Constructive Eati
NAOMIITO
ASI
anak
me
hamil
Bayi
Ibu
MPASI

Bijak Menggunakan Obat Penurun Panas dan Antibiotik Pada Anak

Semenjak menjadi ibu baru satu anak, saya selalu menjaga supaya varo tidak terserang penyakit. Semua ibu boleh berusaha tapi namanya sakit tidak bisa kita yang atur dan terkadang suka bolak balik menyerang anak kita. Ketika anak sakit tanpa kita sadari kita sering bingung bagusnya minum obat ini ata

Semenjak menjadi ibu baru satu anak, saya selalu menjaga supaya varo tidak terserang penyakit. Semua ibu boleh berusaha tapi namanya sakit tidak bisa kita yang atur dan terkadang suka bolak balik menyerang anak kita. Ketika anak sakit tanpa kita sadari kita sering bingung bagusnya minum obat ini atau obat itu yah? Truz cara gunakan obatnya gimana yah?? Walaupun sudah ke dokter kita kadang lupa menanyakan secara detailnya. Berikut saya akan bantu moms supaya ga bingung kalau sudah ketemu obat berikut ini:   1. Obat Penurun Demam Obat penurun demam ini adalah obat yang paling sering digunakan apalagi untuk anak- anak. Biasanya kita selalu sedia obat penurun demam seperti Paracetamol untuk jaga- jaga kalau anak tiba- tiba demam. Penggunaan paracetamol memang aman untuk bayi dan anak namun tetap harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:   - Gunakan paracetamol ketika anak sudah demam diatas 38 derajat celcius Penggunaan dibawah 38 derajat celcius diketahui kurang tepat karena system imun tubuh masih bisa mengatasinya.   - Paracetamol diberikan secara berulang selama 5 jam selama demam masih berkelanjutan   - Hentikan penggunaan paracetamol apabila anak sudah tidak demam   Pemberian paracetamol pada jangka panjang dapat beresiko pada kerusakan hati dan ginjal.   - Paracetamol sebaiknya diberikan dengan kondisi lambung tidak kosong atau sesaat setelah makan   - Pilihlah sediaan paracetamol yang cocok untuk anak Sediaan paracetamol yang beragam dari sirup untuk anak diatas 1 tahun, drop atau tetes untuk anak dibawah 1 tahun bahkan sediaan serbuk. Pilihlah sediaan yang cocok dan mampu untuk anak kita minum. Jangan memilih sediaan tablet karena tidak dapat digunakan pada anak dan berujung pada penghalusan manual menjadi serbuk yang dikhawatirkan mengkontaminasi obat dengan hal yang tidak diinginkan.   - Gunakan Paracetamol dengan dosis tepat Penggunaan paracetamol sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter maslaah dosisnya, biasnaya akan disesuaikan dengan berat badan anak karena lebih efektif.   - Tidak disarankan mencampur obat paracetamol dengan makanan atau minuman lain, sebaiknya diteteskan langsung pada mulut anak lalu diberikan air putih bagi anak diatas 6 bulan.   2. Obat Antibiotik Salah satu obat yang sering diberikan dokter yaitu antibiotik. Antibiotik seharusnya kita peroleh hanya dengan resep dokter, walaupun beberapa tempat dapat dibeli dengan bebas. Dalam penggunaan antibiotik harus memperhatikan:   - Antibiotik hanya digunakan untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri bukan jamur ataupun mikroorganisme lainnya   - Antibiotik diminum dengan memperhatikan interval waktunya, misal: antibiotik amoxicillin diberikan 3 kali sehari maka cara meminumnya berbeda dengan obat lain yang bisa mengikuti jam setelah atau sebelum makan. Antibiotik ini diberikan dengan 3 kali dalam sehari yang artinya 24 jam dibagi 3 kali sehingga tiap 8 jam kita harus mengkonsumsi antibiotiknya   - Antibiotik minumnya tidak mengenal jam tidur atau jam kerja yang penting sesuai interval waktu   - Antibiotik harus dikonsumsi sampai habis walaupun penyakitnya sudah sembuh, hal ini karena penghentian obat antibiotic dapat menyebabkan resistensi atau kekebalan pada bakteri   - Antibiotik dilarang dikonsumsi dalam jangka waktu panjang karena akan menimbulkan resistensi bakteri dan pembersihan mikroorganisme baik di usus   - Pemberian antibiotik tidak dapat digabungkan dengan mineral atau vitamin lain   - Antibiotik pada anak kebanyakan dalam bentuk dry sirup atau suspense kering dimana perlu penambahan air sewaktu kita dapatkan di apotek dan sebaiknya dikocok dahulu sebelum digunakan   - Antibiotik sediaan dry sirup sebaiknya tidak digunakan lagi apabila sudah diencerkan selama 1 minggu atau 1 minggu dari tanggal kita beli   Obat memang digunakan untuk penyembuhan penyakit, namun penggunaan obat yang salah dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya.