Home » Bisnis » KPI Agensi Kreatif dan Mengukurnya dengan Aplikasi KPI

KPI Agensi Kreatif dan Mengukurnya dengan Aplikasi KPI

Industri kreatif adalah salah satu industri yang dinamis, salah satunya adalah agensi kreatif yang belakangan ini semakin berkembang. Namun, salah satu yang sering diabaikan oleh para pelaku di industri ini adalah pengukuran kinerja dengan KPI.

Banyak dari agensi kreatif yang belum mengetahui apa saja key performance indicator yang perlu diukur dan bagaimana memanfaatkan aplikasi KPI dapat membantu hal ini. Untuk itu, artikel ini akan membahasnya secara detail kepada Anda.

KPI yang Perlu Diukur dalam Agensi Kreatif

Layaknya industri kreatif lainnya, agensi kreatif juga memiliki KPI yang harus diukur untuk memastikan kesesuaian standar kerja dengan fakta yang dicapai di lapangan. Hal ini penting untuk melihat seberapa efektif dan efisienkah tim yang bekerja setiap harinya.

Berikut ini KPI yang perlu diukur dalam agensi kreatif, yaitu:

Lead Time Per Project

Mengetahui berapa lead time Anda saat ini akan menjadi kunci untuk mengelola ekspektasi klien dan mengetahui beban kerja Anda untuk kuartal mendatang.

Memiliki waktu tunggu yang lebih lama tidak selalu berarti buruk, karena ini memberi Anda lebih banyak waktu untuk merencanakan dan dapat meningkatkan permintaan.

Prakiraan vs Waktu Proyek Aktual

Prakiraan vs waktu proyek aktual = (perkiraan jam / jam aktual) * 100.

Jika Anda tidak melacak keakuratan estimasi Anda dalam hal waktu, Anda mungkin tidak menetapkan harga dengan benar.

Mengukur berapa lama waktu yang Anda habiskan dibandingkan dengan estimasi Anda akan memberikan Anda wawasan yang lebih baik tentang apa yang harus Anda perkirakan.

Estimasi vs Biaya Proyek Aktual

Estimasi vs biaya proyek aktual = (estimasi biaya / biaya aktual) * 100.

Mirip dengan hal di atas, jika Anda tidak melacak varians pengeluaran proyek aktual Anda dibandingkan dengan estimasi pengeluaran proyek Anda, Anda mungkin akan kehilangan lebih banyak uang. Ini akan mencakup biaya sumber daya dan juga pengeluaran lain pada proyek.

Alokasi sumber daya dapat menjadi lebih baik ketika Anda mulai mengumpulkan data melalui pelacakan KPI.

Tingkat Pemanfaatan

Tingkat pemanfaatan = Jumlah total jam yang dapat ditagih / Jumlah total jam kerja karyawan selama satu minggu standar.

Tingkat pemanfaatan mengacu pada persentase waktu yang dihabiskan tim Anda untuk menagih klien.

Semakin tinggi persentasenya, semakin baik – hingga mencapai titik di mana hal tersebut berdampak negatif pada moral karyawan. Intuit mencatat bahwa penting juga untuk mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan karyawan untuk melakukan tugas-tugas yang tidak berhubungan dengan klien.

Arus Kas Operasional

Arus kas operasional = (laba bersih + biaya non-kas) – peningkatan modal kerja.

Setiap bisnis perlu mengawasi arus kasnya untuk memastikan bisnisnya tetap solvent. Agensi juga demikian. Menggunakan rencana bisnis dan anggaran selanjutnya sangat penting untuk mengukur arus kas.

Anda perlu memastikan bahwa Anda mengetahui apa target Anda, sehingga Anda dapat mengukurnya di setiap akhir bulan dan memastikan Anda tetap berada di jalur yang benar.

Arus kas operasional mengukur jumlah kas yang dihasilkan oleh operasional bisnis normal perusahaan dan mengindikasikan apakah perusahaan dapat menghasilkan arus kas positif yang cukup untuk mempertahankan dan mengembangkan operasinya.

Manfaat Aplikasi KPI untuk Agensi Kreatif

Mengukur KPI menjadi hal penting yang harusnya tidak diabaikan, untuk melakukannya lebih mudah dan objektif maka penggunaan aplikasi KPI menjadi penting.

Aplikasi KPI dapat memberikan sejumlah manfaat signifikan bagi agensi kreatif. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari penggunaan aplikasi KPI dalam agensi kreatif:

Pemantauan Kinerja Real-Time

Aplikasi KPI memungkinkan agensi kreatif untuk memantau kinerja secara real-time. Ini memberikan visibilitas langsung ke data yang diperlukan untuk mengukur pencapaian tujuan dan hasil kampanye.

Pengukuran yang Terukur dan Objektif

Dengan menggunakan tools, maka membantu menghindari pengukuran yang ambigu atau subyektif. Ini menghasilkan penilaian yang lebih akurat tentang sejauh mana agensi mencapai target dan tujuan kreatif.

Pemahaman Hasil Kampanye

Melacak KPI yang relevan, agensi dapat mengukur efektivitas kampanye secara lebih baik. Hal ini membantu mengidentifikasi apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki di masa depan.

Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik

Data KPI yang akurat dan terukur membantu agensi membuat keputusan yang lebih informasional dan berdasarkan bukti. Ini meminimalkan risiko pengambilan keputusan berdasarkan intuisi semata.

Penyesuaian Strategi Lebih Cepat

Jika KPI menunjukkan hasil yang kurang diinginkan, agensi dapat merespons dengan cepat dan melakukan penyesuaian strategi kampanye untuk memperbaiki kinerja.

Transparansi dan Akuntabilitas: Aplikasi KPI memfasilitasi transparansi dalam kinerja tim dan anggota tim. Ini membantu menciptakan rasa tanggung jawab terhadap pencapaian tujuan.

Pengelolaan Proyek yang Efisien

Dengan melacak KPI proyek, agensi dapat mengelola proyek secara lebih efisien dan menjaga agar tetap sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

Itulah dia apa saja metrik KPI yang perlu diukur dalam agensi kreatif serta bagaimana manfaat aplikasi KPI membantu prosesnya. Semoga artikel ini membantu.

Leave a Comment