hamil
anak sakit
makanan
menyusui
MPASI

7 Tips Menjemur Bayi

Hal-hal yang patut diperhatikan saat menjemur si kecil.

Sinar matahari merupakan sumber vitamin D yang berlimpah dan diperlukan untuk bayi serta orang dewasa. Berjemur 15 menit dipagi hari akan memberi begitu banyak manfaat bagi bayi. Jadi tidak ada alasan untuk tidak melakukannya.   Kegunaan sinar matahari pagi berikutnya adalah menghangatkan tubuh bayi sekaligus membantu mengeluarkan lendir dari tenggorokannya. Alhasil, suara ngrok-ngrok napas bayi, terutama yang berbakat alergi, dapat dikurangi. Apalagi kalau sambil dijemur dalam posisi telentang, dada bayi--dari bagian bawah menuju ke leher--ditepuk-tepuk dengan lembut.   Sinar matahari pagi juga merangsang pembentukan vitamin D dalam tubuh. Vitamin ini diketahui berfungsi sebagai pembuka kalsium agar mudah terserap ke dalam aliran darah, sampai akhirnya menyatu di dalam tulang. Paparan yang dibutuhkan tak perlu lama, cukup sekitar 15 menit pada pagi hari. Tetapi, Ketika menjemur bayi, perhatikan beberapa hal berikut ini.   1. Kapan waktu yang tepat?   Pukul 07.00 - 08.00 di pagi hari adalah pilihan yang tepat. Bayi memiliki tubuh yang masih sangat sensistif, sehingga jangan menjemur bayi lebih dari 15 menit. Menjemur bayi setelah matahari terik justru akan merusak kulit bayi.   2. Telanjang   Bayi tidak perlu mengenakan pakaian, cukup popok saja. Saat menjemur bayi sebaiknya balikkan badan sang bayi hingga bagian depan dan bagian belakang bayi mendapatkan sinar matahari yang cukup. Dan yang terpenting, mata bayi harus membelakangi matahari.   3. Hindari polusi, tidak harus di luar rumah   Di luar rumah banyak polusi? Menjemur bayi tidak selalu harus di udara terbuka. Di dalam ruangan juga bisa asal ruangan tersebut mendapatkan pancaran matahari yang cukup. Contohnya, ruangan yang memiliki jendela berkaca bening.   4. Waspadai bila bayi sensitif   Bayi fotosensitif sebaiknya tidak terpapar sinar matahari karena kulitnya sangat sensitif. Menjemurnya hanya akan menimbulkan bercak-bercak meral pada kulit.   5. Bayi prematur hendaknya jangan dijemur   Bayi prematur pun disarankan untuk tidak dijemur, apalagi pada minggu-minggu pertama kelahirannya. Pada waktu itu bayi yang dilahirkan kurang bulan ini masih membutuhkan suhu yang stabil. Sementara saat dijemur, is mesti mampu menyesuaikan tubuhnya dengan suhu luar. Ini dapat membahayakan keselamatannya.   6. Jangan tinggalkan bayi sendirian ketika dijemur   Hindari meninggalkan bayi sendirian ketika dijemur. Manfaatkan momen ini untuk melakukan beberapa kegiatan yang bermanfaat. Umpama,  ajaklah si kecil berbicara (Jangan lupa untuk melakukan kontak mata dengannya). Memang sih ia belum mengerti obrolannya dengan Anda namun komunikasi seperti ini akan membuat hubungan antara Anda dan si kecil makin dekat. Oh ya sambil ngobrol, beri ia belaian lembut. Meski gerakan ini begitu sederhana namun manfaatnya amat besar yakni dapat membentuk rasa aman pada bayi yang akan berpengaruh pada rasa percaya dirinya kelak.   7. Hati-hati hipertemi   Bila paparan sinar mentari begitu terik, kurangi waktu menjemurnya. Jika kelamaan bayi dikhawatirkan mengalami hipertermi (peningkatan suhu tubuh). Suhu ideal bayi antara 36,5°-37,5° C. Kondisi hipertermi berisiko menyebabkan gangguan pada fungsi metabolisme tubuh  bayi, otak dan juga fungsi organ lainnya.   Sumber: Kompas.com