Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Tips Mengatasi Anak Suka Melawan

Mungkin Ayah Bunda bertanya-tanya atau seringkali mengeluh, “Koq anak saya suka melawan! Sepertinya anak yang lain kalau diperintah orang tuanya nurut-nurut saja! Kenapa ya? Apa ada yang salah dengan anak saya? Apa ada yang salah dengan cara saya mendidiknya?”

Mungkin Ayah Bunda bertanya-tanya atau seringkali mengeluh, “Koq anak saya suka melawan! Sepertinya anak yang lain kalau diperintah orang tuanya nurut-nurut saja! Kenapa ya? Apa ada yang salah dengan anak saya? Apa ada yang salah dengan cara saya mendidiknya?”   Ayah Bunda… Tidak perlu khawatir! Sungguh, ini merupakan fase alami yang dilewati oleh setiap anak dalam masa pertumbuhan kejiwaannya. Fase ini justru akan membantu menguatkan kestabilan dan kesadaran bahwa dirinya adalah pribadi yang independen dari orang dewasa. Nah, seiring berjalannya waktu, sang anak pasti akan menyadari bahwa keras kepala dan kesukaannya melawan itu bukanlah cara yang benar. Anak akan menyadari bahwa kebiasaan bermasyarakat untuk memberi dan menerima penuh kelapangan merupakan jalan yang benar. Apalagi jika didukung dengan perlakukan orang tua yang fleksibel, lemah lembut dan pengertian dalam bergaul dengannya.   Namun demikian, ada beberapa hal yang memicu perilaku suka melawan sang anak, yaitu:   1. Meniru perbuatan orang tuanya 2. Membiasakan anak untuk taat dan fanatic terhadap sesuatu, sehingga tidak mudah untuk diminta kepada lain hal 3. Kurangnya ikatan antara anak dan orang tua, sehingga anak tidak mudah mengerti apa yang diinginkan orang tua, begitupun sebaliknya. Yang terjadi adalah saling keras kepala, dan orang tua akan menganggap anak selalu melawannya. 4. Terlalu berlebihan dalam memanjakan anak, serta senantiasa memberikan apa yang diinginkan anak.   Lalu bagaimana cara menyelesaikan masalah ini? Jangan khawatir juga! Berikut ada kiat-kiat yang bisa kita praktekkan.   Hendaknya orang tua selalu mengomunikasikan kepada anak atas apa yang diperintah dan dilarangnya. Anak sebenarnya mau koq menerima; ya karena memang masanya sedang demikian, memang butuh kesabaran untuk menjelaskannya. Semakin sering kita menyampaikan faidah dari yang kita perintahkan, atau dilarang kepanya, semakin anak akan lebih cepat melalui fase itu. Buatlah anak puas dengan keterangan yang kita sampaikan, sehingga ia akan melakukan apa yang kita perintahkan dengan senang hati   1. Sikap keras tidak akan dapat diterima oleh anak. Maka, sebagai orang tua, kita harus fleksible dalam menyuruh anak, memberi dan menerima anak dengan tenang, menyayangi dan berlemah lembut padanya.   2. Membuat anak senang atas apa yang diperbuat anak; baru kemudian memberikan keterangan kepada anak.   3. Berlaku seimbang dalam mendidik anak; tidak terlalu keras, dan tidak terlalu memanjakan.   4. Berupaya menarik perhatian anak tatkala akan menyuruh anak.   5. Hindari memberikan banyak perintah dalam satu waktu.   6. Hindari memberikan perintah dalam satu waktu, dan langsung diikuti memberikan larangan di waktu yang berdekatan.   7. Berikan hadiah dan pujian atas ketaatan anak.   8. Hindari hukuman fisik serta ancaman dalam meluruskan kesalahan.   9. Berikan perhatian penuh saat anak tengah melaksanakan perintah kita; supaya anak merasa bahwa apa yang dilakukan memang sesuatu yang penting.   Ayah bunda…bersabarlah dalam membantu anak melalui fasenya, serta berlemah lembutlah padanya untuk mempermudahnya menemukan jalan yang lebih baik.   Sumber: mendidikanak.com