Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Cara Mengatasi Bayi Gumoh

Usai diberi ASI atau susu formula bayi seringkali memuntahtahkannya. Kejadian ini sering disebut gumoh. Apa sebenarnya penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Usai diberi ASI atau susu formula bayi seringkali memuntahtahkannya. Kejadian ini sering disebut gumoh. Apa sebenarnya penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?   Si Kecil semakin hari semakin menggemaskan. Hari-hari Anda kini disibukkan mengurusnya. Namun, suatu hari Anda dibuat cemas karena usai menyusu, si Kecil memuntahkan ASI. Hal ini dikenal dengan sebutan gumoh.   Gumoh sebenarnya berbeda dengan muntah. Keduanya memang sama-sama merupakan pengeluaran isi lambung. Hanya saja, gumoh terjadi seperti aliran air ke bawah yang bersifat pasif dan spontan dengan jumlah yang sedikit. ASI yang keluar saat bayi gumoh hanya berkisar 10 ml saja. Sedangkan muntah biasanya terjadi dalam jumlah yang lebih banyak dengan atau tanpa dorongan lambung.   Ibu tak perlu cemas dengan gumoh yang dialami si Kecil. Pada bayi yang berusia di bawah 4 bulan, 70%-nya mengalami gumoh minimal 1 kali setiap hari. Sehingga, bukan menjadi hal aneh jika bayi gumoh usai disusui. Meskipun demikian, Ibu juga tak boleh menyepelekannya. Gumoh yang terjadi secara berlebihan bisa mengganggu pertumbuhan bayi. Seiring bertambahnya usia bayi, kejadian gumoh akan semakin menurun, kemudian tidak terjadi sama sekali.   Ada beberapa hal yang menjadi penyebab bayi gumoh, yakni sebagai berikut:   ASI atau susu melebihi kapasitas lambung Gumoh bisa terjadi karena kondisi lambung si Kecil yang masih penuh, namun sudah diberi asupan lagi. Posisi menyusu yang tidak tepat Mungkin saja, Ibu menyusui si Kecil sambil berbaring dengan posisi miring. Sementara si Kecil yang menyusu posisinya telentang. Hal ini membuat ASI yang disusunya tidak masuk ke saluran pencernaan, tetapi ke saluran napas yang membuatnya gumoh. Klep penutup lambung bayi belum sempurna ASI atau susu yang diminum si Kecil akan disalurkan menuju pencernaan atas baru kemudian ke lambung. Terkadang, klep penutup lambung yang terdapat di antara saluran atas dan lambung ini belum berfungsi secara sempurna yang menjadi pemicu gumoh. Menangis berlebihan Si Kecil yang menangis berlebihan usai menyusu bisa membuat tekanan di dalam perutnya tinggi sehingga membuatnya gumoh. Tips mengatasi gumoh: Berikan ASI atau susu dengan posisi bayi tidak berbaring. Berikan ASI atau susu sedikit-sedikit namun sering. Setelah bayi menyusu, usahakan membuatnya bersendawa. Hindarkan bayi terlalu aktif bergerak usai menyusu. Saat menyusui, posisi kepala bayi lebih tinggi daripada kakinya, membentuk sudut 450 sehingga cairan yang masuk ke dalam mulutnya bisa turun ke bawah. Hindari menyusui saat bayi terlalu lapar karena membuatnya tergesa-gesa menyusu dan memungkinkan udara masuk sehingga memicu gumoh.   Klik Disini untuk melihat artikel lain >>  http://id.mamitalk.com