Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

6 Faktor Penyebab Autisme

Autisme adalah gangguan neurobiologis yang memengaruhi fungsi otak. Tapi, apa sebenarnya yang menjadi penyebabnya? Sampai saat ini, para ahli belum menemukan penyebab pastinya. Namun..

Autisme adalah gangguan neurobiologis yang memengaruhi fungsi otak.  Tapi, apa sebenarnya yang menjadi penyebabnya? Sampai saat ini, para ahli belum menemukan penyebab pastinya. Namun, sudah menjadi kewajiban kita memperhatikan berbagai faktor yang bisa saja menjadi pencetus terjadinya autisme pada bayi/ anak.   Para ahli telah melakukan riset dan menghasilkan hipotesa mengenai kemungkinan pemicu autisme, dan digolongkan menjadi enam faktor, yaitu faktor genetis, faktor kandungan (pranatal), faktor kelahiran, faktor lingkungan, faktor obat-obatan, dan faktor makanan.  Yuk kita bahas satu persatu.   1. Faktor genetis atau keturunan.   Gen menjadi faktor kuat yang menyebabkan anak autis.  Jika dalam satu keluarga memiliki riwayat menderita autis, maka keturunan selanjutnya memiliki peluang besar untuk menderita autis.  Hal ini disebabkan karena terjadi gangguan gen yang memengaruhi perkembangan, pertumbuhan dan pembentukan sel-sel otak.  Kondisi genetis pemicu autis ini bisa disebabkan karena usia ibu saat mengandung sudah tua atau usia ayah yang sudah tua. Diketahui bahwa sperma laki-laki berusia tua cenderung mudah bermutasi dan memicu timbulnya autisme.  Selain itu, ibu yang mengidap diabetes juga ditengarai sebagai pemicu autisme pada bayi.   2. Faktor kandungan (pranatal).   Kondisi kandungan juga dapat menyebabkan gejala autisme.  Pemicu autisme dalam kandungan dapat disebabkan oleh virus yang menyerang pada trimester pertama, yaitu virus syndroma rubella.  Selain itu, kesehatan lingkungan juga memengaruhi kesehatan otak janin dalam kandungan.  Polusi udara berdampak negatif pada perkembangan otak dan fisik janin sehingga meningkatkan kemungkinan bayi lahir dengan risiko autis.  Bahkan, kondisi kandungan ibu yang bermasalah (komplikasi kehamilan) hingga mengalami perdarahan juga menjadi pemicu munculnya gejala autisme.  Kondisi ini menyebabkan gangguan transportasi oksigen dan nutrisi ke bayi yang mengakibatkan gangguan otak janin.  Bahkan, bayi lahir prematur dan berat bayi kurang juga merupakan risiko terjadinya autisme.   3. Faktor kelahiran.   Bayi lahir dengan berat rendah, prematur, dan lama dalam kandungan (lebih dari 9 bulan) berisiko mengidap autisme.  Selain itu, bayi yang mengalami gagal napas (hipoksa) saat lahir juga berisiko mengalami autis.   4. Faktor lingkungan.   Bayi yang lahir sehat belum tentu tidak mengalami autisme.  Faktor lingkungan (eksternal) juga bisa menyebabkan bayi menderita autisme, seperti lingkungan yang penuh tekanan dan tidak bersih.  Lingkungan yang tidak bersih dapat menyebabkan bayi alergi melalui ibu.  Karena itu, hindari paparan sumber alergi berupa asap rokok, debu atau makanan yang menyebabkan alergi.   5. Faktor obat-obatan.   Obat-obatan untuk mengatasi rasa mual, muntah, ataupun penenang yang dikonsumsi ibu hamil berisiko menyebabkan anak autis.  Karena itu, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan jenis apa pun saat hamil.  Selain itu, paparan obat-obatan opium (penghilang rasa nyeri) dapat mengganggu perkembangan saraf sehingga otak pun tidak berkembang dengan baik.  Bahkan, paparan merkuri juga memicu timbulnya autisme pada bayi.  Merkuri bisa berasal dari: saat Anda mengonsumsi ikan yang terkontaminasi merkuri, penggunaan kosmetik yang mengandung merkuri, bahan-bahan perawatan tubuh bayi yang berkomposisi merkuri, dan sebagainya.   6. Faktor makanan.   Zat kimia yang terkandung dalam makanan sangat berbahaya untuk kandungan.  Salah satunya, pestisida yang terpapar pada sayuran,  Diketahui bahwa pestisida mengganggu fungsi gen pada saraf pusat, menyebabkan anak autis.   Diketahui dari penjelasan di atas bahwa autisme dapat muncul karena berbagai faktor.  Berdasar ke-enam faktor tersebut, sebaiknya kita menjaga kesehatan buah hati kita sejak dari kandungan.       Sumber: ibudanmama.com