Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Penyebab & Cara Mengatasi Penyakit Kuning

Perubahan warna kulit mungkin terjadi kepada bayi Anda. Bila perubahan warna yang terjadi menghasilkan warna kuning, kemungkinan bayi Anda mengalami sakit kuning, atau disebut juga ikterus.

Perubahan warna kulit mungkin terjadi kepada bayi Anda. Bila perubahan warna yang terjadi menghasilkan warna kuning, kemungkinan bayi Anda mengalami sakit kuning, atau disebut juga ikterus. Biasanya pada kondisi ini, warna kulit dan mata bayi Anda akan berubah menjadi kuning dikarenakan tingginya kadar bilirubin di dalam tubuhnya. Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir karena tubuh bayi menghasilkan bilirubin lebih cepat dibandingkan kemampuan ginjal untuk menyaring bilirubin ini. Bila tingkat bilirubin lebih tinggi dari 2 – 5 mg/dl per hari, warna kuning pun akan muncul di permukaan kulit bayi seperti daerah wajah, dada, serta perut. Selain itu, warna kuning dapat pula terlihat di konjungtiva (bagian putih) pada mata.   Apa saja penyebab penyakit kuning pada Bayi?   Ikterus fisiologis terjadi setelah 24 jam pertama kelahiran, dan menghilang hingga mencapai hari ke-14. Pada bayi yang lahir cukup bulan, nilai puncak bilirubin sebesar 6-8 mg/dL tercapai pada hari ke-3 hingga ke-5. Pada bayi kurang bulan, nilainya 10-12 mg/dL, bahkan bisa sampai 15 mg/dL, dengan syarat peningkatan akumulasi bilirubin dalam serum (darah) tidak lebih dari 5 mg/dL/hari. Bila syarat-syarat tadi tidak terpenuhi, maka bayi dicurigai ikterus neonatorum (di mana artinya terdapat keabnormalan), dan harus segera dibawa ke dokter.   Beberapa penyebab ikterus atau bayi kuning, antara lain   1. Fungsi usus dan hati yang belum sempurna   Usus dan hati pada bayi baru lahir belum dapat bekerja dengan sempurna sehingga banyak bilirubin yang tidak terkonjugasi dan tidak terbuang dari tubuh. Umumnya terjadi pada minggu pertama sampai minggu ketiga setelah kelahiran. Pada beberapa kasus, bisa berlangsung lebih lama, yaitu sampai 10 minggu.   Ditambah lagi, produksi bilirubin yang lebih banyak dibandingkan produksi pada orang dewasa. Bayi memproduksi 2-3 kali lipat bilirubin. Banyaknya bilirubin dalam tubuh yang membuat bayi menjadi kuning.     2. Kurangnya asupan makanan   Pada 2-3 hari pertama setelah kelahirannya, ibu belum dapat mengeluarkan susu bagi bayinya. Sehingga, bayi menjadi kuning karena kurangnya makanan. Tetapi, hal ini tidak perlu dikuatirkan karena umumnya setelah beberapa hari kemudian, ASI dapat keluar memenuhi kebutuhan bayi.   3. Memar   Saat proses kelahirannya, seorang bayi dapat mengalami memar atau lebam. Memar merupakan darah beku yang berkumpul. Tubuh akan berupaya menyembuhkan memar ini dengan cara mennghancurkan darah yang beku tersebut, yang juga akan meningkatkan produksi bilirubin.   4. Penyakit Hemolitik   Hal ini terjadi karena golongan darah atau rhesus ibu tidak cocok dengan bayi. Akibatnya, ibu akan membentuk antibodi yang menyerang sel darah merah bayi. Sel darah merah yang terserang akan terpecah sehingga menghasilkan banyak bilirubin. ​   5. Kekurangan enzim G6PD   Kurangnya enzim ini dalam tubuh menyebabkan peningkatan bilirubin. Kelainan enzim G6PD merupakan kelainan bawaan.   Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi warna kuning pada bayi normal?   Beberapa langkah yang dapat dilakukan di rumah antara lain:   a. Memberikan ASI lebih banyak. Dengan pemberian ASI lebih banyak, metabolisme bilirubin akan lebih cepat diselesaikan. Namun, pemberian ASI dapat dikurangi, bila penyebab ikterus justru karena pemberian ASI. b. Menjemur bayi baru lahir di bawah sinar matahari antara jam 06.30- 07.30 pagi. Aktivitas ini terbukti dapat meningkatkan konjugasi bilirubin, sehingga dapat mudah diekskresikan dari tubuh dan mengurangi kuning. Perlu diperhatikan agar pakaian yang disingkapkan tidak menyebabkan bayi kedinginan (hipotermia), serta perhatikan waktu dan durasi menjemur bayi, Jangan sampai bayi terpapar sinar matahari secara langsung lebih dari 10 menit.   Sumber: Diambil dari berbagai sumber