Home » Ragam » Biaya yang Dibutuhkan Untuk Memelihara Burung Koreak

Biaya yang Dibutuhkan Untuk Memelihara Burung Koreak

Burung Koreak, pernah dengar nama itu? dalam mitologi Sunda, burung ini pertanda kematian. Ketika malam hari ada burung ini, berbunyi minimal 3 kali, tandanya akan ada orang mati. Namun siapa sangka dibalik keseramannya, burung ini memiliki segudang manfaat. Salah satunya dia sering dijadikan pembasmi hama di sawah. Ya, karena bentuknya yang besar.

Ada perkara lucu terkait mitos ini. Dahulu, jika ada burung ini berbunyi, orang harus berbalik badan. Jika ia sedang tidur, harus tengkurap atau semisalnya, kemudian di harus berkata, “Ke Seberang, ke Palembang.” Orang Palembang tentu saja ngga suka dengan ucapan ini. Tapi ternyata ada lanjutannya, “Kalau pulang bawa kerupuk.” Ketegangan pun mencair karenannya seperti yang dikutip dari kacer.co.id.

Mengenal Burung Koreak

Bukan cuma di tanah Sunda, di jawa pun sama. Mitosnya jika burung koreak berbunyi akan ada yang meninggal. Untuk itu kamu harus nyambat dengan beberapa perkataan, “Kono nggone kono wite. Ngalor, ngidul, ngetan.”Jika tidak ada perkataan begitu, anggota keluarga atau tetangga akan mati.

Jika mitosnya demikian menyeramkan, sebenarnya apa, sih, burung Koreak ini? Dalam kamus Fauna disebut typo alba. Dia merupakan pemangsa berbulu putih. Mirip dengan burung hantu. Di Barat, burung ini dijadikan sumber ilmu pengetahuan. 

Ada di berbagai belahan dunia kecuali gurun dan kutub. Koreak disebut juga burung hantu putih. Karena bentuk, wajah dan perawakan yang sangat mirip. Dia bisa dibudidayakan. Karena dia bisa pemangsa tikus di sawah. Petani sangat suka dengan koreak sebab manfaatnya yang demikian besar.

Budidaya Koreak

Di Malaysia orang memanfaatkan Koreak sebagai penjaga sawah atau kebun. Karena mereka suka melahap tikus yang kerap jadi hama, para petani demikian suka. Di Sumedang, banyak petani yang memanfaatkan predator ini untuk menjaga sawahnya dari hama.

Cara budidayanya juga mudah. Mereka hanya membuat kandang layaknya burung merpati. Kemudian diberi minuman, makanan, di sana ada dua koreak jantan dan betina. Jika malam mereka akan keluar kandang mencari makan. Tapi kalau siang pulang.

Berapa biaya pelihara koreak?

Bisa dikatakan relatif kecil. Karena burung ini lazimnya mencari makan sendiri di sawah atau kebun. Kamu hanya perlu membuat kandang serta beberapa pernak-perniknya. Kalau soal makan, mungkin Cuma sebatas katak itupun bisa mencari di sawah atau di kebun.

Murah meriah, tidak repot dengan perawatan juga. Dia juga termasuk burung yang jarang sakit. Makanya tidak usah risau soal obat atau semisalnya.

Di Sumedang, banyak petani memelihara Koreak tanpa skill sama sekali. Hanya sediakan kandang dan beri burung di sana. Mudah, bukan? Mudah, murah, tidak ribet namun manfaatnya besar sekali.

Sekian informasi yang bisa kami hadirkan. Sampai jumpa lagi pada kesempatan yang akan datang.

Leave a Comment