hamil
anak sakit
makanan
menyusui
MPASI

Manfaat ASI untuk Bayi

Mau tau apa saja manfaatan ASI bagi si kecil? Berikut ini beberapa manfaat ASI yang perlu Mami ketah

ASI atau Air Susu Ibu merupakan minuman wajib untuk setiap bayi yang baru lahir. Pemberian ASI eksklusif pada bayi dapat memberikan manfaat yang sangat banyak baik untuk Ibu maupun bayi. WHO juga merekomendasikan para Orangtua agar memberikan ASI eksklusif kepada bayi paling kurang selama 6 bulan agar terhindar dari resiko Alergi dan kurang gizi.   Namun sayangnya, banyak orang tua yang belum sadar akan pentingnya pemberian ASI untuk anaknya. Padahal, manfaat ASI sangat banyak sekali, baik dilihat dari segi ekonomi maupun segi kesehatan Ibu dan anaknya. Berikut ini beberapa manfaat ASI yang perlu Anda ketahui:   1. IQ lebih tinggi   kolesterol baik dan berbgai jenis lemak pada ASI mendukung pertumbuhan tisu pada jaringan syaraf.   2. Mata   Lutein, sfingomielin dan gangliosida pada ASI baik untuk retina dan membantu penglihatan optimal. Aktivitas visual bayi ASI lebih tinggi di bandingkan dengan bayi sufor.   3. Telinga   Resiko infeksi telinga rendah, sebab posisi vertikal alami ketika menyusu membuat cairan langsung masuk ke saluran mulut.   4. Mulut   Bayi ASI jarang membutuhkan perawatan ortodontik, juga langka mengalami maloklusi atau pertumbuhan abnormal gigi rahang atas-bawah. Aktivitas menghisap puting mendukung pertumbuhan otot wajah. Perubahan rasa ASI pun memberinya pengalaman rasa yang kelak akan membantunya beradaptasi dengan makanan padat.   5. Tenggorokan   Bayi ASI berisiko lebih rendah di operasi amandel sebab daya tahan tubuhnya lebih baik, sehingga jarang mengalami infeksi tenggorokan.   6. Kulit   ASI bersifat hipoalergenik atau rendah mencetus alergi. Kandungan protein whey-nya membentengi tubuh dari eksim dan masalah kulit lainnya.   7. Sistem pernafasan   Jarang mengalami infeksi saluran nafas, radang paru dan influenza. ASI kaya antibodi yang bekerja ibarat vaksinasi alami.   8. Sistem Endokrin   Bayi ASI cenderung terhindar dari penyakit diabetes termasuk pada Ibu yang menyusui.   9. Jantung dan peredaran darah   Bayi ASI memiliki resiko yang rendah untuk mengalami hipertensi, penyakit kolesterol dan kencing manis saat dewasa.   10. Ginjal   Pada ASI terdapat unsur makanan dan enzim yang di design khusus untuk bayi dengan komposisi yang pas. Hal itu membuat seluruh kandungan ASI terserap secara efisien, tidak membebani ginjal.   11. Sistem Imun   ASI memperkuat kerja vaksin. ASI juga mengurangi resiko kanker pada bayi. Protein Human Alpha-Lactalbumin Made Lethal to tumor cells pada ASI berfungsi memerangi 40 jenis sel kanker.   12. Usus besar   Bayi ASI bebas dari konstipasi.   13. Usus buntu   Pada anak - anak yang mesti di operasi usus buntu di temukan riwayat tidak mendapat ASI ketika bayi. Bayi ASI eksklusif beresiko rendah mengalami apendisitis atau radang usus buntu, sebab kandungan dan komposisi ASI sempurna untuk pencernaan dan lebih higenis.   14. Saluran kemih   Lebih sedikit kasus infeksi saluran kemih ( ISK ) pada bayi ASI.   15. Sendi dan Otot   Penyakit radang sendi anak, sangat jarang di temukan pada bayi ASI.   16. USUS   Bayi ASI cenderung terhindar dari diare, gangguan pencernaan gastrointestinal dan proctocolitis atau radang usus bawah akibat alergi protein. Kasus invaginasi atau usu terpelintir sehingga menyebabkan kerusakan saluran cerna justru di temukan pada bayi yang di beri makanan tambahan ( pisang, bubur ) terlalu dini.   Sumber: dikutip dari berbagai sumber