Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Aktivitas Sebelum Bayi Tidur

Penelitian yang dilakukan oleh University of California, Berkeley, AS menganjurkan pemberian stimulasi sebaiknya dilakukan sebelum bayi tidur. Alasannya, otak akan lebih cepat menerima informasi dan akan membentuk otak dalam penyususan memori.

  Penelitian yang dilakukan oleh University of California, Berkeley,  AS menganjurkan pemberian stimulasi sebaiknya dilakukan sebelum bayi tidur. Alasannya, otak akan lebih cepat menerima informasi dan akan membentuk otak dalam penyususan memori. Ditambah lagi,  suasana yang Anda bangun saat tidur biasanya tenang dan nyaman. Dalam kondisi tenang inilah stimulasi akan lebih cepat diterima oleh anak,  meskipun ada juga stimulasi yang tetap bisa diterima anak dalam kondisi tidak tenang. Jadi, memanfaatkan waktu sebelum bayi tertidur dengan aktivitas bermanfaat. Berikut beberapa aktivitas yang bisa Anda lakukan.   1. Bernyanyi   Jangan pernah ragu untuk bernyanyi karena  menyanyikan lagu terbukti membuat bayi Anda menjadi lebih peka, religius dan ekpresif. Tak perlu takut karena tidak memiliki suara merdu bak penyanyi profesional. Bagi anak,  suara ibu adalah suara paling merdu di dunia.   Selain menenangkan, lagu-lagu yang Anda dendangkan secara rutin dapat mendorong perkembangan bahasanya kelak. Makin banyak kata-kata dalam lagu yang Anda nyanyikan, makin banyak kosakata yang dikenal dan diingat olehnya.  Anda juga bisa  mengganti lirik lagu. Yang perlu Anda pastikan adalah liriknya mudah diingat dan mengandung pesan positif.   2. Bercerita   Menurut beberapa penelitian,  anak yang dibacakan cerita sebelum tidur memiliki perkembangan bicara dua kali lebih cepat dibandingkan yang tidak pernah dan  perkembangan bahasanya dua kali lebih banyak.    Agar stimulasi sampai dengan sukses:   Bacakan buku cerita sambil memeluk bayi.   Pilih buku yang aman jika dipegang bayi, seperti bagian ujung buku tidak lancip, lebih baik terbuat dari bahan yang lembut,  misalnya kain.   Pilih buku cerita dengan cerita yang mengisahkan keteladanan/heroik, memiliki cerita yang pendek/kalimat sederhana, ada ilustrasi yang menarik dengan warna-warna cerah. Sebab bayi Anda akan meraih dan memegang buku tersebut. Lewat aktivitas ini, ia belajar tekstur buku, bentuk, dan warna, selain pesan dari cerita.   Bacakan cerita dengan ekpresi wajah dan suara, sehingga bayi Anda bisa membedakan karakter di dalam cerita.   Buat  cerita sendiri  dengan tokoh binatang atau manusia. Tak perlu takut untuk membuat improvisasi cerita, karena bayi Anda bukanlah ‘editor’ yang menakutkan.   3. Berdoa   Meskipun bayi sering dianggap belum bisa apa-apa, namun ia bisa melihat, mendengar, mengenal dan mengingat. Maka, saat Anda  mengenalkan aktivitas berdoa  bayi  akan belajar rutinitas berdoa dan  belajar bagaimana cara ‘ngobrol’ dengan Tuhan.   Sebelum berdoa, sampaikan padanya  tentang aktivitas berdoa yang akan Anda lakukan.  Misalnya, “Nak, hari sudah malam. Saatnya kamu tidur tidur. Sebelum tidur,  yuk, berdoa bersama.  Tuhan,  terima kasih sudah memberiku ASI yang lezat dan Bunda dan Ayah yang sehat.”  Sesekali,  tuntun tubuhnya pada posisi berdoa, sesuai dengan yang diajarkan oleh agama.   Lewat berdoa, kecerdasan spiritual (SQ) bayi akan terasah. Kecerdasan yang berasal dari batin atau jiwa ini kelak akan membawanya tumbuh menjadi anak yang  berpikir positif,  mampu mengenali kelebihan dan kekurangan serta memaksimalkan kelebihannya untuk menjadi  pribadi yang sukses kelak.   4. Memijat   Pijat bayi adalah momen yang sangat intim, antara Anda dengan bayi, sebab melibatkan kontak mata, kontak kulit, aroma tubuh dan suara. Pijat juga mampu menstimulasi banyak hal seperti produksi oksitosin, yaitu hormon yang memberikan rasa hangat dan perasaan dicintai, merangsang syaraf vagus sehingga dapat meningkatkan daya peristalsis (gelombang kontraksi berirama di perut dan usus yang menggerakkan makanan melewati saluran pencernaan) dan meningkatkan suplai oksigen dan aliran nutrisi di dalam sel-sel tubuh.    Sebaiknya  pijat dilakukan pada saat bayi mau untuk dipijat. Jika ia menolak, segera sudahi pijatan, sebab pijatan Anda tidak akan bermanfaat untuknya. Para praktisi pijat bayi menganjurkan waktu pijat yang tepat adalah pada saat setelah mandi atau sebelum tidur. Usai dipijat, bayi umumnya menjadi lebih tenang, relaks dan siap untuk tidur nyenyak/lama.   5. Menyusui   Pelepasan hormon oksitosin ketika menyusui meningkatkan perasaan tenang, nyaman, dan cinta untuk bayi sehingga mampu menciptakan rasa kantuk.   Ternyata proses menyusui tak hanya sekadar memberi makan pada bayi, tapi juga mendidik dan memberikan kebutuhan psikologis anak seperti memperkuat ikatan kasih sayang (bonding) antara ibu, bayi dan ayah, bayi  merasa  dicintai sehingga ia akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang bahagia dan mampu membentuk rasa percaya yang mendasar, yang oleh ahli psikologi, Erik Erikson, disebut sebagai basic trust. Kelak, anak Anda akan tumbuh menjadi anak yang memiliki rasa percaya diri.   Proses menyusui bayi sebelum tidur bukan cuma memberikan ASI saja, melainkan perlu ada kontak antara Anda dan anak. Ada tatapan mata, pelukan, belaian dan ungkapan secara verbal.  Tanpa itu semua, proses menyusui Anda sekadar memberikan asupan gizi semata. Tentu Anda ingin ‘sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui’ alias sekali menyusui ada banyak manfaat untuk anak, bukan, Bunda? Selamat menyusui!   6. Katakan “I love you”   Anak mungkin belum memahami  kalimat “Bunda sayang kamu” atau “I love you”, namun ia paham dengan makna kalimat itu lewat ekpresi dan sikap Anda. Dr. Lise Eliot, Ph.D, neuroscientist asal Amerika Serikat, mengatakan, tatapan sepenuh jiwa yang dilakukan oleh bayi kepada orangtuanya merupakan ungkapan awal cintanya untuk Anda. Coba perhatikan tatapannya, apakah ada perubahan tatapan mata setiap Anda mengatakan “Bunda cinta kamu, sayang."   Perubahan tatapan mata tersebut merupakan cara ia mengatakan, “Aku juga cinta sama Bunda.” Dan, upayakan ungkapan-ungkapan verbal seperti ini tidak hanya dilakukan pada saat sebelum tidur. Anda bisa lakukan beberapa kali di setiap harinya, misalnya pada saat bayi bangun tidur, bermain atau ketika Anda hendak berangkat ke kantor.   Sumber: ayahbunda.co.id