib untuk bayi, dan ini diberikan secara gratis di Posyandu dan wajib diberikan ke anak sebelum dia berumur 1 tahun. Jenis imunisasi ini adalah: 1. Hepatitis B Vaksin ini diberikan saat bayi baru lahir, paling baik diberikan sebelum waktu 12 jam setelah bayi lahir. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke anak saat proses kelahiran. 2. Polio Vaksin polio diberikan sebanyak 4 kali sebelum bayi berusia 6 bulan. Vaksin ini bisa diberikan pada saat lahir, kemudian pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Vaksin ini diberikan untuk mencegah lumpuh layu. 3. BCG BCG hanya diberikan sebanyak 1 kali dan disarankan pemberiannya sebelum bayi berusia 3 bulan. Paling baik diberikan saat bayi berusia 2 bulan. Vaksin BCG ini berfungsi untuk mencegah kuman tuberkulosis yang dapat menyerang paru-paru dan selaput otak, dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian. 4. Campak Vaksin campak diberikan sebanyak 2 kali, yaitu pada usia 9 bulan dan 24 bulan. Namun, vaksin campak kedua pada usia 24 bulan tidak perlu lagi diberikan ketika anak sudah mendapatkan vaksin MMR pada usia 15 bulan. Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit campak berat yang dapat menyebabkan pneumonia (radang paru), diare, dan bahkan bisa menyerang otak. 5. Pentavalen (DPT-HB-HiB) Pentavalen merupakan vaksin gabungan dari vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus), vaksin HB (Hepatitis B), dan vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B). Vaksin ini diberikan untuk mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak). Vaksin ini diberikan sebanyak 4 kali, yaitu pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan. >> Atasi demam setelah vaksin Vaksinasi tambahan yang bisa diberikan pada anak 1. Pneumokokus (PCV), dapat diberikan pada anak usia 7-12 bulan sebanyak 2 kali dengan interval 2 bulan. Bila diberikan pada anak usia di atas 2 tahun, PCV cukup diberikan sebanyak 1 kali. Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari bakteri pneumokokus yang dapat menyebabkan pneumonia, meningitis, dan infeksi telinga. 2. Varisela, diberikan setelah anak berusia 12 bulan, paling baik diberikan sebelum anak masuk sekolah dasar. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah anak dari cacar air. 3. Influenza, diberikan pada anak minimal usia 6 bulan dan diulang setiap tahun. 4. Hepatitis A, dapat mulai diberikan saat anak berusia 2 tahun. Berikan sebanyak 2 kali dengan interval 6-12 bulan. 5. HPV (human papiloma virus), dapat mulai diberikan saat anak sudah berusia 10 tahun. Vaksin ini melindungi tubuh dari human papiloma virus yang dapat menyebabkan kanker mulut rahim. Sumber disini