Cara Memompa ASI

Dengan cara memompa ASI yang tepat, produksi ASI akan meningkat sehingga mencukupi kebutuhan si keci

1 A2SI merupakan salah satu hal terbaik yang bisa diberikan seorang ibu pada buah hatinya. Kandungan ASI yang selalu mengikuti tahap pertumbuhan dan perkembangan bayi sejak lahir tak akan tergantikan oleh susu formula manapun.   Sayangnya produksi ASI seringkali mengalami penurunan drastis pada saat ibu bekerja. Hal ini pula yang kerap membuat ibu-ibu yang berkarir di luar rumah mengalami dilema saat harus kembali bekerja.   Agar produksi ASI kembali melimpah, power pumping adalah salah satu cara memompa ASI yang dapat meningkatkan suplai ASI. Dengan cara memompa ASI yang tepat, produksi ASI diharapkan akan meningkat kembali sehingga mencukupi kebutuhan bayi sehari-hari.   Apa itu teknik Power Pumping?   Power pumping adalah cara memompa ASI yang meniru frekuensi menyusu pada bayi yang sedang mengalami growth spurt. Growth spurt adalah saat-saat di mana bayi membutuhkan ASI ataupun susu formula lebih banyak daripada biasanya, karena sedang dalam masa pertumbuhan yang pesat.   Pada saat-saat itu, bayi akan menyusu lebih sering, lebih lama, dengan hisapan lebih kuat sehingga hormon prolaktin memerintahkan otak untuk memproduksi ASI lebih banyak. Bagaimana cara memompa ASI melalui teknik power pumping?    Teknik Power Pumping   Power pumping tidak dilakukan untuk menggantikan semua jadwal memompa ASI sehari-hari, namun hanya untuk menggantikan 1 sesi saja. Yang perlu Anda lakukan adalah:   1. Pilihlah waktu 1 jam setiap pagi atau malam hari   Anda bisa melakukannya 1 jam sebelum berangkat bekerja, atau malam hari sebelum tidur. Selama 1 jam tersebut, lakukan cara memompa ASI seperti berikut:   * Pompa ASI selama 20 menit; istirahat 10 menit * Pompa lagi selama 10 menit: istirahat 10 menit * Pompa lagi selama 10 menit; selesai. Dengan demikian hanya 40 menit yang Anda gunakan untuk memompa, dengan total waktu 1 jam yang Anda sediakan setiap harinya. Selebihnya, lakukan pemompaan sesuai jadwal pemompaan rutin.   2. Lakukan hal ini secara rutin   Tiap ibu tentu berbeda tingkat keberhasilannya. Sebagian merasakan adanya penambahan produksi ASI dalam waktu 48 jam setelah power pumping pertama. Ada juga yang baru mengalami peningkatan setelah tujuh hari berturut-turut.   Sebagian ibu merasakan power pumping cukup dilakukan selama 3 hari berturut-turut, dan setelah itu ASI sudah lancar, namun ada juga yang merasa perlu melakukannya hingga seminggu berturut-turut bahkan lebih. 3. Hindari stres   Tekanan dan perasaan tidak nyaman akan mempengaruhi tingkat efektivitas power pumping. Terlebih bila kita selalu dipengaruhi oleh keharusan melihat jam dan menghitung setiap menit untuk memastikan kapan harus berhenti dan kapan harus memulai kembali. Mungkin ada baiknya bila kita tidak terlalu menghitung waktu secara akurat, sehingga bisa mengurangi tekanan dan meningkatkan efektivitas power pumping.   Sebagai pengukur waktu, alarm atau jam dapat digantikan dengan melakukan kegiatan-kegiatan berikut :   a. Sambil menonton acara TV favorit   Anda bisa memompa ASI pada saat iklan dimulai dan beristirahat ketika acara kembali dimulai.   b. Sambil menonton film   Pompa-lah ASI setiap satu adegan dan beristirahat pada adegan berikutnya.   c. Mendengarkan musik   Setelah mendengarkan tiga lagu Anda bisa mulai memompa ASI dan istirahat pada dua lagu berikutnya.   d. Membaca buku   Letakkan pembatas buku pada empat atau enam halaman ke depan, lalu Anda bisa mulai memompa ASI hingga tiba di halaman tersebut, lalu letakkan pembatas buku pada halaman selanjutnya lalu istirahat dari kegiatan memompa hingga tiba di halaman tersebut.   Begitu seterusnya, yang perlu Anda lakukan adalah memperkirakan berapa lama masing-masing kegiatan alternatif pengganti jam atau alarm tersebut.   4. Pilihlah alat yang nyaman   Cara memompa ASI ini sangat didukung oleh alat pompa ASI. Pilihlah pompa ASI yang nyaman digunakan, baik berupa pompa elektrik maupun manual.   Pompa ASI elektrik biasanya lebih efektif digunakan daripada pompa manual karena didesain sesuai dengan daya hisap dan frekuensi bayi ketika menyusu. Selain itu, ibu dapat menghemat tenaga untuk memompa. Hanya saja harganya relatif lebih mahal.